Kapan Ponsel Pertama Diciptakan?

Pertama ponsel diciptakan berakar pada sejarah dan teknologi dari radio tangan. Radio dua arah, atau rig bergerak, banyak digunakan oleh taksi dan layanan darurat sebelum penemuan ponsel atau telepon seluler pertama. Radio dua arah memungkinkan komunikasi di antara kendaraan dan stasiun dalam kelompok tertentu, tetapi mereka sebenarnya bukan ponsel pertama. Rig seluler tidak menggunakan jaringan telepon dan pengguna tidak dapat menghubungi nomor telepon standar.

Ponsel yang digunakan selama akhir 1980-an dan awal 1990-an dijuluki “batu bata”.

Panggilan telepon seluler pertama dilakukan oleh seorang pengemudi truk sebagai percobaan pada musim panas 1946 dari telepon dengan berat hampir 80 pon. Eksperimen ini dianggap berhasil, tetapi teknologi telekomunikasi seluler jauh dari kata biasa.

Kemajuan teknologi komputer memungkinkan ponsel menyusut secara dramatis selama tahun 1990-an dan memasuki tahun 2000-an.

Pada tahun 1948, layanan telepon nirkabel tersedia di hampir 100 kota. Pengguna berjumlah sekitar 5.000 dengan 30.000 panggilan dilakukan setiap minggu. Layanan ini dianggap sangat mahal sekitar lima belas dolar sebulan dengan tambahan biaya 30 hingga 40 sen per panggilan.

Teknologi radio dua arah membantu mengembangkan ponsel pertama.

Layanan telepon seluler terbatas tersedia, menyediakan sekitar tiga panggilan untuk dilakukan pada satu waktu di area layanan mana pun. Pengguna pertama akan menunggu dan mendengarkan saluran untuk membuka saat pengguna lain menyelesaikan panggilan mereka.

Para peneliti di St&T Labs datang dengan ide menggunakan menara bertenaga rendah untuk membuat jaringan penyiaran seluler.

Panggilan telepon genggam pertama dilakukan oleh Martin Cooper, yang memimpin tim yang mengembangkan telepon genggam pertama. Cooper membuat panggilan teleponnya pada tanggal 3 April 1973 pada ponsel prototipe Dyna-Tac yang beratnya sekitar 2,5 lb (1,1 kg). Panggilan

Kemampuan layanan telekomunikasi seluler meningkat pada tahun 1982 ketika Komisi Komunikasi Federal (FCC) menyetujui pembentukan sistem telepon seluler dan mengalokasikan sejumlah frekuensi analog untuk digunakan oleh jaringan.

Pada saat ini, ponsel tidak seluler. Sinyal dilakukan oleh menara transmisi besar dan percakapan diikat ke area transmisi menara tunggal. Ini berarti pengguna tidak dapat meninggalkan area transmisi yang ditentukan selama percakapan. Jumlah menara transmisi terbatas, masing-masing membutuhkan ruang frekuensi yang signifikan.

Pada awal hingga pertengahan tahun delapan puluhan, telepon seluler biasa disebut telepon mobil karena dipasang secara permanen di mobil. Ponsel ini diikuti oleh ponsel tas yang menggunakan ponsel portabel yang ditempatkan di dalam tas dengan colokan yang disesuaikan untuk menerima daya dari pemantik rokok mobil.

Terobosan signifikan dalam teknologi telepon seluler terjadi ketika sistem seluler menjadi seluler. Pengenalan ponsel memungkinkan pengguna untuk bergerak masuk dan keluar dari area frekuensi menara saat melakukan panggilan. Kebebasan bergerak ini membuat perangkat ini jauh lebih berguna daripada ponsel pertama.

Teknologi seluler ditemukan oleh Joel Engel dan Richard Frenkiel, dua peneliti untuk AT&T Labs, pada tahun 1983. Mereka memperkenalkan konsep seluler untuk menggantikan menara siaran besar, dengan menara bertenaga rendah yang lebih kecil.

Masing-masing menara yang lebih kecil ini akan mencakup area, atau sel, hanya beberapa mil. Teknologi ini memungkinkan panggilan untuk diteruskan dari sel ke sel. Meskipun setiap menara mencakup radius yang relatif kecil, dengan meneruskan panggilan dari menara ke menara, sistem ini mampu mencakup area yang luas. Pada saat ini, FCC telah mengalokasikan lebih banyak frekuensi ke sistem. Setiap menara sel membutuhkan lebih sedikit ruang frekuensi tetapi lebih banyak menara yang dibutuhkan. Penelepon seluler sekarang dapat bergerak dengan bebas saat menggunakan ponsel mereka.

Menara seluler menerima dan mengirimkan sinyal daripada memasukkan informasi seperti nomor telepon yang dihubungi.