Gejala Penyakit Tidur

Penyakit tidur atau trypanosomiasis Afrika adalah penyakit parasit yang ditemukan terutama di Afrika. Tidur yang tidak terkontrol merupakan salah satu gejala penyakit ini.

Penyakit tidur adalah penyakit menular endemik yang disebabkan oleh parasit yang dikenal sebagai trypanosome. Lalat Tsetse, ditemukan di Afrika, menularkan penyakit. Seperti disebutkan di atas, gejala utama penyakit ini adalah tidur yang tidak terkendali, dan karenanya dinamakan demikian. Meskipun awalnya gejalanya kecil, mereka dapat memburuk seiring waktu jika tidak ada pengobatan yang dilakukan. Dalam hal ini, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sekarang, tidak setiap lalat tsetse membawa parasit. Namun, orang perlu berhati-hati karena ada risiko tinggi tertular penyakit tidur jika digigit lalat. Gigitannya sangat menyakitkan dan menghasilkan bintil merah dan bengkak di tempat. Penyakit tidur hanya ditemukan di Afrika, dan sangat jarang di bagian lain dunia. Namun, jika seseorang telah bepergian atau tinggal di Afrika untuk beberapa waktu, ada kemungkinan besar tertular penyakit ini.

Tanda dan gejala

Kantuk dan gangguan pola tidur merupakan gejala utama dari gangguan ini. Tapi, itu adalah tipe yang aneh. Orang tersebut merasa sangat mengantuk di siang hari dan menderita insomnia di malam hari. Gejala lain termasuk:

  • Dorongan tak terkendali untuk tidur
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Kantuk
  • Perubahan suasana hati
  • Benjolan bengkak tempat digigit lalat
  • Pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh
  • berkeringat

Dalam kasus ekstrim, meningoensefalitis yaitu, radang meningen otak dan sumsum tulang belakang dapat terjadi. Pada tahap selanjutnya, orang tersebut bahkan bisa mengalami koma. Sangat sulit untuk mengobati penyakit pada tahap ini. Oleh karena itu, perlu untuk mengenali gejalanya sedini mungkin.

Perlakuan

Disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala-gejala ini diamati. Jika penyakit tidur tidak diobati pada waktu yang tepat, dapat menyebabkan komplikasi parah seperti gagal jantung, penyakit lain yang berhubungan dengan otak, dan bahkan kematian. Dokter dapat melakukan tes seperti apusan darah, hitung darah lengkap (CBC), kadar albumin dan globulin, dan pemeriksaan fisik lengkap untuk mendiagnosis penyakit. Obat-obatan dan obat-obatan sangat membantu dalam mengobati penyakit ini.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan organisasi kesehatan untuk mengendalikan dan membasmi parasit penyebab penyakit tersebut. Tidak ada vaksinasi untuk penyakit tidur. Oleh karena itu, penting bagi orang untuk mengikuti tindakan pencegahan tertentu saat bepergian dan tinggal di Afrika. Masyarakat harus berhati-hati terhadap gigitan serangga dan lalat, serta menjauhi tempat-tempat yang diduga sebagai tempat tinggal lalat tsetse. Mengenakan pakaian lengan panjang dianjurkan untuk mencegah gigitan serangga.

Saat bepergian, selalu lebih baik untuk memiliki pengetahuan tentang penyakit lokal dan gejalanya untuk melindungi diri dari penyakit tersebut.

Penafian: Artikel ini dimaksudkan hanya untuk memberikan informasi. Hal ini tidak untuk menggantikan nasihat dokter.