Penyebab Hidung Beringus

Hidung meler mengacu pada keluarnya cairan dari saluran hidung. Hampir semua dari kita pernah mengalami kondisi ini dalam hidup kita. Artikel berikut memberikan informasi tentang berbagai penyebab kondisi ini.

Istilah medis untuk hidung meler adalah “Rhinorrhea”. Memiliki hidung meler sangat tidak nyaman dan menjengkelkan. Ini adalah kondisi yang sangat umum yang ditandai dengan keluarnya cairan secara terus menerus dan berlebihan dari saluran hidung. Ini dianggap sebagai salah satu mekanisme melawan infeksi yang dikembangkan oleh tubuh kita. Ini bukan kondisi serius dan bisa akut atau kronis. Namun, itu akan sembuh dalam beberapa hari atau minggu, tergantung pada penyebabnya. Hidung meler biasanya terjadi sebagai akibat dari beberapa alergi, pilek, atau influenza.

Penyebab

Seperti disebutkan sebelumnya, pilek adalah masalah kesehatan yang sangat kecil yang tidak memerlukan perawatan medis. Namun, jika gejalanya berlangsung dalam jangka waktu yang lama, seseorang harus mengunjungi dokter, karena ini mungkin merupakan tanda dari beberapa masalah kesehatan yang serius. Diberikan di bawah ini adalah daftar berbagai penyebab kondisi ini.

Pilek biasa: Pilek adalah infeksi virus, di mana saluran pernapasan bagian atas terinfeksi. Ini sangat umum pada anak-anak dan gejalanya bisa hilang dalam satu atau dua minggu. Seiring dengan pilek, gejala flu biasa lainnya termasuk batuk, hidung tersumbat, mata berair, demam, bersin, sakit tenggorokan, dll.

Influenza: Influenza yang umumnya dikenal sebagai flu, adalah infeksi virus yang mempengaruhi sistem pernapasan lengkap. Awalnya, gejala kondisi ini mirip dengan flu biasa, tetapi secara bertahap gejala yang parah seperti berkeringat dan menggigil, demam tinggi, batuk kering, diare, muntah, dll mulai berkembang.

Hay Fever: Hay fever juga dikenal sebagai rinitis alergi, dan itu disebabkan karena beberapa partikel asing yang masuk ke sistem pernapasan. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap alergen ini dan karenanya, beberapa orang mungkin menunjukkan gejala demam lebih sering daripada yang lain. Hidung meler, tekanan sinus, bersin, dan hidung tersumbat adalah beberapa gejala umum dari hay fever.

Alergi Hewan Peliharaan: Jika seseorang alergi terhadap bulu atau kulit hewan peliharaan, maka ia dapat mengalami pilek. Alergen ini adalah protein hewani yang ada di kulit atau bulunya. Masuknya alergen ini menyebabkan peradangan pada saluran hidung. Gejala alergi hewan peliharaan sangat mirip dengan demam.

Sinusitis kronis: Sinus adalah ruang kosong yang ada di dekat saluran hidung. Sinusitis kronis adalah infeksi atau peradangan pada sinus tersebut. Sinus yang meradang menyebabkan akumulasi lendir dan menyebabkan pembengkakan pada wajah di dekat mata. Jenis sinusitis ini dapat berlangsung selama lebih dari 7 hingga 8 minggu. Kesulitan bernafas, pilek, batuk, sakit telinga, dll adalah beberapa gejala dari kondisi ini. Sinusitis akut memiliki gejala yang mirip dengan sinusitis kronis, tetapi gejala ini berlangsung untuk waktu yang singkat.

Rhinitis Nonallergic: Rhinitis nonallergic memiliki gejala seperti demam, tetapi tidak melibatkan semua jenis reaksi alergi. Kondisi ini dapat berkembang cukup sering, dan faktor yang memicu kondisi ini antara lain, perubahan cuaca, makanan pedas, perubahan hormonal, stres, dll.

Beberapa Penyebab Lainnya

  • Septum menyimpang
  • Alergi makanan
  • Alergi tungau debu
  • rubella
  • Menangis
  • Roseola
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Batuk rejan
  • Flu babi
  • Tumor saluran hidung
  • Trauma hidung
  • Polip hidung
  • Sakit kepala cluster

Sebelum minum obat apa pun, seseorang harus mencoba beberapa pengobatan rumahan untuk mengobati kondisi ini. Dengan beberapa solusi mudah seperti mandi uap, tetes air garam, dll. Seseorang dapat menyingkirkan kondisi ini dengan mudah. Perawatan kondisi ini diperlukan hanya jika berlangsung lebih dari seminggu.