Perbedaan Metabolisme Aerob dan anaerob

Glikolisis dianggap sebagai metabolisme anaerob, sedangkan metabolisme aerob termasuk siklus asam sitrat. Apa perbedaan keduanya? Metabolisme sel adalah proses mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan oleh sel. Selama jalur metabolisme sel, energi disimpan dalam ikatan fosfat berenergi tinggi dari molekul adenosin trifosfat (ATP), yang berfungsi sebagai mata uang energi sel.

Tergantung pada kebutuhan oksigen selama produksi ATP, ada dua jenis utama dari metabolisme hadir dalam sel; yaitu, aerob dan anaerob. Dari tiga jalur metabolisme dasar, hanya glikolisis dianggap sebagai metabolisme anaerob, sedangkan sisanya termasuk siklus asam sitrat (siklus Krebs) dan rantai transpor elektron dianggap sebagai metabolisme aerob.

Metabolisme aerob

Metabolisme aerob terjadi ketika oksigen hadir. Hal ini terjadi dalam mitokondria sel dan bertanggung jawab untuk penyediaan 90% dari kebutuhan energi tubuh. Selama metabolisme aerob, semua substrat dasar termasuk karbohidrat, lemak, dan protein dipecah dan digabungkan dengan molekul oksigen untuk menghasilkan energi sambil melepaskan karbon dioksida dan air sebagai produk akhir. Secara umum, metabolisme oksidatif menghasilkan hampir 150-300 mL air dalam waktu 24 jam dari waktu. Ada dua jalur yang terlibat dalam metabolisme aerob; siklus asam sitrat; yang terjadi dalam matriks mitokondria, dan rantai transpor elektron; yang terjadi dalam sistem transpor elektron yang terletak pada membran mitokondria bagian dalam.

Metabolisme anaerob

Metabolisme anaerob tidak memerlukan oksigen untuk produksi ATP. Hal ini terjadi melalui glikolisis, proses dimana energi dibebaskan dari glukosa. Efisiensi metabolisme anaerob adalah rendah, dan menghasilkan rendahnya jumlah ATP bila dibandingkan dengan metabolisme aerob. Glikolisis terjadi di sitoplasma dan tidak memerlukan organel apapun. Oleh karena itu, proses penting dimana organisme kekurangan mitokondria seperti prokariota. Produk akhir metabolisme aerob adalah asam laktat, yang mungkin relatif berbahaya bagi tubuh.

Perbedaan Metabolisme Aerob dan anaerob

Perbedaan

  • metabolisme aerob membutuhkan oksigen, sedangkan metabolisme anaerob tidak.
  • Metabolisme anaerob tidak dapat dilanjutkan tanpa batas. Sebaliknya, metabolisme aerob dapat terus selamanya, hanya dalam kondisi teoritis.
  • Karbohidrat, lemak, dan protein digunakan sebagai sumber metabolisme aerob sementara hanya karbohidrat yang terlibat untuk metabolisme anaerob.
  • metabolisme aerob melibatkan intensitas kegiatan rendah sampai sedang, sedangkan metabolisme anaerob hanya melibatkan kegiatan intensitas tinggi.
  • metabolisme anaerob berlangsung di sitoplasma sel sementara metabolisme aerob terjadi pada mitokondria.
  • metabolisme aerob menghasilkan lebih banyak energi daripada metabolisme anaerob jika jumlah yang sama substrat adalah sama.
  • Glikolisis adalah jalur metabolik anaerob, sedangkan siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron adalah jalur metabolik aerob.
  • metabolisme aerob berkontribusi lebih (sekitar 90%) untuk penyediaan energi sementara metabolisme anaerob kurang berkontribusi.
  • Produk Akhir metabolisme anaerob adalah asam laktat sedangkan metabolisme aerob adalah karbon dioksida dan air.

Leave a Comment