Fungsi ammeter

Sebuah ammeter adalah alat listrik yang digunakan oleh para profesional listrik seperti tukang listrik dan insinyur listrik untuk mengukur arus listrik. Amperemeter juga digunakan oleh kontraktor secara teratur dan pemilik rumah yang memiliki pengetahuan tentang listrik. Arus listrik diukur dalam satuan yang disebut ampere, umumnya dikenal sebagai amp. Ammeter memungkinkan arus listrik yang akan diukur dengan membiarkan aliran arus yang melalui ammeter.

Mengukur arus Rendah

Ammeter dapat mengukur arus listrik dan alat listrik dasar. Beberapa amperemeter dapat mengukur nilai arus yang lebih rendah; jenis ini disebut milliameter atau mikroammeter. Mereka memiliki kemampuan untuk menjadi lebih akurat pada nilai tingkat arus yang lebih rendah, kebanyakan amperemeter biasa tidak akan mengukur nilai arus yang terlalu rendah.

Mengukur arus Tinggi

Ammeter untuk mengukur nilai arus listrik yang lebih besar juga. Untuk melakukan hal ini, shunt harus digunakan sehingga ammeter tidak hancur oleh arus.

Shunt diletakkan secara paralel dengan meteran. Mayoritas arus mengalir melalui shunt, yang terbungkus dalam selubung logam, dan hanya sedikit yang melewati ammeter.

Mengukur dengan Kedua Polaritas

Sering kali dalam aplikasi industri dan komersial, arus perlu diukur menggunakan kedua polaritas, dan digunakan amperemeter Zero-pusat. Mereka dinamakan demikian karena mereka memiliki skala penilaian dengan nol di tengah, dan jarum bergerak ke kanan atau kiri, tergantung pada apakah arus adalah polaritas negatif atau positif.

Amperemeter Zero-pusat digunakan untuk mengukur polaritas dalam baterai, juga.

Penemu amperemeter

Teknik pengukuran empat terminal disebut pengindreraan kelvin, setelah William Thomson, Lord Kelvin, yang menemukan jembatan Kelvin pada tahun 1861 untuk mengukur daya tahan yang sangat rendah.

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.

Amperemeter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.

Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.

Bagian – Bagian Ampere meter

a. Terminal positif (+) dan negatif (-)

b. Skala tinggi dan rendah

c. Batas ukur

Rumus Ampere meter:

I=V/R

V = Tegangan (volt)
I = Arus (ampere)
R = Hambatan (ohm)

Dalam fisika, ampere dilambangkan dengan A, adalah satuan SI untuk arus listrik yang sering dipendekkan menjadi amp. Satu ampere adalah suatu arus listrik yang mengalir dari kutup positif ke kutup negatif, sedemikian sehingga di antara dua penghantar lurus dengan panjang tak terhingga, dengan penampang yang dapat diabaikan, dan ditempatkan terpisah dengan jarak satu meter dalam vakum, menghasilkan gaya sebesar 2 × 10-7 newton per meter.

Pengukuran daya ac

P = V I

Pengukuran Daya Rangkaian AC dapat dilakukan menggunakan kombinasi volt meter dan amper meter yang dikombinasikan. Secara teori daya rangkaian AC merupakan daya rata-rata pada rangkaian listrik tersebut.Dalam arus bolak-balik daya yang ada setiap saat berubah sesuai dengan waktu.Daya dalam arus bolak-balik merupakan daya rata-ratanya. Jika sedang dalam kondisi steady state, daya yang ada pada saat itu dirumuskan :

Dimana : P = merupakan harga daya saat itu,
V = tegangan
I = arus

Dimana V dan I merupakan harga rms dari tegangan dan arus.Cos ?merupakan faktor daya dari beban. Dari hasil yang diperoleh didapatkan bahwa faktor daya (cos f ) berpengaruh dalam penentuan besarnya daya dalam sirkit AC, ini berarti bahwa wattmeter harus digunakan dalam pengukuran daya dalam sirkuit AC sebagai pengganti Ampermeter dan Voltmeter

Cara Pengukuran

Ada 2 cara melakukan pengukuran dengan Ampere Meter:

1. Ampere meter yang tidak memiliki clamp ampere

Clamp Ampere : clamp atau arti dasarnya adalah menggenggam, yang berfungsi membentuk kalang tertutup. Clamp berbentuk lingkaran yang bisa menyatu dengan alat ukur atau pun terpisah. Biasanya Ampere meter yang tidak menggunakan clamp ampere adalah model Ampere meter Analog.
Berikut cara melakukan pengukurannya:

  • Ampere meter dipasang seri dengan bebannya
  • Atur knob pemilih cakupan mendekati cakupan yang tepat atau di atas cakupan yang diprediksi berdasarkan perhitungan arus secara teori.
  • Pilih Range batas ampere dengan memutar knob alat ukur
  • Bila yakin rangkaian telah benar, hidupkan sumber tegangan dan baca gerakan jarum penunjuk pada skala V dan A. Hasil pembacaan yang baik bila posisi jarum lebih besar dari 60% skala penuh meter.
  • Bila simpangan terlalu kecil, lakukan pengecekan apakah cakupan sudah benar dan pembacaan masih dibawah cakupan pengukuran di bawahnya bila ya, matikan power supply pindahkan knob pada cakupan yang lebih kecil.
  • Nyalakan kembali sumber tegangan baca jarum penunjuk hingga pada posisi yang mudah dibaca.
  • Hindari kesalahan pemasangan polaritas sumber tegangan, karena akan menyebabkan arah simpangan jarum berlawanan dengan seharusnya. Bila arus terlalu besar dapat merusakkan jarum penunjuk.

2. Ampere meter yang memiliki Clamp Ampere

Umumnya model Ampere meter Digital memiliki Clamp Ampere, baik menyatu dengan Alat ukur maupun terpisah. Berikut cara pengukurannya:

Pengukuran ampere tidak perlu memutus rangkaian, cukup dengan meletakkan clamp ampere pada kabel yang akan diukur, dengan terlebih dulu memilih range yang sesuai.

Sebagai penutup seri Alat ukur, berikut fitur-fitur Alat ukur atau multimeter yang bisa kita manfaatkan :

a. Auto Ranging : keistimewaan pemilihan range sendiri, mengatur rangkaian pengukuran alat ukur secara otomatis pada range (rentang) tegangan, arus, atau tahanan yang benar.

b. Auto Polarity :keistimewaan polaritas otomatis, plus (+) atau minus (-) diaktifkan pada display digital, menunjukkan polaritas saat pengukuran DC dan tidak perlu khawatir ujung colok terbalik.

c. HOLD :yaitu tombol penahanan yang menangkap pembacaan dan tampilan dari memori meskipun colok sudah dilepas. Hal ini bermanfaat, khususnya apabila mengukur ditempat tertentu dimana Anda tidak dapat membaca dengan jelas hasil pengukurannya.

d. Dioda Test :Digunakan untuk mengecek bias maju dan mundur dari sambungan semikonduktor. Umumnya apabila dioda dihubungkan dengan bias maju meter akan menampilkan penurunan tegangan maju dan berbunyi sebentar, sedangkan pada bias mundur alat ukur akan menampilka OL. Dan jika dihubung singkat, alat ukur akan menunjuk angka nol dan memancarkan suara yang terus menerus.

e. MAX/MIN :digunakan untuk mengetahui nilai maksimal/minimal pengukuran selama alat ukur di colok.

f. Response Time :waktu respon adalah jumlah detik multimeter digital yang diperlukan rangkaian elektronis untuk menentukan keakuratan kerja.

Leave a Comment