Infeksi Usus Bawah

Sakit perut, mual, muntah, dll., adalah gejala umum infeksi di usus bagian bawah. Artikel ini akan memberi Anda informasi lebih lanjut tentang penyebab dan metode pengobatan infeksi usus.

Infeksi pada usus dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit lainnya. Ini semua secara kolektif dikenal sebagai patogen. Infeksi yang terjadi di usus bisa ringan hingga serius, tergantung penyebabnya. Bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak segera didiagnosis dan diobati. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab infeksi.

Penyebab

Seperti disebutkan di atas, infeksi usus dapat disebabkan karena lebih banyak mikroorganisme. Berikut ini adalah daftar parasit usus terkemuka yang menyebabkan infeksi usus pada manusia.

  • Escherichia coli
  • Shigella sp
  • Stafilokokus
  • Salmonella sp
  • Vibrio sp
  • Campylobacter sp
  • Clostridium spp
  • Bacillus spp
  • Listeria sp
  • Rotavirus
  • virus hepatitis A
  • Adenovirus
  • Torovirus
  • Virus corona
  • virus picorna
  • virus herpes
  • Cacing pipih
  • Cacing gelang
  • cacing pita
  • cacing tambang

Mikroorganisme ini (bakteri dan virus) masuk ke dalam tubuh manusia melalui media makanan dan air. Ketika seseorang makan makanan yang terkontaminasi, mentah atau busuk, penyakit ini menyebabkan patogen masuk ke dalam tubuh yang mengakibatkan infeksi. Gastroenteritis atau flu perut adalah salah satu penyakit paling signifikan yang menyebabkan infeksi usus bagian bawah. Hal ini dapat disebabkan karena virus seperti adenovirus, parvovirus; atau bakteri seperti Staphylococcus aureus atau E. coli. Gastritis, keracunan makanan, penyakit bawaan makanan, demam tifoid, dll., juga merupakan penyakit lain yang menyebabkan infeksi usus pada manusia. Penyakit ini disebabkan karena konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Tanda dan gejala

Gejala semua penyakit bawaan makanan, pada tahap awal, kurang lebih sama. Berikut ini adalah gejala yang menonjol:

  • Mual
  • muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Penyakit kuning
  • Gangguan tidur
  • Ruam kulit
  • Pusing
  • Dehidrasi
  • Menggertakkan gigi
  • Kelemahan
  • Penurunan berat badan

Selain gejala yang disebutkan di atas, pada kasus yang parah, gejala lain seperti kejang otot, masalah mental, nyeri sendi, pembengkakan di bagian tubuh tertentu, dll., juga dapat diamati. Jika seseorang mengamati salah satu gejala di atas, ia harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Mengobati Infeksi Usus

Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah dan urin untuk mendiagnosis penyakit. Penting untuk mengetahui penyebab pasti infeksi sebelum memulai perawatan. Langkah pertama dalam pengobatan melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengontrol diare dan muntah. Hal ini juga diperlukan untuk mengobati dehidrasi yang mengikuti.

Infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan bantuan antibiotik. Sangat penting untuk mengikuti antibiotik lengkap untuk menyingkirkan bakteri sepenuhnya. Ada obat yang tersedia yang membantu dalam mengobati infeksi virus dan parasit lainnya. Dokter mungkin menyarankan tirah baring selama 1-2 hari untuk mengatasi kelemahan. Dalam kasus yang parah, rawat inap dengan salin intravena (IV) mungkin diperlukan.

Setelah orang tersebut benar-benar sembuh dari penyakit bawaan makanan, ia harus mengikuti tindakan pencegahan untuk mencegahnya terulang kembali. Dokter akan menyarankan untuk makan makanan hambar selama beberapa minggu. Bahkan disarankan untuk memiliki makanan yang baru dimasak daripada makanan yang dikemas dan diproses. Seseorang tidak boleh mengkonsumsi makanan basi atau sisa (terutama makanan non vegetarian) untuk mencegah infeksi usus bagian bawah. Dianjurkan juga untuk minum air minum yang bersih dan murni untuk menghindari penyakit ini.

Sebagai catatan penutup, kita harus mencatat bahwa menjaga kebersihan dan higiene dapat membantu dalam pencegahan penyakit ini untuk sebagian besar. Hati-hati!

Penafian: Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Related Posts