Tes mandiri testis

Testicular self-exam (TSE) adalah metode yang mudah dan direkomendasikan bagi pria untuk mengetahui kesehatan testis mereka, dan mendeteksi perubahan abnormal pada organ vital ini.

Tujuan dasar dari pemeriksaan diri testis (testicular self-exam-TSE) adalah untuk mendeteksi adanya kelainan fisik, yang mungkin mengindikasikan kelainan mendasar yang serius seperti kanker testis. Dalam kebanyakan kasus, motif utama TSE adalah untuk mendeteksi adanya benjolan, yang mungkin, atau mungkin tidak, menunjukkan perkembangan kanker testis, yang biasanya mempengaruhi satu testis.

Penyakit ini jarang terjadi, dan menyerang pria berusia antara 15 dan 34 tahun. Menurut para ahli, remaja laki-laki harus melakukan TSE, setelah mereka mencapai pubertas, atau mencapai usia 15 tahun. Disarankan untuk melakukan TSE setiap bulan, agar setiap perubahan abnormal pada testis dapat dengan mudah dideteksi.

Pemeriksaan sendiri Testis

  • Sebelum memulai prosedur, disarankan untuk mandi air panas atau mandi. Ini membantu jaringan skrotum untuk rileks, yang pada gilirannya, akan memudahkan untuk mendeteksi anomali, jika ada.
  • Sekarang, letakkan ibu jari Anda di atas satu testis, dan jari-jari lainnya di belakangnya.
  • Gulung jari dengan hati-hati di atas permukaan testis, untuk memeriksa adanya benjolan. Periksa apakah ada pembengkakan atau perubahan warna pada testis.
  • Ulangi prosedur untuk testis lainnya.

Hasil dan Interpretasinya

  • Saat Anda melakukan tes mandiri, Anda akan dapat merasakan tabung yang membawa sperma. Tabung ini mungkin terasa seperti benjolan, tetapi tidak menunjukkan adanya kelainan.
  • Selama pemeriksaan, Anda mungkin memperhatikan bahwa salah satu testis sedikit lebih besar, atau terletak sedikit lebih rendah dari yang lain. Namun, ini adalah fitur normal, dan tidak menunjukkan masalah kesehatan.
  • Pertumbuhan dan benjolan yang tidak normal bisa sekecil butiran beras, atau bisa seukuran kacang polong.
  • Jika Anda menemukan tanda-tanda abnormal, disarankan untuk melaporkan masalah tersebut ke ahlinya.

Gejala Kanker Testis

Tanda dan gejala umum kanker testis, selain adanya benjolan di testis, telah disajikan di bawah ini:

  • Skrotum terasa berat.
  • Mungkin ada rasa sakit yang tumpul di perut.
  • Orang yang terkena mungkin merasakan pengumpulan tiba-tiba di skrotum.
  • Payudara bisa menjadi lunak, dan ini bisa disertai dengan rasa sakit di testis.

Stadium kanker testis menentukan sifat pengobatan. Perawatan utama termasuk operasi pengangkatan testis. Setelah organ dikeluarkan, organ prostetik yang diisi dengan garam akan ditempatkan, jika diinginkan oleh pasien. Dalam beberapa kasus, pasca operasi, pasien juga dapat diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi.

Untuk mengulangi, individu di atas 15 tahun, atau mereka yang telah mencapai pubertas, harus melakukan TSE, setiap bulan sekali. Diagnosis dini dan pengobatan segera sangat penting untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker lebih lanjut.

Penafian: Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis profesional.