Hormon Giberelin: Pengertian, Letak, Fungsi, Cara kerja

Giberelin adalah salah satu hormon tanaman yang mengatur berbagai proses yang terlibat dalam pertumbuhan tanaman, pengembangan organ, dan respons lingkungan.

Giberelin adalah kelas besar dari diterpen siklik yang terjadi pada semua tanaman vaskular dan juga pada banyak jamur. Jumlah giberelin besar, tetapi tidak semua aktif secara biologis; banyak yang menengah dalam sintesis bioaktif GAS, sedangkan yang lain adalah bentuk tidak aktif. GAS aktif melayani banyak peran penting dalam tanaman vaskular, termasuk pemanjangan batang / daun / akar, perkecambahan biji, mobilisasi cadangan makanan dalam biji-bijian sereal, aktivasi kambial, dan perkembangan bunga dan bunga.

Hormon giberelin juga dapat mengatur produksi nodul legum yang ditunjukkan baru-baru ini. Hormon ini penting pada dua tahap nodulasi yang berbeda termasuk tahap awal kolonisasi akar dan tahap akhir produksi dan kematangan nodul (Hayashi et al., 2014).

Pengertian Hormon Giberelin

Giberelin adalah hormon tumbuhan dengan berbagai kegiatan termasuk perkecambahan biji dan pemanjangan sel (Miransari dan Smith, 2009; Hayashi et al., 2014).

Giberelin atau asam giberelat merupakan semua anggota kelompok hormon tumbuhan yang mempunyai fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay GA1. Gibrelin hadir hampir sepanjang hidup tumbuhan dan diketahui mengatur perkecambahan, pemanjangan batang, pemicuan pembungaan, perkembangan kepala sari (anther), perkembangan biji dan pertumbuhan perikarp.

Selain itu, hormon giberelin juga berperan dalam tanggapan terhadap rangsangan melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya.

Giberelin pada tumbuhan bisa ditemukan dalam 2 fase utama yaitu giberelin aktif (GA bioaktif) dan giberelin nonaktif. Giberelin yang aktif secara biologis (GA bioaktif) mengatur berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk perkecambahan biji, batang perpanjangan , perluasan daun, bunga dan pengembangan benih. Sampai tahun 2008 ada lebih dari pada seratus GA telah diketahui dari tanaman dan hanya sejumlah kecil darinya, seperti GA1 dan GA4, diperkirakan berguna sebagai hormon bioaktif.

Giberelin pertama kali dikenal di tahun 1926 oleh seorang ilmuwan Jepang, Eiichi Kurosawa, yang meneliti tentang penyakit padi yang disebut “bakanae”. Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh Teijiro Yabuta, dari strain cendawan Gibberella fujikuroi. Isolat ini lalu dinamai gibberellin.

Letak Hormon Giberelin

  • Biji. Biji yaitu salah satu komponen pada tanaman yang dipakai sebagai unit penyebaran perbanyakan tanaman secara alamiah. Namun terdapat kondisi tertentu yang tidak memiliki biji maupun dalam pertumbuhan bijinya melambat. Dimana di dalam biji terletak ormon giberelin yang bisa mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan biji. Apabila didalam biji tidak terdapat hormon tersebut maka tumbuhan akan mengalami perlambatan fungsi , untuk menangani kasus tersebut kita bisa menambahkan hormon giberelin tersebut pada tanaman.
  • Daun. Daun yaitu bagian tumbuhan yang dipakai untuk tempat berlangsungnya fotosintesis dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tumbuhan.Selain itu daun juga berguna untuk proses pertukaran karbondioksida dan oksigen , mengatur proses transpirasi atau penguapan bila tumbuhan kekurangan atau kelebihan air, dan daun juga berguna pada proses perkembangbiakan secara vegetatif. Hormon yang berada pada daun tanaman tersebut salah satunya yaitu hormon giberelin , apabila daun kekurangan hormon tersebut maka akan mengakibatkan kemunduran dari fungsi-fungsi daun tanaman.
  • Akar. Akar yaitu organ tumbuhan yang mempunyai fungsi utama yaitu guna menghisap air dan garam mineral dalam darah. Akar juga mengalami pertumbuhan setiap harinya yang disebabkan oleh hormon giberelin.Setiap tumbuhan mempunyai bentuk akar yang berbeda-beda sesuai dengan daerah hidupnya dan sesuai dengan kebutuhan masin-masing tanaman. Memiliki dua jenis akar yaitu akar tunggang dan serabut, dimana akar tunggang biasanya berada pada tanaman-tanaman besar yang hidup didaerah tanah yang kering sedangkan akar serabut biasanya berada pada tumbuhan yang hidup di daerah tanah yang lembab dan subur seperti di sawah.
  • Bunga. Bunga yaitu salah satu bagian dari tanaman yang berperan dalam perkembangbiakkan tumbuhan tersebut. Bunga ini mempunyai karakteristik bentuk , dan warna yang khas dimana mempunyai aroma yang wangi. Salah satu kegunaan hormon giberelin yaitu untuk meningkatkan proses penyerbukan.

Fungsi Hormon Giberelin

Hormon giberelin mempunyai fungsi berikut:

  • Memanjangkan Batang. Fungsi dari pemberiannya hormon giberelin ialah bertujuan menghindari tanaman-tanaman yang mengalami kekerdilan. Hormon giberelin dapat memicu dengan pemanjangan dan pembelahan sel batang sehingga batang menjadi tinggi. Namun bukan semata-mata batang bisa memanjang hanya karena hormon giberelin, ada juga peran dari hormon auksin. Saat hormon giberelin diberikan, pertumbuhan suatu tanaman akan berpindah pada pertumbuhan organreproduktif, dan akan terjadi lonjakan yang memicu pertumbuhan dari batang lebih cepat.
  • Menghasilkan buah tanpa biji. Yaitu tepat setelah hormon giberelin disemprotkan, tanaman tersebut dengan sendirinya bertumbuh namun tidak menghasilkan biji. Hormon ini mampu menghasilkan tanaman berbuah tanpa biji, hal ini sudah terbukti sesudah pengaplikasiannya pada tumbuhan anggur. Selain dapat menghasilkan buah tanpa biji, atau nama latinnya “partenokarpi”, hormon ini juga bisa berimbas pada jumlah buah yang dihasilkan, yaitu lebih banyak, dan mampu menjaga ketahanan buah lebih lama setelah dipanen.
  • Perkembangbiakan atau pembungaan. Saat kondisi-kondisi lingkungan tertentu yang tidak stabil, sebuah tumbuhan tidak bisa tumbuh dengan baik, batangnya tidak bisa beruas panjang sehingga bunga tidak bisa tumbuh. Pada saat itulah tugas hormon giberelin, dengan pemberian hormon ini bisa membantu proses pembungaan pada tumbuhan berbunga lebih cepat.
  • Membantu perkecambahan. Hormon giberelin dapat sanggup mematahkan dormansi pada biji, merangsang biji untuk berkecambah melalui tumbuhnya koleoptil pada biji, radikula, dan plumula. Untuk perkecambahan dibutuhkan cahaya dan suhu tertentu.

Mekanisme Kerja Hormon Giberilin

Peran utama hormon giberelin yaitu saat proses pemanjangan sel yang berpengaruh langsung terhadap auksin. Mekanismenya ialah sebagai berikut :

Maka pada hormon giberilin juga sangat berpengaruh pada konsentrasi kadar auksin yang terjadi melalui pembentukan enzim proteolitik yang akan melepaskan asam amino triptofan ( pembentuk auksin ) sehingga dapat meningkatkan kadar auksin pada tumbuhan tersebut serta mempengaruhi pembentukan polihidroksi assam sinamat.

Lalu pada hormon ini juga dapat memicu terbentuknya enzim α-amilase yang akan menghidrolisispati sehingga kadar gula dalam sel akan naik. Dalam hal ini bisa menimbulkan air akan lebih banyak masuk sehingga proses pemanjangan sel terjadi.

Leave a Comment