Sensasi Terbakar di Telinga

Rasa sakit atau sensasi terbakar di telinga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk kerusakan pada saraf perifer. Berbagai kemungkinan penyebab kondisi ini dibahas dalam artikel ini.

Telinga bagian dalam kita bertanggung jawab untuk mendengar, dan menjaga keseimbangan dan postur. Ketika labirin atau saraf vestibular telinga bagian dalam rusak atau meradang, itu dapat mengirim pesan yang salah ke otak dan menyebabkan vertigo.

Merasakan sensasi terbakar di telinga kadang-kadang sangat normal, terutama ketika kita merasa malu atau mengonsumsi makanan yang sangat panas dan pedas. Dalam kasus seperti itu, sensasi terbakar dapat dirasakan karena aliran darah yang tiba-tiba ke telinga. Kondisi ini biasanya sembuh dalam beberapa menit.

Namun, terkadang rasa panas atau kesemutan di telinga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu, apalagi jika hal itu sering dialami tanpa alasan yang jelas. Banyak orang mengalami sensasi kulit abnormal seperti itu. Istilah medis untuk kondisi ini adalah parestesia, dan dapat dikaitkan dengan infeksi, peradangan, atau trauma yang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Yuk cari tahu lebih lanjut tentang kondisi yang bisa menghasilkan sensasi tidak biasa di telinga.

Apa Penyebab Sensasi Terbakar di Telinga

Trauma pada Telinga

Cedera pada telinga dapat merusak saraf sensorik, yang dapat menghasilkan rasa sakit atau sensasi terbakar di telinga. Semua jenis cedera pada telinga, termasuk pukulan langsung ke telinga, serta cedera yang diterima saat kecelakaan dapat menyebabkan kondisi ini.

Otitis Media

Ini adalah istilah medis untuk infeksi telinga tengah. Otitis media adalah jenis infeksi telinga yang paling umum, yang biasanya berhubungan dengan penumpukan cairan di telinga tengah. Tabung Eustachius menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan, dan bertanggung jawab untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah. Jadi, ketika tabung ini tersumbat, cairan menumpuk di telinga tengah, yang menghasilkan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan agen infeksi. Infeksi telinga tengah dapat menghasilkan gejala seperti sakit telinga, sensasi penuh di telinga, pembengkakan, dan rasa sakit yang membakar. Otitis media lebih sering terjadi akibat pilek atau infeksi saluran pernapasan atas.

Otitis Eksterna

Seperti otitis media, otitis eksterna atau infeksi pada telinga luar juga dapat menghasilkan sensasi terbakar atau kesemutan di telinga yang terkena. Kondisi ini lebih dikenal sebagai telinga perenang. Biasanya disebabkan ketika air masuk ke saluran telinga luar dan tetap di sana, yang biasanya terjadi setelah berenang. Kehadiran air di saluran telinga luar menciptakan lingkungan yang hangat dan lembab, yang menguntungkan bagi pertumbuhan agen infeksi seperti bakteri.

Terkadang, otitis eksterna juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti adanya benda asing di telinga, dan alergi terhadap perhiasan. Cedera akibat menggaruk atau membersihkan telinga secara agresif dengan benda seperti jepit rambut dan kapas, juga dapat meningkatkan risiko otitis eksterna. Gejala yang paling umum dari kondisi ini adalah, gatal, kemerahan, sensasi terbakar atau nyeri berdenyut, bengkak, perasaan penuh di dalam telinga, dan keluarnya cairan bening dan tidak berbau.

Infeksi Sinus

Seperti infeksi saluran pernapasan atas, sinusitis atau infeksi sinus juga dapat menghasilkan rasa sakit yang membakar di telinga. Infeksi sinus biasanya disebabkan oleh pilek, rinitis alergi, septum yang menyimpang, atau adanya polip di rongga hidung.

Semua kondisi ini dapat menyebabkan sinus tersumbat, yang pada gilirannya dapat mencegah drainase cairan. Akibatnya, cairan menumpuk di dalam sinus, dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan mikroba. Nyeri atau tekanan pada wajah, hidung tersumbat, hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, bau mulut, dan hilangnya rasa dan penciuman adalah beberapa gejala umum yang terkait dengan sinusitis.

Diabetes dan Neuropati Perifer

Diabetes yang tidak diobati atau tidak terkontrol dengan baik dapat merusak saraf perifer, dan menghasilkan sensasi kulit yang tidak biasa seperti kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar di ekstremitas tubuh, seperti tangan, kaki, jari kaki, dan terkadang, telinga luar.

Neuropati perifer mengacu pada kerusakan saraf perifer. Terkadang, ini bisa disebabkan oleh kadar gula darah atau diabetes yang tinggi secara konsisten. Faktanya, neuropati perifer adalah salah satu bentuk paling umum dari neuropati diabetik. Selain diabetes, faktor seperti infeksi, paparan racun, cedera traumatis, dan masalah metabolisme tertentu juga dapat menyebabkan neuropati perifer.

Trauma pada Saraf Kranial

Saraf kranial adalah saraf yang berasal dari dasar otak. Pada manusia, ada 12 pasang saraf kranial, dan setiap jenis cedera traumatis dapat menghasilkan sensasi terbakar di berbagai bagian tubuh.

Pukulan

Sensasi terbakar di telinga dapat dikaitkan dengan kondisi seperti stroke, terutama jika disertai dengan mati rasa di wajah, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, bicara tidak jelas, kebingungan, dan kelumpuhan atau mati rasa di satu sisi tubuh. Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu.

Alergi

Alergi terhadap logam (dalam perhiasan), hair spray, pewarna, kosmetik, dan bahkan makanan tertentu dapat menghasilkan sensasi terbakar di telinga Anda. Reaksi alergi (terutama terhadap makanan dan obat-obatan tertentu) terkadang dapat menyebabkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, yang disebut anafilaksis. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan intervensi medis segera. Tanda dan gejala kondisi ini antara lain gatal-gatal, gatal-gatal, pembengkakan lidah, suara serak, pusing, gelisah, bingung, detak jantung tidak teratur, dan tekanan darah rendah.

Kemungkinan Penyebab Lainnya

Terlepas dari penyebab yang disebutkan di atas, beberapa kondisi lain mungkin terkait dengan rasa sakit atau sensasi terbakar di telinga, yang meliputi:

✧ Dingin yang ekstrem
â Terbakar sinar matahariâ Luka bakar kimiaâ Kompresi sarafâ Penumpukan kotoran telingaâ Multiple sclerosisâ Mastoiditis

Diagnosis dan Perawatan

Karena sensasi terbakar atau kesemutan di telinga dapat dikaitkan dengan begitu banyak kondisi kesehatan, itu hanya dapat diobati setelah memastikan penyebab pastinya. Jika disebabkan oleh infeksi, maka antibiotik dapat diperlukan. Tapi, jika itu adalah gejala neuropati perifer, maka pilihan pengobatannya akan sangat berbeda. Oleh karena itu, diagnosis yang akurat memainkan peran penting dalam pengobatan kondisi ini.

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat mengevaluasi riwayat kesehatan individu yang terkena, bersamaan dengan melakukan pemeriksaan fisik, CT scan telinga dan otak, dan pemeriksaan neurologis. Tes khusus untuk memeriksa gerakan, keseimbangan, koordinasi, penglihatan, dan pendengaran individu juga dapat dilakukan. Semua tes dan pemeriksaan ini akan membantu mempersempit penyebab sebenarnya, dan menyingkirkan masalah telinga lainnya.

Karena seringnya sensasi mati rasa dan rasa terbakar di telinga dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan utama tertentu, lebih baik kondisi ini dievaluasi dengan benar dengan bantuan dokter atau penyedia layanan kesehatan. Setelah kondisi didiagnosis, dapat diatasi dengan mengobati penyebab yang mendasarinya.

Penafian : Artikel ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti nasihat medis profesional.

Author: fungsi