Erosi Kornea Berulang

Erosi kornea berulang adalah cedera yang disebabkan oleh kornea mata. Dengan tidak adanya diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu, gangguan mata ini dapat memiliki efek serius dalam hal kebutaan sebagian atau total…

Mata adalah organ paling sensitif dalam tubuh manusia. Ini adalah organ indera yang memungkinkan penglihatan. Sel kerucut dan sel batang yang ada di retina mata memungkinkan persepsi cahaya dan penglihatan. Mata manusia dapat membedakan sekitar 10 juta warna. Bagian-bagian mata manusia terdiri dari lensa, kornea, pupil, iris, retina, makula, sklera, konjungtiva, lapisan air mata, dan vitreus.

Kornea adalah bagian penting dari mata yang melindungi iris dan pupil. Kornea melindungi mata dari berbagai benda asing seperti kuman, kotoran dan menyaring sinar ultraviolet dari matahari. Perhatian penuh harus diambil sambil melindungi bagian-bagian mata karena rentan terhadap banyak masalah. Salah satu infeksi mata tersebut adalah erosi kornea berulang.

Erosi Kornea Berulang (RCE) adalah kelainan pada mata yang disebabkan karena hilangnya sel epitel pada kornea. Sel-sel epitel yang ada di kornea gagal menempelkan diri dengan benar ke lapisan Bowman, yang merupakan membran basal. Sel-sel epitel ini dengan mudah ditarik dari membran basal bahkan jika ada sedikit gerakan kelopak mata di atas mata.

Kondisi ini sangat menyakitkan karena area sensitif kornea terkena benda asing dan infeksi. Ini lebih sering terlihat pada wanita daripada pria dan sering mempengaruhi orang yang berusia lebih dari empat puluh tahun. Orang sering cenderung mengabaikannya sebagai masalah biasa kecuali jika mereka mengalami rasa sakit dan iritasi mata yang terus-menerus.

Penyebab

Beberapa masalah mata seringkali cenderung diabaikan hanya sebagai kondisi kecil. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius seperti erosi kornea.

  • Perubahan abnormal pada struktur kornea yang dikenal sebagai distrofi kornea
  • Setiap penyakit kornea yang tidak terdiagnosis dan mendasarinya
  • Abrasi kornea atau mata gatal (cedera pada kornea mata)

Gejala

Masalah mata ini bisa ditandai dengan terjadinya gejala berikut ini. Gejala-gejala ini biasanya terlihat di pagi hari ketika orang tersebut bangun dari tidur dan membuka matanya:

  • Perasaan kehadiran benda asing di mata
  • Penglihatan kabur
  • Iritasi bola mata diikuti dengan rasa sakit
  • Mata kering
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Produksi air mata yang berlebihan menyebabkan mata berair
  • Ketidaknyamanan dan rasa sakit di mata yang disebabkan karena paparan cahaya terang
  • Mata tampak merah dan pembuluh darah menjadi terlihat
  • Kejang pada otot mata yang mengakibatkan mata juling.

Perlakuan

Untuk mencegah terjadinya gangguan mata, perawatan mata yang tepat harus dilakukan. Jangan menghindari salah satu gejala penyakit mata karena dapat menyebabkan kebutaan total. Melihat gejala seperti nyeri, mata berair dan iritasi harus segera dibawa ke dokter atau dokter mata, yang dapat mendiagnosis kondisi tersebut dengan bantuan oftalmoskop, yang merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam mata dan mendeteksi keberadaan mata. dari penyakit apapun.

Jika Anda menderita erosi kornea yang terus-menerus, dan mengalami rasa sakit bahkan setelah melakukan perawatan mata sendiri seperti sering mencuci mata dan menghindari faktor lain yang dapat mempengaruhi mata, maka Anda mungkin harus menjalani perawatan berikut:

  • Tetes Mata : Â Dokter mungkin meresepkan obat tetes mata antibiotik yang harus digunakan setiap dua jam untuk mengurangi rasa sakit. Ada juga obat steroid tertentu untuk meredakan peradangan yang disebabkan karena kondisi ini.
  • Vaksinasi : Â Jika cedera disebabkan karena adanya benda asing seperti potongan logam di mata, maka dokter dapat memberikan vaksinasi tetanus untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.
  • Penutup Mata atau Pembalut Tekanan : Jika luka telah menyebar ke bagian dalam kornea, penggunaan penutup mata bersama dengan obat tetes mata dapat bermanfaat.
  • Perawatan Laser : Dalam kasus yang parah dari sindrom erosi kornea, individu mungkin harus menjalani operasi untuk mengobati gangguan dan mencegah pembentukan jaringan parut yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Waktu penyembuhan mungkin tergantung pada intensitas infeksi dan respons pasien terhadap pengobatan. Jika Anda melihat salah satu gejala di atas yang mungkin mengindikasikan erosi kornea berulang, konsultasikan dengan dokter mata Anda sesegera mungkin untuk menghentikan kemungkinan komplikasi.

Related Posts