Fungsi dan Ciri ciri Peroksisom

Ciri-ciri Peroksisom

Peroksisom merupakan organel yang bisa ditemukan pada hampir seluruh sel yang berfsifat eukaryotik, dan organel ini memiliki ciri dilindungi atau dibungkus dengan membran tunggal, dan membran tunggal ini berasal dari lipid berlapis ganda atau bilayer dan memiliki reseptor di dalamnnya. Di dalam peroksisom sendiri terdapat banyak enzim yang terkandung, dan enzim ini berjumlah sekitar 50 enzim.

Fungsi Peroksisom Bagi Tubuh

Pada mulanya, peroksisom dikenal sebagai suatu komponen yang berfungsi sebagai produsen hidrogen peroksida, melakukan metabolisme asam lemak, asam amino, biosintesis plasmalogens, dan beberapa fungsi lain. Salah satu keistimewaan organel ini adalah mampu mempertahankan diri meskipun keadaan di sekelilingnya kerap mengalami perubahan.

Untuk pertama kalinya, organel ini mulai dikenal pada tahun 1967. Fungsi yang dimiliki organel yang satu ini pun cukup penting, yaitu membuat rantai asam lemak menjadi sederhana dengan menggunakan beta oksidasi. Ada beberapa enzim yang begitu populer di dalam peroksisom ini, seperti enzim oksifatif, katalase, asam urat, dan juga asam amino.

Enzim asam urat berada di dalam tubuh manusia. untuk mengoksidasi beberapa substrat lain, layaknya fenol maupun asam format, enzim katalase yang ada di dalam peroksisom menggunakan bantuan dari H2O2. Proses inilah yang digunakan peroksisom untuk mengeliminasi hidrogen peroksida yang bersifat beracun ini.

Peroksisom
Peroksisom

Organ peroksisom memanfaatkan oksigen serta H2O2 untuk melancarkan tanggung jawabnya, yaitu melakukan reaksi yang bersifat oksidatif. Di dalam tubuh manusia sendiri, keseimbangan organel peroksisom ini begitu penting bagi kesehatan.

Sehingga, bagi peroksisom yang tidak bekerja dengan sempurna pun akan membuat suatu kondisi medis yang berbeda terhadap tubuh manusia, salah satunya adalah terjadinya sindrom Zellweger. Sindrom ini merupakan sindrom yang diakibatkan oleh gangguan mutasi gen dan berkaitan erat dengan peroksisom, dan ini pun bisa membuat manusia megalami keabnormalan yang terjadi di otak, hati, maupun ginjal.

Dalam skala tertentu, gangguan ini pun bisa berujung dengan kematian bagi para penderitanya. Dengan begitu, peran peroksisom begitu besar di dalam tubuh manusia.

Apa itu Peroksisom

Peroksisom adalah organel yang melakukan semua metabolisme oksigen di dalam sel eukariot primitif. Produksi oksigen oleh bakteri fotosintetik akan terakumulasi di atmosfer. Hal ini menyebabkan oksigen menjadi toksik bagi sebagian sel. Peroksisom berperan mendegradasi oksigen dalam sel dan melakukan reaksi oksidatif. Perkembangan mitokondria membuat peroksisom kurang terpakai. Sebagian besar fungsi peroksisom diambil alih mitokondria. Yang tersisa hanya fungsi penting yang tidak dapat dilakukan mitokondria.

Peroksisom (Inggris: peroxysome) adalah organel yang terbungkus oleh membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom tidak memiliki genom dan mengandung sekitar 50 enzim, seperti katalase dan ureat oksidase yang mengkristal di pusatnya.

Peroksisom merupakan kompartemen metabolik terspesialisasi yang dibatasi oleh membran tunggal. Peroksisom mengandung enzim-enzim yang mentransfer hidrogen dari berbagai substrat ke oksigen (), menghasilkan hidrogen peroksida ) sebagai produk sampingan, yang menjadi sumber nama organel tersebut.

Struktur Peroksisom

Untuk memahami struktur peroksisom, teknik sentrifugasi gradient kepadatan (isodensity gradient centrifugation) tidaklah memadai karena relative kecilnya perbedaan kepadatan antara lisosom dan peroksisom.Untuk itu dilakukan injeksi dengan deterjen Triton WR- 1339 dilanjutkan dengan penggunaan mikroskop electron (Kleinsmith dan Kish, 1988; Sheeler dan Bianchii, 1980).

Hasilnya menunjukkan bahwa peroksisom mengkonfirmasikan identitas yang unik.Bentuknya kecil seperti bola kasar, berukuran antara mitokondria dan ribosom.Karena ukuran yang kecil inilah (0.2 – 2 µm), bersama-sama dengan glioksisom maka peroksisom digolongkan dalam benda­-benda mikro.Peroksisom mempunyai struktur yang terdiri dari kristal-kristal padat dan pekat yang terbungkus oleh satu lapis membran unit.

Pembentukan Peroksisom

Teori yang menerangkan bagaimana peroksisom dibentuk dan dihasilkan oleh sel ada dua. Teori pertama yang disebut model klasik menyatakan bahwa protein peroksisom disintesis dengan bantuan ribosom yang menempel pada endoplasmik retikulum, kemudian protein peroksisomal tersebut masuk ke dalam sisternae dari endoplasmik retikulum dan membentuk kantung (ekor) yang selanjutnya menggenting serta akhirnya memisahkan diri membentuk peroksisom bebas.

Teori kedua menyatakan bahwa protein peroksisomal disintesis dengan bantuan ribosom bebas, kemudian protein peroksisomal tersebut dibebaskan ke sitoplasma dan berkembang menjadi peroksisom.

Peroksisom dapat berasal dari retikulum endoplasma dan replikasi oleh fisi.Peroksisom mempunyai komposisi enzim yang berbeda dalam jenis sel yang berbeda.Matriks peroksisom diterjemahkan di dalam sitoplasma sebelum dilepas.

Ada setidaknya 32 protein peroksisom yang disebut peroksin, yang berperan dalam proses perakitan peroksisom. Reseptor protein, peroksin PEX5 dan peroksin PEX7 mengantarkan peroksisom (mengandung PTS1 atau urutan asam amino PTS2) dan kembali ke sitosol.Mekanisme ini disebut mekanisme antar-jemput.Sekarang, telah ada bukti bahwa hidrolisis ATP diperlukan untuk daur ulang reseptor untuk sitosol.

Keragaman Peroksisom

Peroksisom cukup beragam mempunyai komposisi enzim yang berbeda dalam jenis sel yang berbeda.Peroksisom mampu beradaptasi dengan kondisi yang berubah-ubah. Contohnya, sel khamir yang ditumbuhkan dalam gula mempunyai peroksisom yang kecil, sedangkan sel ragi yang ditumbuhkan dalam metanol mempunyai peroksisom yang besar untuk mengoksidasi metanol.Jika sel khamir tersebut ditumbuhkan dalam asam lemak peroksisomnya membesar untuk memecahkan asam lemak tersebut menjadi asetil-KoA melalui beta-oksidasi.

Leave a Comment