Klirens Kreatinin Rendah

Kreatinin dibersihkan melalui ginjal dari tubuh, dan cara untuk memeriksa kadarnya adalah dengan menguji sampel urin. Artikel ini membahas tes ini secara rinci.

Creatine adalah asam amino, yang memberi energi pada otot dan membantu kita mendapatkan massa tubuh tanpa lemak. Asam amino ini selanjutnya dipecah menjadi kreatinin, yang merupakan produk limbah yang dibuat dari pemecahan normal jaringan otot. Saat produk limbah ini diproduksi, ia akan disaring dari darah melalui ginjal dan dikeluarkan melalui urin. Salah satu cara untuk memeriksa apakah ginjal berfungsi normal adalah dengan melakukan tes klirens kreatinin. Jika ginjal Anda tidak bekerja secara normal, maka jumlah kreatinin dalam urin Anda berkurang sementara kadarnya dalam darah Anda meningkat. Seorang dokter dapat merekomendasikan untuk memeriksakan kadar ini sebagai bagian dari tes rutin untuk memeriksa fungsi ginjal.

Tes Klirens Kreatinin

Tes ini mengukur seberapa baik ginjal Anda mengeluarkan kreatinin dari darah Anda. Ini memberikan informasi yang lebih baik daripada tes serum tentang seberapa baik ginjal Anda bekerja. Tes ini dilakukan pada sampel darah dan sampel urin yang dikumpulkan selama 24 jam.

Hasil Normal

Klirens kreatinin diukur sebagai mililiter/menit (ml/menit). Nilai normalnya adalah:

  • Pria: 97 hingga 137 ml/menit
  • Wanita: 88 hingga 128 ml/menit

Rentang nilai normal mungkin sedikit berbeda dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya.

Hasil Di Bawah Normal

Klirens kreatinin yang rendah mungkin mengindikasikan gangguan ginjal yang serius. Kerusakan ginjal bisa akut (mendadak) atau kronis (jangka panjang), yang dapat diidentifikasi dengan tes berulang dari waktu ke waktu. Nilai yang lebih rendah dari normal dapat menunjukkan:

  • Infeksi yang mengancam jiwa
  • Terkejut
  • Kanker
  • Aliran darah rendah ke ginjal
  • Penyumbatan saluran kemih
  • Gagal jantung
  • Dehidrasi
  • Sirosis

Tindakan untuk Diikuti

Jika Anda memiliki klirens kreatinin yang rendah, dokter akan memandu Anda untuk mengatasi masalah ini. Penderita diabetes dan hipertensi masing-masing mengontrol kadar glukosa darah dan tekanan darahnya. Untuk ini, mereka harus mengikuti diet sehat, berolahraga secara teratur, minum obat yang tepat, dan menjalani hidup bebas stres. Jika kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi tidak ada, tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit ginjal.

Tingkat rendah merupakan indikasi masalah ginjal; namun, mereka bukanlah faktor penentu. Tes lain seperti tes protein urin akan dilakukan untuk diagnosis yang benar. Memeriksa klirens kreatinin secara berkala akan membantu mendeteksi adanya penurunan fungsi ginjal dari waktu ke waktu.

Penafian : Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis ahli.