Apa itu Sistem Enkripsi?

Enkripsi adalah ilmu atau sistem penyandian atau penyandian data untuk mengamankannya. Kata enkripsi berasal dari awalan en yang berarti “menyebabkan berada di” dan root crypt yang diabstraksikan dari kata-kata seperti cryptic dan cryptography sehingga encrypt dapat disamakan dengan kata encode yang ada . Lawan dari encrypt adalah decrypt, sama seperti lawan dari encode adalah decode. Sistem enkripsi adalah pendekatan standar untuk enkripsi dan dekripsi pesan.

Halaman terenkripsi memiliki “https” bukan hanya “http”.

Menggunakan sistem enkripsi mempromosikan privasi dan keamanan. Bahkan jika seseorang memegang ciphertext , itu tidak akan mudah dibaca. Selain itu, mengenkripsi data membantu memastikan bahwa data tidak diubah selama transmisi. Selain itu, sistem enkripsi disiapkan untuk otentikasi, yang berarti bahwa identitas pengirim pesan dan haknya untuk terlibat dalam jenis aktivitas tertentu — seperti memulai pembelian kartu kredit menggunakan nama dan akun tertentu — telah diverifikasi. oleh sistem. Akhirnya, sistem enkripsi menawarkan jaminan bahwa pengirim yang mengaku bertanggung jawab atas asal usul pesan.

Sistem enkripsi mengkodekan teks biasa untuk keamanan.

Ada beberapa jenis sistem enkripsi penting yang digunakan dalam kriptografi jaringan . Di satu sisi, ada sistem Enkripsi Kunci Simetris, yang juga dikenal sebagai Kriptografi Kunci Rahasia (SKC). Sistem ini hanya menggunakan satu kunci untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Sistem Enkripsi Kunci Simetris asli menggunakan Data Encryption Standard DES), yang sejak itu telah digantikan oleh Advanced Encryption Standard (AES).

Jenis utama sistem enkripsi lainnya adalah sistem Enkripsi Asimetris atau Kunci Publik, yang juga dikenal sebagai Kriptografi Kunci Publik (PKC). Metode Kunci Publik menggunakan sepasang kunci, satu untuk mengenkripsi data dan yang kedua untuk mendekripsi. Sistem ini menggunakan sertifikat digital yang dikeluarkan oleh Certification Authority (CA), yang merupakan pihak ketiga yang terpercaya, untuk verifikasi.

Sistem Enkripsi Kunci Publik diimplementasikan baik melalui Secure Socket Layers (SSL) dan melalui Transport Layer Security ( TLS ). Penggunaan TLS inilah yang mengarah ke alamat halaman web “https” daripada sekadar “http” sebagai tanda bahwa sertifikat digital untuk halaman tersebut telah diverifikasi dan bahwa data yang diproses melalui halaman tersebut akan dienkripsi. Browser yang memiliki keamanan yang baik akan memberikan berbagai peringatan kepada pengguna jika sertifikat digital gagal dalam pemeriksaan validasi.