Sakit kuku

Nyeri kuku adalah jenis ketidaknyamanan yang tidak biasa yang mungkin atau mungkin tidak diperhatikan tergantung pada seberapa parahnya. Jika rasa sakitnya sering atau memburuk, Anda harus menyingkirkan penyebabnya.

Meskipun kuku pada dasarnya tidak organik, kuku juga rentan terhadap penyakit. Bahkan saat kita dirawat untuk berbagai penyakit, salah satu parameter yang diperiksa adalah warna dan tekstur kuku. Oleh karena itu, dokter selalu memeriksa kuku sebelum melakukan diagnosis atau perawatan lebih lanjut.

Nyeri pada Kuku – Apa Indikasinya?
Nyeri kuku mungkin merupakan manifestasi dari kondisi berikut:

Paronikia :
Infeksi ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri/jamur. Gejala menonjol yang dirasakan pada awal infeksi ini adalah pembengkakan pada lipatan kuku, diikuti dengan kemerahan. Orang-orang yang tangan mereka di dalam air untuk waktu yang lama lebih rentan terhadap masalah ini.

Pseudomonas :
Ini adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi daerah antara lempeng kuku dan dasar kuku. Gejala pertama yang diamati adalah perubahan warna kuku. Jika gejala ini diabaikan, lempeng kuku akan cenderung terangkat dari dasar kuku dan menyebabkan nyeri kuku yang menyengat.

Herpetic Whitlow :
Infeksi ini dimulai dengan sensasi terbakar di ujung jari. Kelenjar getah bening di dekat ujung jari dapat membengkak dan menyebabkan rasa sakit di daerah yang terinfeksi. Jika gejalanya menetap untuk waktu yang lebih lama, orang tersebut mungkin mengalami demam ringan.

Selulitis :
Selulitis adalah salah satu penyebab nyeri dan ketidaknyamanan pada kuku. Infeksi bakteri ini menyebabkan peradangan pada jaringan ikat di lapisan dermal dan subkutan kulit di bawah kuku jari. Daerah yang terinfeksi biasanya hangat dan menyebabkan rasa sakit. Ini juga dapat menyebabkan pembatasan gerakan jari yang bebas.

Penjahat : Ujung kuku yang
terus-menerus sakit bisa disebabkan oleh infeksi ini. Daerah yang terinfeksi membengkak dengan akumulasi nanah, menyebabkan lebih banyak rasa sakit.

Onikogryposis :
Karena beberapa cedera atau trauma eksternal, kuku menebal dan lempeng kuku melengkung ke dalam, sehingga menjepit dasar kuku. Ini cukup menyakitkan dan disembuhkan dengan intervensi bedah.

Onikomikosis :
Ini adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh dermatofit dan ragi. Jamur kuku ini menyerang tepi dan pangkal kuku yang menyebabkan peradangan di dasar kuku.

Catatan : Selain penyebab yang disebutkan di atas, anemia (defisiensi zat besi yang parah), malnutrisi dan faktor keturunan juga menyebabkan nyeri kuku.

Apa Perawatannya?
Krim dan losion anti jamur menawarkan pereda nyeri instan. Antibiotik oral seperti itrakonazol, ter binafine dan flukonazol direkomendasikan jika ada infeksi pada lempeng kuku. Eritromisin atau sefaleksin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti paronikia.

Obat rumah terbaik untuk mengobati kuku yang sakit adalah dengan merendam jari dalam semangkuk air hangat dengan garam Epsom. Pembengkakan akan berkurang secara signifikan, juga menghilangkan rasa sakit pada kuku. Bahkan cuka sari apel dan hidrogen peroksida dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

Tindakan pencegahan
Infeksi dan penyakit menyerang ketika kita tidak merawat diri kita sendiri! Oleh karena itu, lebih baik untuk mengambil beberapa tindakan pencegahan dan mengikutinya untuk menjaga kuku kita tetap sehat dan bebas dari infeksi jamur:

  • Potong kuku secara teratur.
  • Gunakan sarung tangan tahan air saat bekerja dalam kondisi basah.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun, dan keringkan dengan kertas tisu segar.
  • Menanamkan pola makan sehat dengan suplemen protein dan vitamin yang cukup.
  • Hindari menggigit kuku.

Kuku jari terdiri dari sel-sel mati. Tetapi setiap perubahan warna dan teksturnya menunjukkan bahwa ada kelainan pada tubuh (seperti orang sakit kuning memiliki semburat kekuningan pada kuku jarinya). Oleh karena itu perawatan kuku sangatlah penting. Semoga artikel ini membantu Anda dalam menemukan solusi yang efektif untuk menyembuhkan gangguan pada kuku. Lagi pula, siapa yang tidak menginginkan kuku yang sehat? Jadi berhati-hatilah!

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat seorang ahli medis .