Penyebab Perut Keroncongan

Penyebab Perut Keroncongan

Perut yang keroncongan lebih sering menjadi bagian dari proses normal pencernaan. Namun, dalam beberapa kasus, ini mungkin menunjukkan beberapa unsur lain. Artikel Ini ini menyajikan informasi tentang penyebab fisiologis umum perut keroncongan.

Perut keroncongan, secara teknis dikenal sebagai borborygmus (jamak borborygmi), adalah suara gemuruh yang dihasilkan oleh pergerakan gas dan cairan di usus. Meskipun kondisi ini digambarkan sebagai ‘perut’ yang keroncongan, suara gemuruh atau gemericik biasanya berasal dari usus. Suara-suara ini sama sekali tidak berhubungan dengan fenomena gas lain seperti sendawa, kembung, dan keluarnya gas usus (flatus).

Suara gemericik dapat dihasilkan oleh usus kapan saja, namun biasanya dikaitkan dengan rasa lapar atau tidak adanya makanan di perut. Hal ini karena suara dari lambung dan usus tidak teredam oleh isi lambung. Namun, sebagian besar suara seperti itu tidak terdengar.

Penyebab Fisiologis Perut Kembung

Saluran pencernaan adalah tabung berongga yang membentang sepanjang sistem pencernaan, dari mulut ke anus. Dinding tabung ini terdiri dari lapisan otot polos. Otot-otot ini berelaksasi dan berkontraksi untuk menggerakkan isi saluran pencernaan melalui lambung dan usus. Proses ini disebut peristaltik. Suara gemuruh dihasilkan karena aktivitas memeras makanan, gas, dan cairan melalui saluran pencernaan. Kecepatan dan kekuatan peristaltik meningkat dengan adanya makanan. Dengan demikian, adanya gas dan cairan di usus menyebabkan kontraksi otot dan relaksasi dinding usus, menghasilkan getaran dan suara gemuruh.

Aktivitas ini juga meningkat, jika lambung dan usus halus dibiarkan kosong selama kurang lebih dua jam. Dua jam setelah isi perut Anda dikosongkan, perut mulai memproduksi hormon yang mengirim pesan ke otak. Respon dari otak mengarahkan otot untuk memulai kembali proses peristaltik. Karena ini, beberapa hal terjadi. Satu, kontraksi membantu menyingkirkan makanan apa pun yang terlewatkan sebelumnya. Kedua, mereka menyebabkan rasa lapar. Jadi, perut yang keroncongan adalah bagian dari proses alami pencernaan, dan Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Bunyi usus tanpa adanya gejala signifikan lainnya dianggap normal.

Gurgling dan menggerutu yang berlebihan

➺ Perut yang keroncongan bisa diperhatikan, jika pasien mengalami diare. Peningkatan jumlah cairan dan gas di usus dan peningkatan gerakan peristaltik dapat menyebabkan suara gemuruh yang keras.

â Konsumsi makanan dan minuman melibatkan menelan udara. Sejumlah besar udara dan gas di perut dan usus dapat menyebabkan borborigmus.

➺ Intoleransi terhadap jenis makanan tertentu, atau ketika makanan tidak sepenuhnya dicerna, orang tersebut mungkin dapat mendengar bunyi usus. Misalnya, dalam kasus intoleransi laktosa, gula susu yang tidak tercerna memasuki usus besar. Bakteri yang ada di usus besar melepaskan gas, karena mereka menyebabkan fermentasi gula.

➺ Ketika makanan yang tidak tercerna tetap berada di perut atau usus, bakteri memakannya, dan menghasilkan gas, yang dapat menyebabkan borborigmi dan perut kembung.

➺ Konsumsi gula tertentu yang berlebihan (misalnya fruktosa dan sorbitol) bisa menjadi penyebab perut kembung.

Perut Sering Keroncongan

â Sakit maag dapat menyebabkan perut keroncongan dan sakit perut yang berlebihan, jadi temui dokter jika Anda melihat gejala-gejala ini.

➺ Jika kebisingan disertai dengan rasa sakit yang parah, kembung, gas yang berlebihan, dan diare, bicarakan dengan dokter Anda. Ini bisa menjadi kondisi yang lebih serius, seperti sindrom iritasi usus besar.

➺ Jika masalah terus berlanjut, Anda harus menemui dokter Anda. Intoleransi makanan, alergi, penyakit celiac, divertikulitis, penyumbatan usus, atau radang usus besar, dll. Dapat berkontribusi pada gejala. Pengobatan yang cepat dan perubahan pola makan dapat membantu menurunkan gejala.

Cara Menghindari Bunyi Usus

➺ Makanlah dalam porsi kecil setiap beberapa jam, untuk mengimbangi rasa lapar dan perut yang keroncongan. Jauhi makanan yang diketahui menghasilkan gas seperti kacang-kacangan, sayuran, dan pengganti gula buatan.

➺ Hindari susu dan produk susu, jika Anda tidak toleran terhadap laktosa.

➺ Hindari konsumsi gula yang berlebihan serta pemanis alami.

â Hindari menelan udara dengan makan lebih lambat. Jangan berbicara berlebihan saat mengunyah dan menelan. Hindari merokok dan minum melalui sedotan.

➺ Siapkan beberapa biskuit atau makanan ringan hambar lainnya. Perut sering keroncongan, saat kosong. Jadi, sedikit ngemil di antara waktu makan dapat membantu mencegah suara menggeram. Pilih camilan yang ringan dan mudah dicerna.

➺ Cobalah minum satu sendok teh minyak zaitun sebelum makan. Asam lemak yang dilepaskan selama pencernaan minyak dapat membantu meminimalkan kontraksi lambung dan usus dalam sistem pencernaan.

Seperti yang Anda lihat, perut keroncongan adalah fenomena yang tidak berbahaya untuk sebagian besar bagian, tetapi bisa menjadi penyebab rasa malu atau indikasi penyakit yang lebih serius.

Penafian: Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Related Posts