Banyaknya Tokoh yang Membantu Perlawanan Perang Diponegoro

Penyebab Perang Diponegoro

Perang Diponegoro atau bisa disebut juga Perang Jawa, merupakan perang besar yang pernah terjadi di Nusantara antara penjajah Belanda dan pasukan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Pihak Belanda menyebut perang ini sebagai Perang Jawa (De Java Oorlog) karena terjadinya perang berpusat di Tanah Jawa, khususnya Yogyakarta.

Penyebab meledaknya perang Diponegoro adalah ketika Belanda memasang patok jalan kereta api yang melewati tanah makam keluarga Diponegoro di Tegalrejo, tanpa seizin Pangeran Diponegoro. Pada kenyataannya, perang Diponegoro disebabkan oleh banyak hal.

Salah satunya ialah adanya campur tangan penjajah (Belanda dan Inggris) dalam pemerintahan kesultanan Yogyakarta, yang kemudian tersirat dalam kebijakan dan peraturan kesultanan yang cenderung menguntungkan para penjajah.

Kondisi ini diperparah lagi dengan disingkirkannya orang-orang yang tidak mau bekerja sama dengan pihak Belanda, akibatnya beberapa pangeran termasuk Pangeran Diponegoro disingkirkan, karena secara terang-terangan memberontak dan melakukan perlawanan pada setiap kebijakan kesultanan yang ditetapkan.

Perang Diponegoro
Perang Diponegoro

Tokoh yang Membantu Perlawanan Pangean Diponegoro

Salah satu tokoh yang membantu perlawanan Pangeran Diponegoro dalam Perang Diponegoro yaitu Raden Tumenggung Sentot Alibasyah Prawirodigdoyo Bupati Gagatan yang merupakan panglima utama dalam peperangan dan memberi dukungan penuh kepada Pangeran Diponegoro.

Sentot Alibasyah merupakan panglima perang di barisan pasukan Pangeran Diponegoro yang diangkat ketika masih berumur 17 tahun. Seorang panglima yang dijuluki Napoleon Jawa ini menjadi orang kepercayaan Pangeran Diponegoro saat perang Diponegoro berlangsung.

Pasukan yang dipimpin oleh Sentot Alibasya memiliki sesuatu yang unik. Pasukan yang terdiri dari 1000 orang itu menyandang senjata sambil memakai jubah dan sorban, dan bahkan sistem struktur pasukan yang digunakan seperti pasukan Turki Utsmani.

Selain Sentot Alibasyah, para tokoh yang juga membantu perlawanan Pangeran Diponegoro yaitu Kyai Maja, yang merupakan pemimpin spiritual pemberontakan yang membantu Pangeran Diponegoro; Pangeran Mangkubumi, yang sejak awal mendukung adanya pemberontakan Pangeran Diponegoro di Tegalrejo;

I.S.K.S. Pakubowono VI yang juga membantu dan mendukung Pangeran Diponegoro; serta ada para Ulama yang memimpin markas-markas pertempuran di sepanjang garis jurusan timur, utara, dan barat, yaitu Kyai Imam Raf’i dari Bagelen, Kyai Imam Nawawi dari Purwokerto, Kyai Hasan Basori dari Banyumas, dan masih banyak kyai-kyai yang lain.

Perang Diponegoro

Tinggalkan Balasan