Penyakit Kwashiorkor

Penyakit kwashiorkor merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak dan disebabkan karena kekurangan gizi. Ini memiliki efek yang sangat buruk pada kesehatan. Anak-anak dari negara-negara terbelakang biasanya menjadi korban karena kurangnya sumber daya dan kurangnya perawatan medis yang layak.

Setiap anak berhak mendapatkan nutrisi lengkap berupa menu makanan yang seimbang. Diet ini membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang tepat. Tetapi ada banyak anak sial yang bahkan tidak makan satu kali sehari, yang menyebabkan kekurangan gizi. Anak-anak di negara-negara terbelakang dan berkembang sangat kekurangan gizi atau kekurangan gizi karena tidak tersedianya makanan yang layak. Tapi apa itu gizi buruk dan mengapa anak-anak ini tidak mendapat cukup makanan? Malnutrisi sering disebut sebagai makanan yang kurang gizi yang dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan. Orang-orang dari negara-negara ini hampir miskin dan tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Fakta tentang Penyakit

Ada beberapa jenis penyakit gizi buruk, salah satunya adalah Kwashiorkor. Salah satu penyebab utama gangguan ini adalah kekurangan protein. Penyakit ini banyak dijumpai di negara-negara yang mengalami kekeringan. Kemiskinan juga menjadi salah satu penyebab utama gizi buruk. Kasus pertama Kwashiorkor diidentifikasi pada tahun 1930 di Ghana, sebuah negara di Afrika Barat. Nama ‘Kwashiorkor’ berasal dari bahasa Ga, bahasa yang digunakan oleh penduduk asli dan arti harfiahnya adalah ‘ orang yang terlantar secara fisik ‘. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan sering terjadi pada anak-anak yang telah disapih ASI. ASI adalah sumber yang kaya asam amino dan protein, yang penting untuk pertumbuhan anak. Setelah anak disapih dari ASI, nutrisi perlu diganti dengan makanan berprotein lainnya. Namun tidak demikian halnya dengan orang yang tinggal di Ghana dan negara berkembang lainnya. Pola makan orang-orang ini hanya terdiri dari makanan bertepung tanpa protein, yang membuat anak-anak lebih rentan terhadap kekurangan energi protein (PEM), nama lain untuk penyakit Kwashiorkor. Jika gejala tidak diidentifikasi dan diobati tepat waktu, maka dapat mengakibatkan kematian individu.

Gejala

Seorang anak yang menjadi korban Kwashiorkor mengalami malnutrisi total. Anak seperti itu akan menunjukkan gejala malnutrisi protein berikut.

  • Ketidakmampuan untuk menambah berat badan dan pertumbuhan terhambat.
  • Tulang rusuk terlihat karena penurunan massa otot.
  • Perut besar dan menonjol, karena retensi cairan atau air di dalam tubuh. Kondisi ini juga dikenal sebagai edema. Anak itu mungkin juga memiliki kaki yang bengkak.
  • Wajah kurus dengan mata melotot dan bibir menonjol.
  • Pembesaran hati, diamati selama pemeriksaan fisik.
  • Gerakan lesu. Anak juga bisa menjadi mudah tersinggung.
  • Perubahan warna pada kulit dan rambut yang disebabkan karena dermatitis. Kulit mungkin mulai mengelupas dan mungkin juga menjadi gelap. Rambut juga bisa menjadi ringan dan mulai rontok.
  • Anak menjadi rentan terhadap sejumlah infeksi dan penyakit karena daya tahan tubuh yang lemah. Infeksi ringan juga cenderung menjadi parah pada anak dengan sistem kekebalan yang rusak.
  • Keterbelakangan mental.

Karena penyakit ini juga dapat terlihat pada bayi yang baru lahir, ibu harus diberikan diet yang benar-benar seimbang atau tinggi protein untuk menghindari penularan penyakit ini kepada anak. Memberikan diet kaya protein adalah satu-satunya cara untuk mengobati gangguan gizi ini.