Apa itu Komputasi Kognitif?

Komputasi kognitif mengacu pada pengembangan sistem komputer yang dicaralkan setelah otak manusia. Awalnya disebut sebagai kecerdasan buatan, para peneliti mulai menggunakan istilah cararn sebagai gantinya pada 1990-an, untuk menunjukkan bahwa sains dirancang untuk mengajar komputer berpikir seperti pikiran manusia, daripada mengembangkan sistem buatan. Jenis komputasi ini mengintegrasikan teknologi dan biologi dalam upaya merekayasa ulang otak, salah satu komputer paling efisien dan efektif di Bumi.

Sistem komputer kognitif dicaralkan setelah otak manusia.

Komputasi kognitif berakar pada 1950-an, ketika perusahaan komputer pertama kali mulai mengembangkan sistem komputer cerdas. Namun, sebagian besar dari sistem ini terbatas, karena mereka tidak dapat belajar dari pengalaman mereka. Kecerdasan buatan awal dapat diajarkan serangkaian parameter, tetapi tidak mampu membuat keputusan untuk dirinya sendiri atau secara cerdas menganalisis situasi dan menghasilkan solusi. Antusiasme untuk teknologi mulai berkurang, karena para ilmuwan khawatir bahwa komputer cerdas tidak akan pernah bisa dikembangkan.

Namun, dengan kemajuan besar dalam ilmu kognitif , para peneliti yang tertarik pada kecerdasan komputer menjadi tertarik. Pemahaman biologis yang lebih dalam tentang bagaimana otak bekerja memungkinkan para ilmuwan untuk membangun sistem komputer yang dicaralkan menurut pikiran, dan yang paling penting untuk membangun komputer yang dapat mengintegrasikan pengalaman masa lalu ke dalam sistemnya. Komputasi kognitif dilahirkan kembali, dengan para peneliti pada pergantian abad ke-21 mengembangkan komputer yang beroperasi pada tingkat kecepatan yang lebih tinggi daripada yang dilakukan otak manusia.

Komputasi kognitif mengintegrasikan gagasan jaringan saraf , serangkaian peristiwa dan pengalaman yang diatur komputer untuk membuat keputusan. Jaringan saraf berkontribusi pada tubuh pengetahuan komputer tentang suatu situasi dan memungkinkannya untuk membuat pilihan berdasarkan informasi, dan berpotensi untuk mengatasi hambatan atau masalah. Para peneliti berpendapat bahwa otak adalah sejenis mesin, dan karena itu berpotensi untuk direplikasi. Pengembangan jaringan saraf merupakan langkah besar ke arah ini.

Saat tubuh pengetahuan tentang otak tumbuh dan para ilmuwan lebih banyak bereksperimen dengan komputasi kognitif, komputer cerdas adalah hasilnya. Komputer pintar yang mampu mengenali perintah suara dan menindaklanjutinya, misalnya, digunakan di banyak sistem telepon perusahaan. Komputasi kognitif juga digunakan di banyak sistem navigasi di pesawat dan kapal, dan meskipun sistem ini sering kali tidak dapat menangani krisis, sistem ini dapat mengoperasikan pesawat dalam kondisi normal.

Pada pergantian abad ke-21, banyak peneliti percaya bahwa komputasi kognitif adalah harapan dalam waktu dekat. Dengan mereplikasi otak manusia dalam bentuk komputer, para peneliti berharap dapat memperbaiki kondisi manusia serta memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang reaksi biologis yang menggerakkan otak. Komputer yang mampu bernalar mulai muncul pada akhir 1990-an, dengan harapan akan kesadaran menyusul.

Related Posts