Kekurangan Vitamin C

Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit yang disebut sebagai penyakit kudis. Mari kita pahami lebih dalam tentang gejala, pengobatan, dan penyebab defisiensi ini.

Vitamin C diperlukan untuk berfungsinya prolyl hydroxylase, yang melakukan hidroksilasi prolin dalam protein, bernama kolagen. Ini memainkan peran penting dalam pembentukan kolagen, yang pada gilirannya membantu pembentukan tulang. Ini juga memainkan peran penting dalam penyembuhan patah tulang dan cedera lainnya. Vitamin C juga membantu dalam penguraian kolesterol menjadi asam empedu.

Fungsi lainnya termasuk membantu dalam transformasi triptofan menjadi neurotransmitter yang disebut serotonin, dalam pembentukan asam tetrahydrofolic dari folacin dan dalam meningkatkan penyerapan zat besi. Ini juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dengan memperkuat sel darah putih. Selain fungsi-fungsi ini, suplemen membantu menjaga vitamin E dan A dari oksidasi dan mencegah kerusakan jaringan. Biasanya, kekurangan vitamin tidak sehat bagi tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit kudis. Penyakit periodontal adalah penyakit gusi yang disebabkan oleh kekurangannya.

Penyebab Kekurangan Vitamin C

Penyebab utama kekurangan vitamin C adalah kegagalan untuk mengkonsumsi makanan yang diperkaya. Penyakit seperti jantung koroner, luka bakar dan penyakit radang menuntut lebih banyak konsumsi nutrisi. Dengan demikian, adanya kondisi seperti itu meningkatkan kemungkinan defisiensi atau penyakit kudis. Merokok, dan terkadang paparan asap juga meningkatkan kemungkinan kekurangan. Paparan lingkungan beracun juga menyebabkan kekurangan ini.

Gejala Kekurangan Vitamin C

Gejala defisiensi awal adalah keengganan makanan, kelelahan, kelemahan, depresi, dan gusi berdarah. Cedera gagal sembuh karena jaringan parut, yang bertanggung jawab untuk penyembuhan, tidak diproduksi. Peradangan dan nyeri juga dialami pada persendian. Retensi air dalam tubuh dengan infeksi bronkial juga merupakan gejala defisiensi yang berbeda. Kulit keriput, anhidrat dan kecoklatan juga menunjukkan kekurangan vitamin C. Kekurangan juga dapat menyebabkan anemia, kerusakan otot dan melemahnya ujung tulang. Gejala jangka panjang termasuk radang sendi, penyakit kuning, kejang, dan dalam kasus yang parah kerusakan sistem saraf.

Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Tes darah adalah cara yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi kekurangan nutrisi dalam tubuh Anda. Sampel darah dari vena di lengan, diperiksa kadar asam askorbat dalam sel darah putih.

Perawatan hanya menekankan pada mengikuti diet yang diperkaya vitamin C, dan sumber terbaik dari ini adalah mengkonsumsi buah jeruk seperti lemon, jeruk, gooseberry, dll. Awalnya, dokter mungkin akan merekomendasikan dosis 250 mg asam askorbat atau suplemen vitamin C untuk dimiliki setiap hari. Secara bertahap, dosis dapat dikurangi menjadi 40 mg, karena kadarnya mulai menumpuk di dalam tubuh. Setelah perawatan dimulai, pendarahan, jika ada, akan hilang dalam sehari. Namun, dibutuhkan beberapa minggu untuk meredakan nyeri tulang. Seperti yang telah dibahas di atas, cara terbaik untuk mencegah kekurangan tersebut adalah dengan mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayuran yang diperkaya vitamin C. Beberapa sumber lainnya adalah kiwi, ubi jalar, grapefruits, brokoli, paprika hijau, kecambah, tomat, ikan dan susu segar.

Jika Anda menduga Anda menderita penyakit kudis, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Kekurangan vitamin C bukanlah penyakit yang mengancam. Memilih diet seimbang yang diperkaya dengan vitamin C dan nutrisi penting lainnya, akan membantu menjaga kekurangan ini. Makan sehat, hidup sehat!