Fungsi membran inti sel hewan

Fungsi membran inti sel hewanFungsi membran inti sel hewan

Fungsi membran inti dalam sel hewan adalah untuk menahan DNA di dalam nukleus untuk melindunginya dari zat sekitarnya. Membran inti juga mengatur zat yang dapat masuk atau keluar inti. Membran inti, juga dikenal sebagai selubung inti, mengelilingi setiap inti yang ditemukan dalam sel-sel hewan. Memisahkan cairan di dalam inti sel dari bahan luar. Membran inti memiliki fungsi melindungi DNA di dalam nukleus dari sekitar zat eksterior.

Hal ini dilakukan dengan mengatur apa zat yang dapat memasuki atau meninggalkan inti, menurut Portal-edu. Membran inti memiliki lapisan ganda yang terdiri dari membran luar yang kontinu dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang perinuklear. Kedua membran luar dan dalam yang terbuat dari fosfolipid, yang merupakan lipid yang mengandung gugus fosfat dalam molekul mereka.

Zat yang harus lulus masuk atau keluar dari inti, seperti protein, ion atau molekul yang sangat kecil, hanya dapat melakukannya melalui pori-pori inti, yang merupakan lubang pada membran inti. Agar molekul yang lebih besar dapat menyeberangi membran inti, mereka harus memiliki penanda yang sesuai sehingga protein yang melapisi pori-pori mampu mengenali.

Pengertian Inti sel

Inti sel atau yang disebut juga dengan Nukleus adalah bagian dari sel yang menampung materi genetik seperti DNA dan RNA. Fungsi inti sel yang paling utama ialah untuk melindungi atau menjaga integritas gen dan untuk memimpin kegiatan didalam sel dengan cara mengatur proses atau fungsi gen.

Pada sel eukariotik bisa ditemukan selaput tipis yang membungkus inti sel. Selaput tipis tersebut merupakan membran inti yang berfungsi dalam proses pertukaran materi antara cairan inti sel ( nukleoplasma ) dengan sitoplasma. Selain itu inti sel juga mempunyai bagian-bagian yang menyusunnya. Didalam sebuah inti sel selalu terdapat anak inti atau nukleous yang berguna untuk mengatur kinerja inti sel, inti sel memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan sel pada makhluk hidup.

Inilah beberapa fungsi sel yang perlu untuk diketahui simak dibawah ini.

Inti Sel Sebagai Media Penyimpanan Informasi Genetik

Inti sel berguna untuk media penyimpanan informasi genetik sebab didalam hati sel terdapat membran inti yang bertugas untuk mempertahankan DNA didalam wajahnya. Rangkaian DNA ini merupakan rangkaian yang terbilang sangat rumit sebab terdiri atas banyak gen yang mewakili tiap-tiap spessiesnya.

Inti Sel Sebagai Wadah Replikasi Dan Transkripsi

Dalam hal ini, inti sel berfungsi sebagai tempat yang dimana DNA melaksanakan replikasi. Replikasi tersebut didalam siklus sel terjadi pada fase G1. Sehingga dengan adanya replikasi DNA tersebut maka akan terjadi protes mitosis setelahnya.

Inti Sel Sebagai Pengatur Siklus Sel

Dalam hal ini inti sel berguna untuk mengatur siklus sel, mulai dari menentukan kapan suatu sel harus membelah, dan kapan sel tidak perlu membelah, dan juga kapan sel hanya perlu membesar saja. fungsinya ialah untuk semua jenis sel secara umum, kecuali sel kanker yang telah terkodekan didalam gen yang berada pada inti sel.

Inti Sel Untuk Mengendalikan Metabolisme Selular

Dalam hal yang demikian fungsi ini bisa terjadi karena adanya proses menghasilkan protein yang dilakukan yang melalui proses transkripsi dan translasi. Setiap gen akan menjadi protein yang dihasilkan melalui cetakan DNA. Protein tersebut nantinya akan menjadi enzim yang berperan dalam metabolisme sel atau metebolisme indivindu ( multiselular ).

Fungsi Nukleus

Nukleus memiliki peran atau fungsi yang sangat penting diantaranya sebagai berikut:

  1. Mengendalikan seluruh kegiatan sel
  2. Mengeluarkan RNA dan subunit ribosom ke sitoplasma
  3. Mengatur pembelahan sel
  4. Membawa informasi genetik

Struktur Nukleus

Nukleus memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan sebuah sel. Peranan nukleus dalam hal ini adalah untuk mengatur dan mengontrol segala aktifitas kehidupan sel serta membawa informasi genetik yang diturunkan ke generasi berikutnya. Informasi genetik ini disimpan dalam suatu molekul polinukleutida yang disebut DNA (Deoxyribonucleic acid).

Nukleus terdiri dari beberapa bagian yakni :

Selaput Inti (Membran inti)

Membran sel inilah yang membedakan antara sel eukaripotik dengan sel prokariotik, dimana pada sel prokariotik tidak ada membran sel.Membran sel ini disebut juga karyotecha, dari kata karyon=inti; dan techa = kulit.

Membran inti adalah bagian terluar dari inti sel. Fungsi membran inti sel secara keseluruhan adalah mengadakan pertukaran zat dengan sitoplasma. Pada membran inti, terdapat pori yang berfungsi dalam pertukaran makromolekul.

Melalui membran sel inilah nukleus dapat mengeluarkan berbagai macam RNA dan sub unit ribosom ke sitoplasma karena memiliki struktur sebagai berikut:

Dalam mikroskop elektron menunjukkan bahwa membran nukleus memiliki 2 lapis membran unit pararel yang dipisahkan oleh celah sempitĀ  berukuran antara 40-70 nm yang disebut sisterna perinukleus atau intermembran space.

