Seperti apa Struktur sukrosa

Sukrosa adalah molekul yang terdiri dari dua monosakarida, yaitu glukosa dan fruktosa. Disakarida non-pereduksi ini memiliki formula kimia C12H22O11. Sukrosa biasanya disebut gula meja atau gula tebu. Dengan rumus molekul C12H22O11, molekul fruktosa dan glukosa terhubung melalui ikatan glikosidik. Jenis penghubung dua monosakarida ini disebut glikosidik. Sukrosa memiliki struktur kristal monoklinik dan cukup larut dalam air. Ditandai dengan rasanya yang manis.

William Miller, seorang ahli kimia Inggris, menciptakan kata sukrosa pada tahun 1857. Ini banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan. C12H22O11 dapat diperoleh dari bit atau tebu, tetapi harus disempurnakan agar layak untuk dikonsumsi manusia. Sukrosa murni (atau gula) adalah bahan populer dalam banyak resep makanan karena rasanya yang manis.

Struktur sukrosa

Seperti dibahas sebelumnya, sukrosa adalah disakarida yang terdiri dari dua monosakarida. Struktur molekul sukrosa diilustrasikan di bawah ini.

Struktur sukrosa
Struktur sukrosa

Hubungan glikosidik yang menghubungkan kedua kelompok karbohidrat dapat diamati pada ilustrasi yang diberikan di atas. Tidak ada gugus hidroksil anomerik dalam molekul sukrosa. Oleh karena itu, ia dapat diklasifikasikan sebagai gula yang tidak mereduksi (karena tidak bertindak sebagai zat pereduksi).

Sifat fisik sukrosa

  • Sukrosa memiliki struktur kristal monoklinik.
  • Ketika mengalami suhu tinggi (lebih dari 186oC), senyawa ini terurai, menghasilkan karamel.
  • Kelarutannya dalam air pada suhu 20oC adalah 203,9g / 100 mL
  • Entalpi standar pembakaran yang berhubungan dengan sukrosa adalah 5647 kJ.mol-1.

Sifat kimia sukrosa

  • Sukrosa dapat mengalami reaksi pembakaran untuk menghasilkan karbon dioksida dan air.
  • Ketika bereaksi dengan asam klorat, senyawa ini menghasilkan asam klorida, karbon dioksida, dan air.
  • Setelah hidrolisis, ikatan glikosidik yang menghubungkan dua karbohidrat dalam molekul C12H22O11 terputus, menghasilkan glukosa dan fruktosa.
  • Sukrosa dapat didehidrasi dengan bantuan H2SO4 (yang bertindak sebagai katalis) untuk menghasilkan padatan hitam yang kaya akan karbon.

Pengertian Sukrosa

Sebelum mengetahui rumus gula akan lebih baik jika kita mengetahui pengertian gula (sukrosa).

Gula adalah suatu karbohidrat yang sederhana serta menjadi sumber energi. Gula adalah salah satu senyawa yang paling penting dalam kehidupan kita sehari-hari, yang mana dalam ilmu kimia gula termasuk dalam golongan senyawa sukrosa. Sedangkan sukrosa merupakan jenis gula disakarida yang dibentuk oleh gugus monosakarida glukosa dan fruktosa.

Gula terbuat dari nira tebu, bit gula, atau juga dapat terbuat dari aren. Proses dalam pembuatan gula terdiri dari tahap pemerasan (ekstraksi) kemudian pemurnian dengan cara penyulingan (distilasi).

Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul C12H22O11. Senyawa sukrosa ini dikenal sebagai sumber nutrisi yang hanya dibentuk oleh tumbuhan dan bukan dibentuk oleh organisme lain seperti hewan. Penambahan sukrosa dalam media berfungsi sebagai sumber karbon.

Rumus Kimia Gula

Rumus Kimia Gula

Rumus kimia gula secara umum sebagai bentuk senyawa sukrosa yaitu C12H22O11

Sedangkan untuk gula dapur memiliki rumus molekul yang sama dengan sukrosa, yaitu gabungan antara rumus glukosa dan fruktosa yaitu:

C6H12O6 + C6H12O6 => C12H22O11 + H2O

Glukosa  + fruktosa =>    Sukrosa  +  Air

Sehingga rumus kimia dari gula ialah C12H22O11 dengan rumus struktural sebagai berikut:

Rumus Senyawa GulaNah, setelah kalian dapat memahami rumus kimia dari gula ini, selanjutnya kalian dapat mempelajari tentang beberapa reaksi yang terjadi pada gula.

Reaksi Kimia Gula

Beberapa reaksi yang terjadi pada gula sangat berguna dalam kehidupan kita. Untuk lebih jelasnya berikut kami telah merangkum tentang beberapa reaksi kimia yang sering digunakan baik di pabrik maupun yang terjadi di alam.

Reaksi Kimia Pembakaran Gula (Sukrosa) dan Asam Hidroklorat (HClO3)

Reaksi kimia yang terjadi antara Sukrosa dan Asam Hidroklorat (HClO3) menghasilkan H2O, CO2 dan HCl sebagai berikut.

8 HClO3 + C12H22O11 → 11 H2O + 12 CO2 + 8 HCl

Berdasarkan dari reaksi ini, kita dapat mengetahui bahwa hasil dari reaksi kimia antara Sukrosa dan Asam Hidroklorat tersebut berupa H2O dan CO2. Nah inilah yang termasuk dalam reaksi pembakaran Sukrosa (gula).

Reaksi Kimia Dehidrasi Gula (Sukrosa) dan Katalis H2SO4

Reaksi antara Gula (Sukrosa) dan Katalis H2SO4 akan menghasilkan C, H2O serta panas.

H2SO4+ C12H22O11 → 12 C + 11 H2O + Heat (dan sisa H2O + SO3 )

Berdasarkan dari reaksi ini, kita dapat mengetahui bahwa hasil dari reaksi kimia antara Gula (Sukrosa) dan Katalis H2SO4  adalah reaksi dehidrasi (pemecahan molekul air).

Reaksi Kimia Dekomposisi Gula (Sukrosa)

Gula (Sukrosa), dapat terdekomposisi dengan adanya panas. Berikut ini merupakan reaksi kimia dekomposisi gula (sukrosa).

C12H22O11 + Heat → 3CO2 + 5H2O + 6H2

Reaksi dekomposisi gula (sukrosa) ini menghasilkan gas hidrogen, uap air dan karbon dioksida.

Leave a Comment