Apa itu Appurtenance?

Gudang yang berada di properti yang menampung satu rumah keluarga dianggap sebagai perlengkapan, atau tambahan.

Perlengkapan adalah sesuatu yang lebih rendah yang melekat pada sesuatu yang lebih besar. Secara hukum, istilah ini sering digunakan dalam konteks real estat. Seseorang dapat bersifat fisik atau tidak berwujud, dan itu menjadi melekat pada sesuatu yang lain oleh hukum atau oleh konvensi. Kadang-kadang, orang mungkin menyebut sesuatu “dengan perlengkapan” sebagai pengingat bahwa ada hal-hal yang melekat. Orang harus memperhatikan setiap keterikatan yang menyertai sesuatu karena mereka dapat mempengaruhi kegunaan, fungsi, atau nilainya.

Tangki septik dianggap sebagai jenis perlengkapan.

Dalam real estat, perlengkapan fisik adalah sesuatu yang melekat pada properti yang nilainya lebih rendah daripada properti itu sendiri. Salah satu contohnya adalah gudang di properti yang menampung satu rumah keluarga. Gudang itu ikut serta dengan properti itu dan dianggap sebagai bagian darinya, yang berarti bahwa gudang itu tidak akan dipindahkan ketika properti itu dijual. Contoh lain adalah hal-hal seperti garasi, sistem septik, sumur, tangki penyimpanan air, dan sebagainya.

Keterikatan tersebut juga dapat berupa hal-hal yang tidak berwujud di alam, seperti kemudahan. Sebuah keenakan memberikan orang lain hak hukum kenikmatan dan melekat ke sebuah properti dengan cara yang sama bahwa sesuatu fisik seperti baik adalah. Misalnya, kemudahan jalan masuk adalah perlengkapan. Ketika properti itu dijual, kemudahan itu menyertainya. Dalam hal ini, keterikatan pada properti diberikan untuk kenyamanan orang lain, tetapi pemilik properti diharapkan untuk menghormatinya.

Saat mengevaluasi real estat untuk dibeli atau disewa, orang harus memperhatikan perlengkapannya. Misalnya, seseorang yang menyewa unit harus menanyakan apakah unit tersebut dilengkapi dengan peralatan, seperti kompor dan kulkas, atau tidak. Jika ya, mereka dianggap melekat pada rumah yang disewa dan pemilik bertanggung jawab untuk memeliharanya. Jika tidak, penyewa diharapkan untuk menyediakannya dan pemilik tidak bertanggung jawab atas pemasangan dan pemeliharaannya.

Orang yang membeli properti harus mengetahui apa yang menyertai dan tidak, dan beberapa hal ini dapat dinegosiasikan. Misalnya, pembeli dapat meminta agar gudang portabel ditinggalkan di properti sebagai bagian dari perjanjian penjualan. Sebaliknya, pembeli dapat meminta agar sesuatu yang melekat pada properti dihapus sebagai syarat penjualan, atau agar pembeli diberi diskon untuk menangani disposisi dari sesuatu yang melekat pada properti tersebut.