Rumus Hambatan dan contohnya

Rumus Hambatan dan contohnya

Kali ini kita akan membahas mengenai Rumus Hambatan. Apa saja rumus hambatan? Tapi sebelum kita melihat rumus hambatan, mari kita simak ulasan berikut ini terlebih dahulu mengenai macam macam dan jenis hambatan.

Nantinya juga akan disediakan contoh soal yang dapat sahabat tenses gunakan sebagai teman untuk belajar ya.

Macam-macam Hambatan Listrik

Hambatan jenis penghantar

Listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian  apabila ada penghantar listrik. Penghantar listrik ini berfungsi untuk menghubungkan antara komponen-komponen listrik yang ada di dalam sebuah rangkaian kelistrikan.

Setiap penghantar atau bahan memiliki nilai hambatan yang berbeda-beda dan juga besar kecilnya nilai hambatan pada penghantar ini akan mempengaruhi mudah sulitnya elektron-elektron bebas atau arus listrik untuk melewatinya.

Jenis penghantar berdasarkan nilai hambatannya dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Konduktor

Konduktor merupakan jenis penghantar listrik yang mudah untuk dialiri arus listrik, contohnya emas, perak, tembaga dan lain sebagainya.

  1. Non konduktor atau isolator

Non konduktor atau isolator merupakan jenis penghantar listrik yang sukar atau sulit untuk dialiri arus listrik atau bahkan justru tidak dapat dialiri arus listrik. Contohnya karet, plastik, kaca, kertas dan lain sebagainya.

  1. Semikonduktor

Semikonduktor merupakan jenis penghantar listrik yang mana arus listrik tidak akan semudah untuk mengalir seperti pada bahan penghantar konduktor dan nilai hambatannya tidak sebesar pada bahan penghantar isolator. Contohnya germanium, silikon dan lain sebagainya.

Hambatan Sambungan (Contact Resistance)

Salah satu penyebab besar kecil hambatan atau tahanan (resistance) listrik dalam sebuah rangkaian kelistrikan dapat dipengaruhi oleh penyambungan komponen-komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut.

Misalnya saja, apabila penyambungan di antara terminal baterai dengan kabel tidak tersambung dengan baik atau sambungannya longgar. Maka ketika arus listrik melewati bagian yang longgar tersebut akan semakin susah (sulit) dan akan menimbulkan panas.

Dari panas yang ditimbulkan ini akan mempercepat proses terjadinya oksidasi atau terjadinya karat pada bagian yang longgar.

Karat tersebut nantinya akan dapat memperbesar tahanan yang terjadi sehingga arus listrik yang akan bisa melewatinya menjadi semakin terhambat olehnya.

Solusinya, untuk memperkecil tahanan sambungan ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan dahulu bagian kontak yang akan disambungkan, kemudian sambungkan bagian tersebut dengan keras (tidak longgar).

Hambatan karena panas

Temperatur atau suhu akan mempengaruhi besar kecilnya nilai tahanan. Apabila temperatur naik maka nilai tahanan listrik juga akan bertambah.

Sebagai bukti Nyala lampu akan semakin redup ketika kawat dipanaskan, maka hal tersebut membuktikan bahwa arus listrik yang mengalir ke lampu semakin sedikit karena nyala lampu yang redup, hal tersebut pun dipengaruhi karena semakin besarnya hambatan listrik pada kawat.

Komponen elektronik sendiri memanfaatkan temperatur yang ada agar bisa mengubah besar kecilnya hambatan yang merupakan komponen dari thermistor.

Thermistor terdapat dua tipe yaitu tipe NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient).

Thermistor type NTC adalah thermistor yang akan menambah hambatannya ketika temperatur berkurang, sedangkan thermistor PTC adalah thermistor yang akan menambah hambatannya ketika temperatur naik.

 

Hambatan dikarenakan panjang pendeknya penghantar serta besar kecilnya penampang penghantar

Jika penghantar listrik semakin panjang maka hal itu akan menjadikan hambatan listriknya akan semakin besar pula, ini dapat terjadi karena arus listrik tersebut mesti melewati atomyang memang  lebih banyak terlebih dulu. Begitu pula sebaliknya jika semakin pendek penghantar listrik maka harus melewati atom yang lebih kecil, nah maka akan semakin kecil pula hambatan listrik yang harus dilewatinya.

Sedangkan apabila ukuran penampang penghantar kecil maka akan memperbesar hambatan listrik karena arus listrik yang melewati penghantar dengan ukuran penampang yang kecil akan lebih susah. Begitu pula sebaliknya apabila ukuran penampang penghantar semakin besar, nah maka hambatan listriknya pun akan semakin kecil pula.

Rumus Hambatan Listrik

Hambatan Listrik memiliki rumus tersendiri, yaitu :

 

R = V/I

 

Keterangan :

R = Hambatan Listrik (Ohm)

V = Tegangan Listrik (Volt)

I = Arus Listrik (Ampere)

 

 

Contoh Soal Hambatan Listrik

Jika terdapat sebuah Lampu Pijar yang memiliki tegangan listrik yaitu sebesar = 40 Volt, dan dengan kekuatan Arus Listrik yaitu sebesar = 10 Ampere.

Dari soal di atas, coba hitung besaran Hambatan Listrik yang dihasilkan oleh Lampu Pijar tersebut ya!

Penyelesaian :

Diketahui :

V = 40 Volt

I = 10 Ampere

Ditanya : R = ….?

Jawab :

R = V/I

R = 40 Volt/10 Ampere

R = 4 Ohm

Jadi, besaran hambatan listriknya adalah = 4 0hm

Nah, jadi sekarang sahabat tenses sudah tahu kan rumus hambatan beserta dengan penjelasan dan contoh soalnya, selamat belajar.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *