Pengertian Relung

Relung adalah ideologi, tentang bagaimana organisme hidup atau bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang disediakan. Istilah relung pertama kali digunakan oleh ‘Grinnell’ pada tahun 1971. Istilah relung ekologis masih belum dipahami dengan baik dan kadang-kadang bahkan disalahgunakan. Relung hanyalah gagasan dari unit distribusi, di mana organisme disimpan dalam batas konstitusional mereka.

Relung dapat digambarkan lebih lanjut sebagai penampilan dan posisi suatu spesies di lingkungan; seperti apa yang mereka lakukan untuk kelangsungan hidup mereka, bagaimana mereka memenuhi kebutuhan tempat tinggal, makanan, dll. Jadi itu digunakan untuk menggambarkan di mana organisme hidup. Singkatnya, kita dapat mengatakan bahwa relung bukan tempat tetapi itu adalah ideologi yang menggambarkan toleransi dan persyaratan organisme.

Relung didefinisikan oleh variabel ‘n’ dan merupakan batasan dari semua fitur lingkungan yang penting, di mana individu spesies dapat bertahan hidup, tumbuh dan bereproduksi.

Faktor-faktor seperti peran fungsional suatu spesies, di mana ia hidup dalam komunitas yaitu tingkat trofik dan sekunder, kondisi lainnya pH, minyak, suhu, kelembaban, iklim juga menentukan relung organisme. Jadi kita dapat mengatakan bahwa itu berinteraksi dengan faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik termasuk organisme hidup, sedangkan faktor abiotik mencakup semua makhluk tidak hidup.

Seperti yang dikatakan di atas, relung berhubungan dengan aliran energi yang berpindah dari satu organisme ke organisme lain dan karenanya perlu diketahui bahwa apa yang dimakan organisme, bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain, dll. Begitu relung dibiarkan kosong, lainnya organisme dapat mengisi posisi itu. Relung harus spesifik untuk setiap spesies, yang berarti tidak ada dua spesies yang dapat berbagi relung yang sama.

Jika spesies menciptakan relung uniknya sendiri dalam suatu ekosistem, akan sangat membantu dalam mengurangi persaingan untuk sumber daya di antara spesies lain. Dengan mengambil contoh seekor burung dapat dipahami bahwa bagaimana burung-burung ini berbeda dalam kebiasaan makan mereka, di mana beberapa burung hanya makan serangga, beberapa hanya buah-buahan dan beberapa dapat memakan apa saja yang mereka temui. Jadi di sini kita dapat menyimpulkan bahwa burung-burung ini dari habitat yang sama, berbeda dalam relung mereka karena kebiasaan makan yang berbeda.

Tiga jenis relung ditemukan:

  1. Ruang atau habitat relung – berkaitan dengan ruang fisik yang ditempati oleh organisme.
  2. Relung trofik– berdasarkan tingkat makanan suatu organisasi, dibedakan.
  3. Relung multidimensi atau Hipervolume – diperumit untuk dipahami dan dijelaskan menggunakan relung fundamental dan terealisasi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *