Sakit Kepala dan Sakit Leher Konstan

Sakit kepala yang sering disertai dengan sakit leher adalah masalah umum di antara sebagian besar populasi saat bekerja dan tidur. Baca dulu untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab kondisi ini.

Sakit kepala yang sering atau terus-menerus disertai dengan nyeri leher, seringkali mengindikasikan beberapa masalah yang berkaitan dengan otot leher. Ini lebih sering diamati pada orang yang gagal mempertahankan postur tubuh yang benar di tempat kerja mereka. Postur tubuh yang salah bersama dengan stres dan ketegangan telah ditemukan berujung pada sakit kepala parah dan nyeri leher pada individu tersebut. Namun, dalam banyak kasus, sakit kepala yang berasal dari nyeri leher juga bisa menjadi indikator beberapa gangguan dan masalah mendasar lainnya. Berikut ini adalah pembahasan singkat tentang beberapa penyebab utama sakit kepala dan nyeri leher, serta beberapa tips untuk pencegahannya.

Sakit Kepala Kronis dan Nyeri di Leher

Penyebab

Seperti yang telah disebutkan, postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan sakit leher, yang pada gilirannya dapat menyebabkan sakit kepala juga. Hal ini terutama berlaku bagi individu yang profesinya mengharuskan mereka duduk berjam-jam dalam satu posisi, terutama di depan komputer. Postur tubuh yang salah dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot di bagian belakang leher, yang dilalui oleh saraf oksipital. Ketegangan dan tekanan pada saraf ini bisa menjadi penyebab utama sakit kepala yang biasanya disertai dengan nyeri leher. Demikian pula, terus-menerus menonton televisi atau layar komputer dalam waktu lama dapat membuat otot mata tegang dan menyebabkan rasa sakit pada mata dan kepala.

Selain postur, stres atau ketegangan bisa menjadi faktor penting penyebab sakit kepala. Stres dikenal sebagai salah satu penyebab utama yang menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk sakit kepala. Selain sakit kepala, juga bisa menyebabkan sakit leher dan kaku.

Faktor utama lainnya adalah kondisi pencahayaan yang buruk. Bekerja atau membaca di tempat yang kurang penerangan dapat membuat otot mata dan dahi tegang, yang dapat menyebabkan sakit kepala dan sakit leher. Namun, seringkali kondisi ini juga disebabkan oleh kelainan yang disebut temporomandibular joint disorder (TMD). Ini adalah gangguan yang terkait dengan nyeri rahang dan leher, dan juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Terlepas dari penyebab sakit leher dan kepala yang umum ini, beberapa penyakit atau gangguan yang mendasarinya juga dapat menyebabkan kondisi ini. Telah diamati bahwa sakit kepala konstan dan leher kaku dapat menjadi indikator migrain dan meningitis. Meningitis adalah salah satu penyebab paling umum pada anak-anak, bersama dengan demam. Demikian pula, sakit kepala cluster telah ditemukan menyebabkan nyeri tekan atau nyeri di leher, bersama dengan sakit kepala. Terkadang, bahkan cedera fisik atau trauma pada kepala dan leher dapat menyebabkan nyeri berulang.

Pencegahan

Sakit kepala yang bermula dari masalah leher, bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Meskipun obat pereda nyeri dapat meringankan kondisi untuk sementara, obat tersebut gagal mengatasi penyebab pastinya. Oleh karena itu, pencegahan kondisi ini memerlukan identifikasi yang tepat dari penyebab yang mendasarinya. Sakit kepala yang berasal dari masalah leher atau otot leher dapat diredakan dengan latihan leher yang tepat. Jadi, jika profesi Anda mengharuskan Anda untuk duduk berjam-jam, maka pastikan untuk beristirahat sejenak untuk meregangkan leher dan punggung Anda. Latihan peregangan untuk leher dapat sangat membantu, tetapi disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli terapi fisik sebelum mempraktikkannya.

Olahraga teratur tidak hanya akan membantu menjaga kondisi tubuh Anda tetap baik, tetapi juga mengurangi tingkat stres dan ketegangan. Stres dan ketegangan tidak hanya menyebabkan sakit kepala, tetapi juga diketahui menyebabkan banyak kondisi kesehatan yang serius. Teknik relaksasi seperti meditasi dapat membantu mengatasi stres dan kecemasan. Namun, peran terpenting dalam mencegah masalah kesehatan ini dapat dimainkan dengan koreksi postur. Koreksi postur saat duduk atau tidur dapat sangat membantu meringankan sakit leher dan kepala.

Sama pentingnya adalah olahraga teratur dan pengelolaan stres dan kecemasan untuk mengatasi masalah. Namun, sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya, sehingga dapat diatasi dengan tindakan pencegahan yang tepat.

Penafian : Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis ahli.