Fungsi bunga: Pengertian, bagian, struktur, jenis

Struktur bungaStruktur bunga
Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx).

Fungsi dari bunga adalah untuk menarik penyerbuk pada tumbuhan untuk membantu pembuahan sehingga tumbuhan menciptakan bibit.  Warna-warna cerah, aroma yang kuat dan nektar manis semua bekerja sama untuk menarik burung, lebah dan serangga lainnya untuk memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lain. Setelah penyerbukan terjadi, bunga berkembang menjadi benih. Bunga yang normal memiliki tiga fungsi dasar:

1) Bunga menyediakan platform untuk sistem reproduksi seksual dari tanaman (andresium – jantan dan ginesium – betina) – baik bunga berumah satu dan dua. Dalam serbuk sari bunga dan ovula diproduksi biasanya melalui proses meiosis.
Penyerbukan terjadi dan ovula terbentuk menjadi biji, dengan ovarium yang bengkak biasanya membentuk menjadi buah (atau polong biji).

2) Menyediakan mekanisme untuk menarik penyerbuk untuk memfasilitasi penyerbukan (kelopak) – bunga berumah satu dan bunga berumah dua. Bunga memberikan atraktan visual untuk banyak penyerbuk (serangga, burung, binatang dll), ini juga kadang-kadang terkait dengan bau beraroma seperti nektar. Ini sebagai “umpan” untuk menarik serangga yang kemudian mentransfer serbuk sari antara bunga-bunga dan memfasilitasi penyerbukan (baik penyerbukan silang atau penyerbukan sendiri).

3) menyediakan platform untuk ovula dibuahi untuk berkembang dan didistribusikan sebagai buah dan biji – bunga berumah satu dan bunga berumah dua betina saja.

Bunga adalah bagian penting dari sistem reproduksi tumbuhan. Setiap bunga menghasilkan serbuk sari, yang dirilis melalui bagian antera dari benang sari. Beberapa bunga menghasilkan serbuk sari yang dibawa oleh angin ke bunga lainnya sehingga terjadi pembuahan. Banyak bunga membutuhkan penyerbuk untuk membawa serbuk sari. Penyerbuk umum termasuk Kolibri, lebah, tawon, semut, lalat dan kumbang. Di beberapa bagian dunia, mamalia kecil dan kadal juga berfungsi sebagai penyerbuk.

Warna tertentu, pola atau aroma bunga menarik penyerbuk yang sesuai. Penyerbuk memakan nektar yang dihasilkan oleh bunga. Selama makan, serbuk sari, yang lengket, menempel pada tubuh penyerbuk itu. Ketika penyerbuk pindah makan pada bunga yang berbeda, serbuk sari bergerak dari tubuh melalui stigma bunga ke dalam ovarium di mana pembuahan terjadi. Pada titik ini, bunga telah melayani tujuannya. Saat benih berkembang, ovarium tumbuh menjadi buah dan bunga menjadi layu.

Fungsi Bunga sebagai bagian reproduksi (generatif) tanaman.

  1. Bunga mengakomodasi organ reproduksi tanaman yaitu; benang sari dan karpel (putik).
  2. Ini menarik serangga dan hewan lain sebelum penyerbukan.
  3. Ini memberi nektar.
  4. Ini adalah bagian indah tanaman

Tapi ingat bunga bukan istilah tunggal, itu terdiri dari kelopak, sepal, androecium (benang sari), gynoecium (karpel) dan ovarium dengan satu atau banyak ovula. Setiap bagian dari bunga memiliki peran langsung atau tidak langsung dalam pengembangan keseluruhan dan kelangsungan hidup tanaman.  Jika mereka tidak berbunga, mereka bukan tanaman (kecuali yang bereproduksi secara generatif).

Setelah dibuahi, jika ini adalah tanaman berbuah buah, buah akan tumbuh dari bunga. Jika tidak berbuah, bunga akan menghasilkan biji, yang akan jatuh atau tersebar oleh angin atau hewan untuk menumbuhkan tanaman baru.

Struktur bunga

Bunga adalah daun dan batang di sekitarnya yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat bagian Bunga:Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

  • Kelopak bunga atau calyx;
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: “rumah wanita”) berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx).

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur [[tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Setiap makhluk hidup diciptakan dengan keunikan dan cirri khasnya masing masing. Sama seperti bunga pada tumbuhan, tidak semua tumbuhan memiliki bunga. Bunga hanya ada pada tumbuhan yang merupakan tumbuhan berbunga. bunga pada setiap tumbuhan memiliki cirri khas dan karakteristiknya sendiri, hal ini yang membuat banyak orang menyukai bunga. Terdapat banyak bagian yang menyusun bunga sehingga bunga tersebut menjadi indah dan juga unik. Bagian bagian tersebut merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari bunga berdasarkan jenisnya.

Bagian penyusun bunga

Bagian tangkai induk bunga

Tangkai induk bunga adalah bagian awal dari bunga yang merupakan cabang lanjutan dari cabang atau ranting tumbuhan untuk menjaga bunga.

Bagian tangkai bunga

Bagian antara tangkai induk bunga dan bagian dasar dari bunga adalah tangkai bunga. Bagian ini merupakan bagian tangkai yang sering diikut sertakan dalam rangkaian bunga.

Bagian dasar bunga

Bagian ini disebut bagian dasar bunga karena bagian ini merupakan bagian dasar dari bunga, dimana bagian ini menjadi tempat melekatnya mahkota bunga dan menjadi ujung dari tangkai bunga.

Bagian daun pelindung

Bagian ini merupakan daun terakhir dari tangkai bunga. Pada bagian ini bunga akan tumbuh melalui ketiak daun, namun bagian ini berbeda dengan kelopak bunga.

Daun tangkai bunga

Daun tangkai bunga ini bisa terlihat karena tampak dari luar, daun ini berada tepat pada pangkal tangkai bunga. Bagian ini merupakan bagian berupa daun yang berfungsi sebagai daun pelindung.

Kelopak bunga

Kelopak bunga berfungsi sebagai pelindung pada bunga yang masih kuncup dan bunga yang belum mekar sempurna. Pada saat bunga mulai mekar, kelopak bunga juga ikut terbuka dan membiarkan bunga mekar sempurna. Kelopak bunga merupakan bagian pada bunga yang sangat penting, kelopak bunga ini akan membentuk seperti bagian dasar bunga dengan warna hijau.

Mahkota bunga

Mahkota bunga merupakan indikator utama dari kecantikan dan keindahan bunga tersebut. Karena pada mahkota bunga terletak keindahan dan karakteristik dari sebuah tumbuhan. Tumbuhan yang berbeda akan menunjukan bunga yang berbeda pula. Mahkota bunga merupakan bagian yang seringkali menjadi representasi terhadap bunga itu sendiri, memiliki warna yang cerah dan juga menarik.

Benang sari

Benang sari adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi pada tumbuhan, dimana benang sari memiliki fungsi sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan. Benang sari memiliki serbuk sari yang membantu tanaman untuk berkembang biak. Jika proses penyerbukan berjalan dengan sempurna, maka akan terbentuk satu tanaman baru. Benang sari terdiri atas tiga bagian utama :

  • Kepala sari atau yang dikenal dengan nama antheral
  • Serbuk sari atau yang dikenal dengan nama polen
  • Tangkai sari atau yang dikenal denan nama filament

Putik bunga

Putik bunga juga bagian bunga yang berperan sebagai organ reproduksi pada tumbuhan. Jika benang sari merupakan alat kelamin jantan, maka putik bunga merupakan organ kelamin betina pada tumbuhan. Jika putik bunga bertemu dengan serbuk sari maka akan menghasilkan biji untuk menghasilkan tanaman yang baru , hal ini dapat terjadi karena Pada bagian dasar putik bunga terdapat bakal biji dari sebuah tanaman. Bentuk putik bunga yang seperti sebuah botol memudahkan bunga untuk menyimpan bakal bijinya dengan baik dan jauh dari gangguan parasit dan hama.

carpel

Carpel merupakan pendukung dari makrospora, dimana bakal buah dan bakal biji ada didalamnya. Terdapat dua inti dalam Bakal biji yang ada dalam carpel, yaitu sel telur dan calon lembaga. Bagian yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru adalah calon lembaga dalam bakal biji.

Jenis – Jenis Bunga

Pada bagian awal telah dijelaskan bahwa bunga memiliki karakteristik dan keistimewaan sendiri. Bunga dibedakan menjadi beberapa jenis jika diperhatikan secara fisik. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana nunga tersebut hidup dan jenis tanaman tersebut. Beberapa jenis bunga yang dapat ditemukan secara umum akan dijelaskan dibawah ini.

Bunga lengkap

Mengapa dikatakan bunga lengkap, karena pada bunga tersebut memiliki seluruh bagian yang ada pada bunga seutuhnya. Pada bunga lengkap pasti memiliki bagian kelopak, mahkota, putik atau benang sari dan batang sempurna. Contoh bunga lengkap adalah bunga bakung, bunga sepatu.

Bunga tidak lengkap

Seperti namanya, bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki beberapa bagian dari bunga secara utuh. Jika pada bunga lengkap keseluruhan bagian bunga ada didalam bunga tersebut, namun pada bunga tidak lengkap terdapat beberapa bunga yang tidak memiliki kelopak, ada yang tidak memiliki putik atau serbuksari. Dan sebagian bunga tidak memiliki nahkota bunga. Contoh bunga tidak lengkap adalah bunga kamboja, bunga kelapa.

Bunga sempurna

Bunga sempurna memiliki kelopak, mahkota, putik dan serbuksari. Dikatakan sebagai bunga sempurna karena bunga tersebut memiliki seluruh bagian dari bunga lengkap dan sempurna. Serbuk sari dan putik berfungsi sebagai alat reproduksi pada tumbuhan, hal ini merupakan ciri dari bunga sempurna. Mengapa demikian? Karena pada bunga tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri tanpa memerlukan serbuk sari dari bunga yang lain, Bunga ini disebut juga bunga hermaprodit. Contoh dari bunga sempurna adalah bunga matahari dan bunga mawar.

