Diare Berlebihan pada Anak

Diare ditandai dengan feses yang encer dan encer. Diare yang berlebihan pada anak dapat menyebabkan dehidrasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Artikel Ini berikut memberikan informasi tentang faktor penyebab, gejala, dan pengobatan untuk kondisi ini.

Seseorang didiagnosis diare jika buang air besar encer lebih dari tiga kali dalam sehari. Ini adalah salah satu penyakit paling umum yang dapat mempengaruhi orang-orang dari semua kelompok umur. Kasus ringan biasanya berlangsung sekitar beberapa hari. Diare yang berlebihan dapat menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan garam dari tubuh, sehingga menyebabkan dehidrasi. Bantuan medis harus dicari untuk meringankan gejala yang terkait dengan kondisi ini.

Gejala Terkait

Selain tinja encer dan encer dengan frekuensi yang meningkat, gejala penyerta yang merupakan indikasi diare meliputi:

  • Kram perut
  • Nyeri
  • Demam
  • Tinja berdarah
  • kembung

Kondisi ini bisa menjadi penyebab kekhawatiran yang serius, jika disertai dengan dehidrasi. Pada bayi dan balita, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai orang tua. Ini termasuk:

  • Tidak ada popok basah dalam tiga jam atau lebih
  • Demam lebih dari 39°C
  • Feses berwarna hitam atau berdarah
  • Peningkatan iritabilitas
  • Mulut kering
  • Tangisan tanpa air mata
  • Kantuk
  • Area perut, dan mata atau pipi tampak cekung

Untuk mengetahui apakah anak terkena dehidrasi, cubit ringan kulit anak dan lepaskan. Jika kulit tidak rata, maka itu mungkin merupakan tanda dehidrasi.

Perlakuan

Meskipun kasus ringan bukan merupakan penyebab perhatian serius, bantuan medis harus dicari untuk pengobatan tepat waktu dari diare berlebihan pada anak-anak. Perawatan akan melibatkan penggunaan obat-obatan. Dalam kasus infeksi bakteri, antibiotik akan diresepkan. Sangat penting untuk mengisi kembali tubuh dengan cairan untuk mengkompensasi hilangnya cairan. Anak yang terkena harus diberikan Oral Rehydration Solution (ORS) secara berkala. Pastikan anak minum cukup cairan. Dalam kasus yang parah, pemberian cairan intravena mungkin direkomendasikan.

Mengikuti langkah-langkah perawatan diri tertentu di rumah pasti akan terbukti bermanfaat. Kehilangan cairan dapat dikompensasikan dengan asupan kaldu, jus, dan air. Jika kondisinya tampak membaik, bisa diberikan makanan semi padat seperti kerupuk, roti panggang, telur, nasi, dll. Konsumsi produk susu, makanan berlemak, atau makanan yang sulit dicerna, harus dihindari. Mengikuti diet BRAT (Pisang, Beras, Saus Apel, dan Roti Panggang) pasti bisa membantu meringankan gejalanya.

Harus dicatat bahwa pengobatan rumahan mungkin memberikan kelegaan, dan kadang-kadang mencegah kondisi memburuk lebih lanjut, tetapi pilihan terbaik adalah mencari bantuan medis sedini mungkin.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Related Posts