2 Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa Internasional dalam Bidang Ekonomi

Sengketa Internasional merupakan salah satu masalah atau konflik yang terjadi antara suatu negara dengan negara yang lain serta suatu negara individu dengan negara yang berkelompok. Dalam hal ini, sengketa memang sangat perlu untuk diselesaikan.

Karena adanya konflik yang besar pada hubungan suatu negara bisa berbahaya. Terkadang, konflik dan sengketa yang sudah dalam hal yang besar akan membahayakan kedua belah pihak maupun pihak yang tidak ikut campur di dalamnya. Bisa terkena imbas nya secara langsung maupun tidak langsung.

Penyebab

Tidak bisa di pungkiri, saat ini perkembangan ekonomi yang ada di dunia ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Adanya perbedaan grafik perekonomian pun bisa menjadi masalah. Berikut adalah beberapa faktor penyebab sehingga bisa terjadi sengketa Internasional dalam bidang ekonomi :

1. Ekspor Import

Tentu saja adanya ekspor impor antar negara bisa menjadi salah satu masalah ekonomi yang besar bagi suatu negara. Terjadinya permasalahan dalam ekspor impor bisa memengaruhi adanya pemasukan uang dalam suatu negara tersebut. Dan jika terjadi masalah bisa memancing adanya sengketa Internasional.

2. Hutang Piutang

Dalam bernegara terutama di negara yang masih berkembang pasti membutuhkan bantuan negara lain untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita negara tersebut. Banyak negara yang mengalami kendala dalam masalah keuangan. Mungkin akan banyak yang mau dan mampu untuk membantu mewujudkan perekonomian negara tersebut.

Namun hal ini bisa menjadi masalah besar ketika negara yang di pinjami uang mengalami krisis keuangan namun dari negara yang melakukan pinjaman uang tidak memberikan uang pinjamannya karena belum mampu mengembalikannya. Ini bisa memancing terjadinya sengketa Internasional antar negara tersebut.

Sengketa Internasional tersebut sangat perlu dihindari. Dengan adanya sengketa tersebut bisa menyebabkan kerusakan hubungan yang mungkin sudah lama dijalin. Selain itu, bisa juga menimbulkan salah paham dengan negara lain yang telah menganggap buruk negara tersebut.

Tentunya ini akan sangat menghambat perkembangan negara menjadi lebih maju dari yang sebelumnya. Bahkan mungkin setelah itu akan menyebabkan banyak negara lain yang ikut memutuskan hubungan baiknya juga.

Pengertian Sangketa Internasional

Sengketa internasional adalah istilah untuk suatu perselisihan antara subjek-subjek hukum internasional yang mengenai fakta, hukum maupun politik yang dimana tuntutan ataupun pernyataan satu pihak ditolak, dituntut balik maupun diingkari oleh pihak lainnya.

Istilah lain dari “sengketa internasional” yakni (International disputes) mencakup bukan saja sengketa-sengketa antara Negara-negara, melainkan juga kasus lainnya yang berada dalam lingkup pengaturan internasional, yakni terdapat beberapa kategori sengketa tertentu antara Negara disatu pihak atau individu-individu, badan-badan korporasi dan badan-badan bukan Negara di pihak lain.

Macam-Macam Sengketa Internasional

Terdapat dua macam sangketa internasional, yakni diantaranya:

Sengketa Politik

Sengketa politik adalah sengketa di saat suatu negara mendasarkan tuntutan, tidak atas pertimbangan yurisdiksi melainkan atas dasar politik maupun kepentingan lainnya. Sengketa yang tidak bersifat hukum ini dapat di selesaikan secara politik. Keputusan yang diambil dalam penyelesaian politik yang hanya berbentuk usul-usul dan tidak mengikat negara yang bersengketa.

Sengketa Hukum

Sengketa hukum yakni sengketa yang dimana suatu negara mendasarkan sengketa ataupun tuntutannya atas ketentuan yang terdapat di dalam suatu perjanjian maupun yang telah diakui oleh hukum internasional. Keputusan ini diambil dalam penyelesaian sengketa yang di lakukan secara hukum dan mempunyai sifat yang memaksa kedaulatan negara yang bersengketa. Hal tersebut disebabkan karna keputusan yang diambil hanya berdasarkan atas prinsip-prinsip hukum internasional.

Penyebab Sengketa Internasional

  • Politik Luar Neger. Politik luar negeri di suatu bangsa menjadi salah satu penyebab yang kemungkinannya timbul sengketa antarnegara. Sikap tersinggung maupun salah paham juga bisa jadi pemicu utama terjadinya konflik. Salah satu contohnya ialah sikap Inggris yang terlalu luwes atau (fleksibel) dalam masalah pengakuan pemerintahan Cina. Dan akhirnya mengakibatkan ketersinggungan di pihak Amerika Serikat yang bersikap kaku terhadap Cina.
  • Unsur-unsur Moralitas dan Kesopanan Antarbangsa. Dalam menjalin kerja sama maupun berhubungan dengan bangsa lain, kesopanan antar bangsa sangat penting untuk diperhatikan di dalam etika pergaulan. Sebab jika kita menyalahi etika bisa saja timbul konflik maupun ketegangan. Hal tersebut pernah terjadi di saat Singapura mengundurkan diri dari perjanjian dengan Malaysia, meskipun hubungan baik sudah lama mereka jalin.
  • Masalah Klaim Batas Negara atau Wilayah Kekuasaan. Negara-negara yang bertetangga secara geografis berpeluang besar bisa terjadinya konflik ataupun sengketa memperebutkan batas negara. Hal tersebut dialami di antara lain oleh Indonesia-Malaysia, India-Pakistan, serta Cina-Taiwan.
  • Masalah Hukum Nasional atau (aspek yuridis) Yang Saling Bertentangan. Hukum nasional setiap negara berbeda-beda bergantung pada kebutuhan serta kondisi masyarakatnya. jika di suatu negara dapat saling bekerja sama tanpa mempertimbangkan hukum nasional negara lain, bukan tidak mungkin konfrontasi bisa terjadi. Hal tersebut terjadi saat Malaysia secara yuridis menentang cara-cara pengalihan daerah Sabah serta Serawak dari kedaulatan Kerajaan Inggris ke bawah kedaulatan Malaysia.
  • Masalah Ekonomi. Faktor ekonomi di dalam praktek hubungan antara negara ternyata dapat juga memicu terjadinya konflik internasional. Kebijakan ekonomi yang kaku serta memihak yakni penyebab terjadinya konflik. Hal tersebut bisa terlihat ketika Amerika Serikat mengembargo minyak bumi hasil dari Irak dan kemudian menjadikan konflik tegang antara Amerika Serikat dengan Irak.
Author: Suryani Dais