Tenggorokan Gatal dan Batuk Kering

Tenggorokan gatal disertai batuk kering adalah kondisi umum yang dialami oleh sebagian besar dari kita, yang terjadi karena peradangan atau iritasi pada tenggorokan atau paru-paru, terutama selama musim dingin. Mari kita lihat apa saja penyebabnya, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Tenggorokan gatal disertai batuk kering dapat disebabkan karena beberapa alasan. Jika karena iritasi, atau karena infeksi ringan, itu akan mereda dalam beberapa hari. Jika berlanjut lebih lama, maka itu bisa menjadi masalah serius, dan akan memerlukan kunjungan ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut dan perawatan yang relevan.

Gejala kondisi ini terutama meliputi kekeringan atau gatal di tenggorokan, rasa gatal dan sensasi terbakar di tenggorokan, sering batuk yang mungkin disertai dengan sakit kepala, demam, kesulitan menelan, benjolan di tenggorokan, dan pilek. hidung.

Penyebab Utama

  • Alergi: Debu, serbuk sari, jamur, bulu/rambut hewan peliharaan, tungau debu rumah, dll., adalah beberapa alergen umum yang menyebabkan tubuh bereaksi terhadapnya, dan menyebabkan rasa sakit di tenggorokan akibat batuk.
  • Infeksi Virus: Pilek, penyakit menular virus pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh rhinovirus adalah penyebab paling umum untuk tenggorokan gatal dan batuk kering. Pilek ini terutama disertai dengan pilek dan bersin, yang dapat menyebabkan infeksi sinus yang selanjutnya dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Influenza, yang disebabkan oleh virus influenza A atau influenza B juga umumnya diketahui menyebabkan gejala-gejala di atas. Infeksi virus lain yang menyebabkan gejala ini adalah cacar air, campak, dan mononukleosis menular.
  • Infeksi Bakteri: Infeksi bakteri seperti batuk rejan, brucellosis, infeksi bakteri Streptococcus menyebabkan sakit tenggorokan karena batuk. Infeksi streptokokus dapat mengancam jiwa. Perhatian khusus harus diberikan pada gejalanya.
  • Polusi Udara: Kehadiran gas dan bahan kimia berbahaya di atmosfer menyebabkan polusi udara yang menyebabkan iritasi atau kemacetan di tenggorokan. Paparan asap tembakau, asap knalpot, dll, juga dapat mempengaruhi tenggorokan.
  • Bernapas Melalui Mulut: Orang dengan sleep apnea sering tidur dengan mulut terbuka, karena mereka tidak dapat bernapas dengan benar melalui hidung. Polip di hidung, sinusitis, hidung tersumbat, dan banyak kondisi lain menyebabkan seseorang bernapas melalui mulut, dan udara yang dihangatkan secara artifisial di dalam ruangan selama musim dingin menyebabkan nyeri di tenggorokan dan serangan batuk.
  • Penyebab Lain: Infeksi virus atau bakteri, merokok, alkohol, makanan pedas, ketegangan pita suara, perubahan cuaca, operasi tenggorokan, dll., adalah beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kondisi ini.

Pilihan pengobatan

Untuk infeksi virus, antibiotik tidak efektif. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah istirahat yang cukup. Tubuh mampu menangani infeksi ini sendiri, pada orang yang sehat.

Infeksi bakteri seperti yang disebabkan oleh streptokokus memerlukan perhatian segera. Berbagai antibiotik seperti Penicillin V, Amoxicillin, Cloxacillin, kelompok antibiotik sefalosporin seperti Cephalexin, Cefixime, dan antibiotik makrolida (Eritromisin, Azitromisin) digunakan untuk mengobati infeksi streptokokus. Operasi pengangkatan polip hidung secara otomatis menghilangkan kecenderungan untuk bernapas melalui mulut.

Berkumur dengan air garam panas 3 – 4 kali sehari efektif meredakan sakit tenggorokan. Minum teh jahe dan madu hangat 2 – 3 kali sehari juga sangat membantu. Untuk menyiapkannya, rebus air, tambahkan teh dan beberapa potong akar jahe segar ke dalamnya. Sekarang didihkan, tiriskan dalam cangkir, lalu tambahkan madu dan jus lemon secukupnya.

Sirup obat batuk yang dijual bebas juga efektif dalam meredakan batuk terus-menerus. Beberapa di antaranya menyebabkan kantuk, oleh karena itu, disarankan untuk meminumnya sebelum tidur. Meningkatkan asupan vitamin C, menghirup uap, menghindari makanan pedas atau berminyak, dll, adalah beberapa cara lain untuk mengatasi masalah ini.

Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis.