Apa Fungsi Trakea

Trakea berfungsi sebagai lorong untuk memungkinkan lewatnya udara dari daerah kotak suara ke saluran pernapasan utama (bronkus) yang memasuki paru-paru. Saat udara melewati trakea, udara menjadi hangat dan lembab. Sel-sel piala menghasilkan lendir yang memerangkap partikel seperti benda asing, bakteri, dan virus. Seluruh trakea dilapisi dengan silia, proyeksi seperti rambut kecil yang kemudian menggerakkan partikel-partikel asing ini ke atas menuju mulut di mana mereka dapat ditelan.

Epitel pernapasan bersilia juga sebagai perangkap partikel debu di udara dan mendorong keluar dari saluran pernapasan, menuju faring (tenggorokan).

Otot trachealis yang bergabung dengan dua ujung cincin trakea dapat berkontraksi dengan demikian mengkonstriksi tabung trakea. Hal ini berguna untuk meningkatkan tekanan selama batuk untuk mengevakuasi iritasi secara efektif. Trakea berperan sebagai saluran pernapasan yang menghubungkan udara pernapasan yang diambil dari hidung masuk ke dalam rongga mulut kemudian mengalir melalui trakea menuju rongga paru- paru.

Lendir yang disekresikan oleh sel epitel trakea berperan untuk menjerat kotoran serta patogen yang terbawa udara. Pada bagian ujung trakea terdapat laring yang merupakan kotak suara.  Pada bagian ini terdapat katup epiglotis, katup yang akan menutup trakea ketika akan menelan makanan, sehingga makanan akan masuk ke saluran pencernaan, bukan ke sistem pernafasan.

Di dalam trakea, udara yang masuk akan dihangatkan. Selain untuk penyesuaian suhu juga bertujuan untuk mematikan patogen yang terbawa masuk.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *