Saran Diet Batu Empedu

Orang yang memiliki batu empedu, perlu mengikuti diet ketat yang ditentukan oleh penyedia layanan kesehatan, untuk mengobati dan mencegah terulangnya kondisi ini. Artikel Ini ini memberikan sekilas tentang rencana diet sederhana, bersama dengan beberapa tips untuk menghindari risiko mengembangkan kondisi ini.

Konsentrasi tinggi senyawa yang ditemukan dalam empedu mengarah pada pembentukan badan kristal yang dikenal sebagai batu empedu. Mereka dapat terjadi baik di kantong empedu, usus kecil, pankreas, atau di saluran empedu. Mereka tidak lain adalah bentuk kolesterol mengkristal yang terjadi ketika garam empedu tidak mampu melarutkan kelebihan kolesterol dalam empedu.

Mereka lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria, sebagian besar mempengaruhi mereka yang berusia di atas 65 tahun. Oleh karena itu, karena hubungan langsung antara kolesterol dan batu empedu, diet memainkan peran utama dalam mengendalikan dan menghilangkan masalah ini. Oleh karena itu, mencari saran diet dan mengikuti rencana diet yang tepat membantu menurunkan kolesterol dan membuang batu ginjal tanpa operasi.

Batu empedu adalah salah satu penyakit paling umum yang menyerang orang Amerika. Mereka kadang-kadang terjadi tanpa gejala apapun, namun gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah rasa sakit yang parah di perut yang berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam. Operasi kolesistektomi laparoskopi dan metode pengobatan alternatif seperti, lithotripsy gelombang kejut dan disolusi adalah yang paling umum yang ada. Mereka berulang di alam, jika tidak dihapus sepenuhnya. Oleh karena itu, penting untuk mencari saran untuk mengurangi risiko ini, dan mengikuti diet sehat.

Contoh Rencana Diet

Alih-alih makan besar, disarankan untuk makan sedikit tapi sering dalam sehari. Berikut ini adalah pola makan yang ideal, untuk mengurangi pembentukan batu di kantong empedu, seperti:

06:30 (Sebelum sarapan pagi) : Jus buah segar, atau air hangat dengan madu dan jus lemon.
08:00 (Sarapan) : Sepiring buah campur, 2 potong roti gandum, dan segelas susu skim.
10:30 (Pertengahan pagi) : Jus buah segar.
13:30 (Makan Siang) : Semangkuk besar salad dengan saus lemon, sup sayuran, beberapa sendok nasi merah, sayuran kukus, dan apel atau buah lainnya sebagai hidangan penutup.
17:00 (Setelah makan siang) : Jus buah segar, atau jus lemon atau wortel.
20:30 (Makan Malam) : Jus sayuran, kentang panggang atau rebus, nasi merah atau roti gandum, dua sayuran kukus dan segelas buttermilk.

Tips

#1 : Minumlah air sebanyak yang Anda bisa, karena membantu membersihkan racun-racun berbahaya dalam tubuh. Kekurangan air menyebabkan dehidrasi, yang pada gilirannya menyebabkan akumulasi racun. Jadi biasakan untuk minum air putih minimal 2 liter setiap hari.

#2 : Untuk menghilangkan batu di kantong empedu, lakukan diet tinggi serat. Serat membantu pencernaan makanan, jadi konsumsilah serat larut air yang sehat yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Buah-buahan seperti, blackberry, stroberi, blueberry, kurma, jeruk, aprikot, dll., Merupakan sumber serat yang kaya.

# 3 : Sertakan biji-bijian dalam diet Anda untuk menghilangkan batu empedu dan membantu pencernaan. Roti gandum utuh, serpih dedak, pasta gandum utuh, beras merah, dll., paling baik dimasukkan ke dalam makanan.

#4 : Jauhi daging merah dan makanan berlemak, dan ganti dengan sayuran minimal 3 porsi sehari. Kacang-kacangan, jagung, dan brokoli biasanya terdaftar dalam diet yang ditentukan untuk batu empedu.

# 5 : Turunkan berat badan secara bertahap dengan beralih ke alternatif sehat dalam diet Anda. Ini juga yang akan disarankan oleh sebagian besar praktisi. Hindari melakukan diet fad untuk menurunkan berat badan lebih cepat.

# 6 : Olahraga, obat umum untuk banyak penyakit yang ditakuti, tetapi kebanyakan dari kita cenderung mengabaikannya. Oleh karena itu, sertakan olahraga teratur dan kuat dalam rutinitas harian Anda dan meminimalkan risiko batu empedu.

Seperti dalam banyak diet, ini bukan tentang mengurangi makanan, tetapi beralih ke makanan yang lebih sehat untuk menurunkan kolesterol. Namun, selain pola makan, penting juga untuk mengubah gaya hidup Anda untuk menjalani hidup yang sehat dan bebas penyakit.