Sakit Tenggorokan dan Dada

Ketika dialami bersama-sama, nyeri tenggorokan dan dada, bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan yang mendasarinya, mulai dari refluks asam hingga bronkitis. Artikel ini memberikan informasi lebih lanjut tentang penyebab dan pengobatannya.

Nyeri dada dalam bentuk apa pun sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Meski merupakan salah satu gejala yang menonjol, nyeri dada tidak selalu menandakan adanya masalah pada jantung. Nyeri di tenggorokan dan dada secara bersamaan cukup jarang terjadi. Jika Anda melihat penyebabnya, Anda akan melihat bahwa mereka sebenarnya tidak terkait dengan dada atau tenggorokan. Masalah lambung juga bisa menjadi penyebab gejala ini.

Penyebab

Refluks asam

Penyakit refluks asam, juga dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD), disebabkan ketika asam di lambung kembali ke kerongkongan karena fungsi otot sfingter bawah yang tidak tepat. Ada beberapa penyebab penyakit asam lambung, yang penting adalah kebiasaan makan yang tidak tepat dan merokok. Nyeri dada, mulas, iritasi di tenggorokan, kesulitan bernapas dan menelan, dll., adalah gejala GERD yang signifikan.

Alergi

Alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bahan makanan tertentu dapat memicu reaksi dan gejala yang berbeda pada manusia. Reaksi alergi terhadap polutan udara dalam bentuk apa pun biasanya menyebabkan sakit tenggorokan dan nyeri dada. Ini dikenal sebagai alergi udara dan dapat disebabkan karena asap, serbuk sari atau debu. Gejala lain dari alergi udara adalah gatal, bersin dan sakit kepala.

Bronkitis

Bronkitis, gangguan pernapasan, terjadi ketika bronkus di paru-paru meradang akibat infeksi virus atau bakteri. Selain infeksi virus dan bakteri, ada beberapa penyebab lain dari bronkitis seperti merokok dan memiliki sistem kekebalan yang lemah. Sakit dada, batuk, demam ringan, sakit tenggorokan dan sakit kepala adalah gejala bronkitis.

Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai Mycobacterium tuberculosis . Ini biasanya mempengaruhi orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Batuk parah, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri terbakar di dada dan tenggorokan adalah gejala tuberkulosis. Tuberkulosis sangat menular dan dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Penyebab lainnya

  • Radang paru-paru
  • Asma
  • Radang perut
  • Kecemasan
  • Kondisi psikologis

Perlakuan

Melakukan pemeriksaan darah, urine dan dahak; dan pemeriksaan fisik dapat membantu dalam mendiagnosis penyebab yang mendasari gejala-gejala ini. Setiap jenis infeksi dalam tubuh mudah diidentifikasi dengan bantuan tes ini.

Penyakit refluks asam dapat diobati dengan bantuan antasida, obat-obatan seperti penghambat reseptor H-2, penghambat pompa proton, dll. Pada saat yang sama, mengubah gaya hidup, menggunakan pengobatan rumahan seperti minum buttermilk setelah makan, dll., dapat juga membantu dalam pengobatan dan pencegahan GERD untuk sebagian besar.

Di sisi lain, satu-satunya pengobatan untuk alergi adalah mengidentifikasi alergen dan menjauhinya. Pneumonia dan gastritis juga dapat diobati dengan obat-obatan.

Gangguan pernapasan seperti bronkitis dan TBC dapat diobati melalui pengobatan. Bronkitis bakteri dan TBC dapat diobati dengan bantuan antibiotik. Perlu dicatat bahwa tuberkulosis adalah penyakit menular, dan karenanya, sangat penting untuk mendiagnosis dan mengobatinya sedini mungkin. Jika dibiarkan, bisa berakibat fatal.

Jika seseorang mengalami kondisi ini, perawatan tepat waktu dan istirahat yang cukup harus dilakukan untuk pulih dengan cepat. Oleh karena itu, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Terakhir, ingatlah bahwa adalah bijaksana untuk menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit menular, pernapasan, dan penyakit lainnya. Hati-hati!

Penafian: Artikel ini dimaksudkan hanya untuk memberikan informasi. Hal ini tidak untuk menggantikan nasihat dan pengobatan dokter.