Apa itu Kewajiban Moral?

Memberi untuk amal adalah cara umum untuk mengungkapkan perasaan kewajiban moral.

Kewajiban moral adalah tugas atau tanggung jawab seseorang merasa terikat kehormatan untuk melakukan karena keyakinan dan nilai-nilai pribadi. Konsep ini dieksplorasi dalam bidang-bidang seperti filsafat , etika, dan psikologi , di mana orang tertarik pada asal usul perilaku manusia dan akar dari proses pengambilan keputusan. Beberapa ahli berpendapat bahwa kewajiban tersebut adalah hasil dari faktor eksternal dan tekanan pada individu, sementara yang lain merasa mereka internal, dan beberapa berpikir campuran keduanya terlibat.

Anggota keluarga sering membentuk rasa kewajiban moral individu.

Contoh umum dari kewajiban moral adalah tindakan amal. Umumnya, orang tidak diwajibkan secara hukum untuk memberi untuk amal, tetapi mereka mungkin merasa kewajiban pribadi untuk melakukannya karena mereka percaya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Tekanan eksternal seperti keyakinan agama, khususnya dalam Islam , di mana amal dianggap sebagai pilar iman, juga dapat berperan dalam kegiatan amal. Ketika orang memberi untuk amal, mereka melakukannya dengan nilai-nilai pribadi mereka sebagai motivator.

Keyakinan agama dapat memainkan peran dalam rasa kewajiban moral seseorang.

Memiliki rasa kewajiban moral muncul dari gagasan tentang benar dan salah. Ide-ide ini biasanya dibentuk oleh sosial, keluarga, dan tekanan eksternal lainnya. Keyakinan agama sering berperan, karena banyak agama memiliki sejumlah ajaran yang mendefinisikan perilaku benar dan salah dan memberikan bimbingan kepada umat beriman. Anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga religius sering kali menginternalisasi nilai-nilai ini, dan bahkan jika mereka meninggalkan keyakinan di kemudian hari, mereka dapat bertindak dengan rasa kewajiban moral sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

Kewajiban moral berperan dalam kasus pidana.

Tidak ada hubungan hukum atau persyaratan yang terlibat dalam kewajiban tersebut. Pengemudi yang lewat, misalnya, tidak diharuskan membantu seseorang yang tampaknya mengalami masalah mesin, tetapi banyak juga yang melakukannya. Banyak tindakan yang melibatkan penyediaan layanan, uang, atau waktu kepada seseorang yang tampaknya membutuhkan. Menepati janji adalah contoh lain, dengan orang-orang menyelesaikan hal-hal yang mereka telah berkomitmen untuk melakukannya karena mereka merasa secara pribadi berkewajiban untuk melakukannya, bahkan jika tidak ada hukuman karena gagal untuk menyelesaikan.

Dalam Islam, praktik zakat, pemberian sedekah kepada orang yang membutuhkan, dianggap sebagai kewajiban moral.

Beberapa psikolog menyarankan bahwa mungkin ada fenomena neurologis di balik altruisme dan aktivitas terkait. Studi menunjukkan bahwa orang mengalami imbalan kimia di otak ketika mereka melakukan hal-hal seperti terlibat dalam amal. Ada kemungkinan bahwa manusia benar-benar dirancang untuk saling membantu, dan perlu dicatat bahwa, pada orang dengan gangguan neurologis tertentu atau gangguan dalam kimia otak, rasa benar dan salah dapat terganggu. Individu tersebut mungkin mengalami kesulitan membuat keputusan berdasarkan masalah moral atau etika, dan mungkin tidak merasakan kewajiban moral.

Author: fungsi