Lembaran yang terdapat di sebelah dalam disebut selaput dalam atau selaput nukleoplasmik, sedangkan lembaran luar disebut juga dengan selaput sitosolik. Selaput nuklear tidak berupa lembaran-lembaran yang utuh. Namun, seperti penapis, selaput nukleus memiliki lubang-lubang dibeberapa tempat. Lubang-lubang tersebut dinamakan pori nuklear. Pori nuklear ini terbentuk akibat menyatunya dwilapis lipida sari selaput luar-dalam. Adanya pori nuclar ini membantu memudahkan pengangkutan bahan dan senyawa makro dari sitoplasma.

Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular, subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus. Selaput luar selubung berhubungan langsung dengan Retikulum endoplasma. Permukaan sitosolik ditempeli oleh ribosom yang terlibat dalam sintesis protein.

Berdasarkan strukturnya, dapat dinyatakan bahwa terdapat tiga cara pengangkutan dari dan ke sitoplasma.

Cara pertama merupakan cara langsung dengan melewati pori nuclear.

Cara kedua merupakan pengangkutan lewat selaput dalam menuju ke ruang perinuklear dan diteruskan ke sisterna reticulum endoplasma.

Cara ketiga adalah dengan jalan pinositosis (proses dimana partikel-partikel kecil yang berupa cairan ditangkap oleh sel dengan cara memecah partikel-pertikel kecil tersebut menjadi partikel-partikel yang lebih kecil).

Anak Inti (Nukleolus)

Struktur nukleolus (anak inti) disebut juga butir inti. Nucleoli (jamak) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin. Dibawah mikroskop nukleus dibedakan menjadi 2 bagian: Nukleonema yang berbentuk bunga karang (trbeculae) dan gelap. Dan pars amorpa berupa celah-celah yang terang.

Kromatin

Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh inti tanpa adanya benang-benang kromosom. Namun sebaliknya, jika inti sel sedang bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk gambaran sebagai batang-batang halus saat pembelahan sel. Kromosom tersusun atas molekul DNA (16%), RNA (12%) dan nucleoprotein (72%). Nukleoprotein sendiri tersusun atas berbagai jenis protein, yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA.

Karena memiliki komatin inilah maka nukleus berfungasi sebagai imformasi genetik serta pengendali seluruh kegiatan sel. Pengendali seluruh kegiatan sel, karena dalam nukleus terdapat kromatin yang didalamnya terdapat DNA, melalui DNA inilah protein disintesis dengan bantuan RNA dan enzim. Protein merupakan molekul yang sangat penting bagi sel dan tubuh kita, karena enzim , hormon dan antibodi memerlukan protein.

Nukleolus

Struktur nukleolus (anak inti) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin. Nukleolus merupakan tempat berlangsungnya transkripsi gen yang dari proses tersebut didapatkan molekul rRNA. rRNA adalah salah satu jenis RNA yang merupakan materi penyusun ribosom. Molekul rRNA yang baru terbentuk segera dikemas bersama protein ribosom untuk dikeluarkan dari inti sel.

Transkripsi molekul rRNA di dalam nukleolus menjamin terbentuknya molekul ribosom yang ada di dalam sitoplasma. Untuk kebutuhan tersebut, maka di dalam anak inti terdapat sejumlah potongan-potongan DNA (rDNA) yang ditranskripsi menjadi rRNA secara berulang-ulang dan berjalan sangat cepat dengan bantuan enzim RNA polymerase I. Potongan-potongan DNA tersebut dinamakan nucleolar organizer. Kandungan RNA dalam anak inti jika dibandingkan dengan bagian lain dari inti sel adalah tidak tetap, yaitu diperkirakan 5%-20%.

Nukleoplasma

Nukleoplasma merupakan substansi transparan, semi solid (agak padat), yang terletak di dalam nukleus. Komposisi tersusun dari asam, nukleat (DNA & RNA), yang merupakan materi genetik, protein dan garam-garam mineral.

Asam Nukleat

Asam terdapat dalam dua bentuk, yaitu: asam dioksiribosa (DNA) dan ribosa (RNA). Biasanya dalam nukleus kedua asam nukleat ini bergabung dengan protein yang disebut nukleuprotein. Banyaknya DNA dalam nukleus bervariasi. Misalnya pada nukleus sel salamander (Amphibia) mengandung DNA lebih banyak dibandingkan dengan nukleus sel mamalia.

Protein Nukleus

Jenis protein yang terdapat pada nukleus (Nukleuprotein) yaitu, protamin dan histon. Selain kedua jenis protein ini pada nukleus terdapat protein lain yang bersifat asam, yaitu: nonhiston protein dan enzim nukleus.

Garam-garam Mineral

Nukleus mengandung sejumlah kofaktor, prekursor dan mineral NAD, ATP, dan acetil CoA. Hasil analisis abu nukleus mengandung unsur fosfor kalium, natrium, kalsium dan magnesium. Fosfor banyak terdapat pada nucleolus.

DNA

Molekul DNA dikenal sebagai materi genetik yang menyimpan semua informasi penting tentang segala aktivitas sel yang harus dilakukan melangsungkan sebuah kehidupan. DNA atau Deoxyribonucleic acid diibaratkan sebagai perpustakaan besar yang didalamnya terdapat buku-buku penting (gen) dan tersimpan rapi di dalam inti sel. Molekul DNA memiliki struktur berupa dua untai polinukleutida (double strand) yang masing-masing untai polinukleutida tersusun atas rangkain nukleutida dalam bentuk deoksiribonukleutida. Setiap molekul nukleutida terdiri atas tiga gugus, yaitu gugus gula pentosa dalam bentuk deoksibosa, gugus fosfat dan gugus basa nitrogen.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *