Flu Perut

Flu perut tidak berhubungan dengan influenza, meskipun namanya mungkin menunjukkan sebaliknya. Hal ini ditandai dengan peradangan lambung dan usus. Tulisan berikut memberikan informasi tentang kondisi ini.

Disebut juga dengan nama gastroenteritis , flu perut adalah infeksi yang menyebabkan lambung dan usus meradang. Kondisi ini cenderung mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan yang terganggu, orang dewasa yang lebih tua, dan bayi. Ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang mungkin masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Gejala Utama

Indikasi umum termasuk diare berair, sakit perut, kram di daerah perut, dan demam ringan. Gejala-gejala ini mungkin disertai dengan mual, muntah, nyeri otot sesekali, dan sakit kepala. Biasanya, diare hanya berair. Namun, jika mengandung darah, maka itu mungkin mengindikasikan infeksi yang parah. Masa inkubasi cenderung berkisar antara 4 jam sampai 1-2 hari. Namun, itu mungkin tergantung pada jenis agen penyebab. Dalam kasus ringan, gejala ini mungkin berlangsung selama beberapa hari. Namun, dalam beberapa kasus, mereka bahkan dapat bertahan selama 10 hari.

Penyebab

Bakteri penyebab gastroenteritis termasuk Escherichia coli , Salmonella , Campylobacter , dan Shigella . Virus seperti adenovirus , rotavirus , astrovirus , dan norovirus juga diketahui sebagai patogen penyebab flu perut. Parasit dan protozoa seperti Giardia dan Cryptosporidium juga bisa menjadi agen penyebab. Seseorang dapat tertular infeksi dengan melakukan kontak dengan makanan atau air yang terkontaminasi. Agen penyebab dapat mencemari makanan jika makanan tidak disimpan atau disiapkan dengan cara yang higienis.

Perlakuan

Penggunaan antibiotik tidak membantu dalam kasus gastroenteritis virus. Bahkan dalam kasus gastroenteritis bakteri, antibiotik hanya diresepkan dalam kasus diare parah. Dokter biasanya menyarankan pasien untuk mengikuti beberapa tindakan perawatan diri di rumah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak makan makanan padat sampai perut tenang. Minum banyak cairan setiap hari diperlukan untuk mencegah dehidrasi. Minum Oral Rehydration Solution (ORS) dianjurkan. Mengisap keripik es atau minum soda bening dan minuman non-kafein juga membantu.

Setelah itu, makan dapat dilanjutkan secara bertahap. Lebih baik memulai dengan makanan hambar dan makanan yang mudah dicerna. Contoh umum termasuk nasi, pisang, gelatin, biskuit soda, dll. Juga bijaksana untuk menahan diri dari produk susu, makanan berlemak, alkohol, dan minuman berkafein. Istirahat yang cukup juga penting. Jangan mengobati sendiri. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan yang tepat.

Gastroenteritis dapat dicegah dengan mengikuti kebersihan pribadi yang tepat. Mencuci tangan secara menyeluruh, terutama setelah mengunjungi kamar kecil, dan menggunakan barang-barang pribadi yang terpisah, adalah beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan. Juga, hindari melakukan kontak dekat dengan orang yang terkena. Penting juga untuk lebih berhati-hati saat bepergian ke negara lain. Pastikan Anda menghindari makanan jalanan, atau makanan yang mungkin tidak disiapkan secara higienis. Minum air matang. Makanan mentah harus dihindari, begitu juga daging dan ikan yang kurang matang. Dapatkan diri Anda divaksinasi terhadap rotavirus, karena membantu mengurangi risiko infeksi.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Related Posts