Disebut dengan bunga tidak sempurna karena hanya memiliki salah satu dari organ reproduksi dalam bunga pada tanaman tersebut. Dengan demikian bunga tersebut hanya memiliki putik saja atau serbuk sari saja. Hal ini menimbulkan istilah tanaman jantan dan tanaman betina, karena tumbuhan yang memiliki bunga jantan saja atau bunga betina saja akan mempengaruhi karakteristik tumbuhan itu juga. Tumbuhan yang sering kita temukan disekitar kita adalah tanaman salak, jagung dan papaya.

Fungsi dari bagian bunga

Setiap bunga yang terbentuk merupakan bunga yang istimewa, agar bunga tersebut terlihat indah bagian bagian bunga memiliki fungsi masing masing. Setiap bagian bunga saling melengkapi untuk selalu terlihat indah.

Setiap bagian bunga mempunyai fungus dan perannya masing masing, terdapat bagian bunga yang berfungsi sebagai pelindung dari mahkota bunga, ada yang berfungsi sebagai alat untuk berkembang biak, ada bagian yang berfungsi sebagai alat untuk menarik perhatian lebah guna membantu penyerbukan dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya akan dibahas sebagai berikut.

Mahkota bunga

Mahkota bunga memiliki peran yang sangat penting bagi bunga, berfungsi bagi tanaman tersebut, dan makhluk hidup yang lainnya. dibawah ini merupakan beberapa fungsi dari mahkota bunga.

  • Sebagai bagian yang dapat menarik minat dari serangga dan hewan untuk membantu penyerbukan;
  • Untuk menarik mangsa, terdapat pada jenis bunga yang sifatnya karnivora;
  • Sebagai hiasan pada taman dan juga pekarangan rumah;
  • Sebagai tanda respon afeksi atau perasaan seseorang;
  • Terkadang digunakan juga untuk mencerminkan kepribadian seseorang;
  • Dapat menjadi indikator dari kondisi kesehatan sebuah tanaman;
  • Untuk pewarna dan juga keperluan lainnya;

Tangkai bunga

Selain berperan sebagai penyangga dari bunga agar tetap tegak, tangkai bunga juga memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Membantu menyalurkan nutrisi dari akar menuju bunga;
  • Membantu penyerapan air, sehingga bunga bisa tetap hidup, apabila sudah dipetik

Bunga berfungsi Secara biologis jika fungsinya berkaitan dengan tingkat keberlangsungan tanaman berbunga tersebut, berkembang biak dan lain sebagainya. Dan fungsi lainnya sebagai bunga secara nonbiologis jika berkaitan dengan hal hal yang tidak berhubungan dengan tanaman bunga tersebut, estetika kesehatan dan lain sebagainya.

Pada dasarnya bunga berfungsi sebagai alat reproduksi atau berkembang biak pada tanaman dan sebagai alat estetika. Hal ini berhubungan dengan tingkat keberlangsungan dari tanaman itu sendiri. Dengan demikian, fungsi bunga dibagi menjadi dua yaitu fungsi biologis dan fungsi non biologis.

Fungsi biologis dari bunga

Bunga merupakan alat untuk berkembang biak pada tanaman, dan keberlangsungan hidup sebuah tanaman, hal itu merupakan fungsi biologis dari bunga tersebut. Selain itu bunga juga memiliki fungsi lain secara biologis, terutama bagi tanaman secara keseluruhan.

  • Sebagai organ berkembang biak pada tanaman, hal tersebut dikarenakan bunga merupakan tempat menyatunya gamet jantan dan juga gamet betina pada tumbuhan;
  • Pada tanaman yang memiliki bunga, biasanya menggantungkan perkembang biakkannya dan penyebarannya dari bunga tersebut.
  • Saat tumbuhan berada dalam kondisi kekurangan air, tumbuhan tersebut akan membentuk bunga sebagai bentuk pertahanan bagi kondisi yang kurang menguntungkan.
  • proses penyerbukan pada bunga membutuhkan bantuan dari serangga lain, mahkota bunga berfungsi sebagai penarik serangga tersebut.
  • Bunga memiliki calon lembaga yang akan menjadi calon tanaman baru sebagai proses perkembang biakan selanjutnya.

fungsi non biologis

Selain berguna untuk tanaman itu sendiri, bunga juga berfungsi untuk makhluk hidup lainnya. Hal ini yang menyebabkan bunga memiliki fungsi nonbiologis. Akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Sebagai alat yang membantu mengusir nyamuk dan juga serangga yang mengganggu
  • Sebagai penghasil nectar, yang oleh beberapa serangga sebagai makanan, seperti lebah dan juga burung kolibri.
  • Sebagai aroma terapi, karena beberapa jenis bunga memiliki aroma yang menenangkan.
  • Sebagai penanda bahwa tanaman tersebut berada dalam kondisi yang baik.
  • Sebagai hiasan pada pekarangan dan ruangan serta aksesoris

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *