Penyebab Ruam Kupu-Kupu di Wajah

Ruam malar, yaitu ruam yang menyerupai bentuk kupu-kupu, sering dikaitkan dengan kondisi medis yang disebut lupus eritematosus sistemik. Artikel Ini ini memberikan beberapa informasi tentang gejala dan pengobatan ruam kupu-kupu di wajah.

Istilah malar berasal dari kata latin mala , yang berarti tulang pipi. Ruam malar adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya ruam di tulang pipi dan di atas batang hidung. Ini mencakup lebar wajah, menutupi pipi dan pangkal hidung. Ruam ini biasa disebut sebagai ruam kupu-kupu, karena menyerupai bentuk kupu-kupu. Penyebab utama ruam ini adalah kondisi autoimun yang disebut lupus eritematosus sistemik. Hampir 40% orang yang terkena lupus mengalami ruam malar, yang bisa muncul secara spontan atau muncul setelah terkena sinar matahari. Ruam dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, mulai dari kemerahan ringan di pipi hingga ruam merah parah.

Penyebab Ruam Malar

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
SLE merupakan penyakit autoimun kronis yang artinya terjadi akibat serangan sistem imun pada tubuh. Sel-sel kekebalan menyerang jaringan tubuh sendiri, mengira mereka sebagai penyerbu asing. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Gejala khas SLE adalah munculnya ruam kupu-kupu di wajah.

Penyebab pasti SLE tidak diketahui, tetapi diyakini bahwa faktor genetik dan faktor lingkungan mungkin berperan. Sementara kondisi ini mempengaruhi kulit dan jaringan ikat, juga dapat memiliki efek buruk pada organ dan struktur internal seperti otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, pembuluh darah, sendi, dan sistem saraf. Ruam malar klasik, alopecia, borok, dan lesi pada wajah dan bagian tubuh lainnya adalah beberapa manifestasi dermatologis yang signifikan dari lupus eritematosus sistemik. Fotosensitifitas adalah gejala lain dari SLE.

Selain SLE, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan ruam pada wajah. Ini termasuk rosacea, pellagra, dermatomiositis, sindrom Bloom, dan erisipelas. Rosacea adalah kondisi kulit kronis yang ditandai dengan ruam merah di pipi, hidung, atau dahi. Ini disertai dengan kulit merah yang meradang, benjolan dan jerawat, serta kulit yang menebal di hidung. Pellagra, yang disebabkan karena kekurangan niasin atau triptofan, adalah kondisi lain yang menyebabkan luka kulit bersisik di wajah, tangan, kaki, dan leher. Erisipelas adalah infeksi bakteri streptokokus akut dan parah yang mengakibatkan peradangan kulit, dan ditandai dengan ruam merah pada wajah, lengan, dan ekstremitas. Meski kondisi ini bisa menyebabkan ruam pada pipi, namun ruam berbentuk kupu-kupu sering menjadi indikasi SLE. Ruam yang disebabkan oleh SLE berwarna merah, meninggi, dan terkadang bersisik, dan dapat dibedakan dari ruam lainnya. Dalam kasus ruam malar pada SLE, lipatan hidung tidak terpengaruh.

Gejala Ruam Malar

â—† Ruam merah atau ungu, bersisik yang mungkin rata atau menonjol
â—† Ruam yang memburuk saat terkena sinar matahariâ—† Rasa gatal dialami jika ruam parahâ—† Kulit yang terkena mungkin terasa panas jika parah ruam

Sebagai catatan penutup, bantuan medis harus dicari oleh siapa saja yang mengalami ruam malar. Ini sebagian besar merupakan indikasi SLE, yang merupakan penyakit autoimun yang serius. Ruam dapat diobati dengan aplikasi topikal krim steroid. Juga, individu yang terkena harus meminimalkan paparan sinar matahari, dan memakai topi atau menerapkan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya dari matahari.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.