Diagnosis Mesothelioma

Mesothelioma didiagnosis menggunakan x-ray, CT scan, dan MRI scan. Saat ini, sebagian besar ahli bedah lebih suka menggunakan pemindaian PET karena akurasi dan kemampuannya untuk menunjukkan organ dalam/struktur rangka dengan detail yang halus.

Komplikasi Mendiagnosis Mesothelioma

Diagnosis mesothelioma tidak mudah dan biasanya melibatkan banyak komplikasi.

Diagnosis untuk mesothelioma mungkin mengarah pada beberapa penyakit atau kondisi lain karena kesamaan antara mesothelioma dan banyak penyakit/kondisi ringan seperti flu biasa dan alergi musiman.

Dalam beberapa kasus mesothelioma dapat didiagnosis sebagai kanker paru-paru yang juga melibatkan paru-paru, tetapi merupakan jenis kanker yang sama sekali berbeda dari mesothelioma.

Teknik Mendiagnosis Mesothelioma

Diagnosis mesothelioma biasanya akan dimulai dengan dokter/ahli bedah meninjau riwayat medis lengkap pasien. Ini diikuti dengan pemeriksaan fisik menyeluruh tergantung pada tanda dan gejala mesothelioma yang dijelaskan oleh pasien. Tanda dan gejalanya dapat berupa sesak napas, kesulitan bernapas akibat kompresi paru-paru, nyeri dada ringan hingga berat yang terus-menerus, paru-paru dikelilingi oleh cairan berlebih, kelelahan yang disebabkan tanpa alasan yang jelas, dahak mengeluarkan darah, penurunan berat badan yang tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. , nyeri terus-menerus (ringan hingga berlebihan) di perut, pembengkakan perut, perubahan tiba-tiba yang terlihat saat buang air besar dengan diare atau sembelit yang terus-menerus, dan benjolan jaringan di perut.

Tes fisik akan mencakup tes pencitraan untuk mencari dan menentukan sel/pembentukan kanker. Tes pencitraan ini dapat mencakup satu atau lebih hal berikut.

— Sinar-X
— Pemindaian CAT / CT— Pemindaian MRI— Pemindaian PET

Tes lain untuk menentukan mesothelioma melalui biopsi dapat mencakup yang berikut ini.

– Torakoskopi
– Peritoneoskopi

Menggunakan sinar-X

Rontgen dada atau perut akan memungkinkan dokter/ahli bedah untuk melihat melalui lapisan kulit dan jaringan permukaan. Sinar-X menunjukkan penumpukan cairan/massa dan membantu dalam menentukan kejadian mesothelioma di paru-paru, perut, atau jantung.

Sinar-X adalah salah satu metode tertua untuk mendiagnosis mesothelioma dan memiliki beberapa kekurangan. Sinar-x diketahui melewatkan pertumbuhan kecil yang disebabkan pada mesothelioma, yang menyebabkan keterlambatan lebih lanjut dalam diagnosis yang benar dan mungkin membahayakan nyawa pasien.

Menggunakan CAT/CT Scan

Pemindaian CT/CAT (computed axial tomography) pada dasarnya adalah sinar-x tiga dimensi yang mampu memproyeksikan gambar internal organ, tulang, dan struktur kerangka yang sangat detail. CT scan adalah metode menggabungkan gambar dari beberapa x-ray menggunakan komputer untuk mereproduksi gambar penampang atau tiga dimensi organ internal. Hal ini berguna dalam menentukan lokasi dan penyebaran mesothelioma. Mereka jauh lebih akurat secara detail daripada x-ray, membantu dokter / ahli bedah membuat diagnosis yang lebih akurat. Salah satu kelemahan CT scan adalah tidak dapat membedakan mesothelioma jinak atau ganas.

Menggunakan Pemindaian MRI

Pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) lebih canggih daripada x-ray dan CT scan. Alat ini memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio yang tinggi, dan dengan bantuan komputer memberikan gambaran yang jelas kepada dokter/ahli bedah tentang organ dalam dan struktur rangka. Pemindaian MRI sangat jelas dan sangat berguna dalam mendeteksi mesothelioma terkait pertumbuhan jaringan lunak dan menentukan tingkat keparahan tumor.

Menggunakan Pemindaian PET

Pencitraan PET (positron emission tomography) adalah teknologi pencitraan terbaik dan paling banyak digunakan untuk mendiagnosis mesothelioma. Pemindaian PET menggunakan kamera dan pelacak yang membentuk gambar untuk menunjukkan perubahan biologis yang mampu mendeteksi tumor kanker yang sangat kecil. Mereka jauh lebih unggul dalam kualitas dan detail gambar jika dibandingkan dengan sinar-x, pemindaian CAT, dan bahkan pemindaian MRI. Pemindaian PET juga membantu dokter/ahli bedah dalam menentukan stadium kanker.

Torakoskopi

Torakoskopi adalah proses di mana ahli bedah akan membuat sayatan kecil di dinding dada dan memasukkan alat yang dikenal sebagai torakoskop (dilengkapi dengan kamera mini dan lampu) untuk memeriksa dan mendapatkan sampel jaringan untuk biopsi lebih lanjut.

Peritoneoskopi

Peritoneoscopy adalah proses di mana ahli bedah akan membuat sayatan kecil di perut untuk mengambil sampel jaringan untuk biopsi lebih lanjut.

Apa Setelah Diagnosis Mesothelioma Positif?

Setelah didiagnosis dengan mesothelioma bahkan yang terkuat di hati dan pikiran bisa menjadi lemah. Waktu bertahan hidup saat ini setelah diagnosis positif hanya 12 hingga 18 bulan (beberapa bahkan tidak akan bertahan selama ini).

Ada beberapa berita yang menenangkan bagi orang-orang yang akan didiagnosis positif mesothelioma di masa depan. Tes dan obat baru yang sangat menjanjikan sedang menjalani uji coba dan harus mendapatkan waktu bertahan hidup setelah diagnosis minimal 5 tahun atau lebih. Dengan kemajuan pesat dalam teknologi, waktu bertahan hidup setelah diagnosis mesothelioma akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik.

Author: fungsi