Penyakit Herpes Zoster: Apakah Herpes Zoster Menular?

Herpes zoster adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster, yang juga merupakan agen penyebab cacar air. Artikel berikut memberikan informasi tentang penyakit virus ini.

Fakta Telanjang

Amerika Serikat melaporkan hampir 1 juta kasus herpes zoster setiap tahun, dan diyakini bahwa 1 dari 3 orang Amerika terus mengembangkan kondisi ini setidaknya sekali seumur hidup mereka.

Herpes zoster, yang juga dikenal sebagai herpes zoster, adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya lepuh yang menyakitkan pada kulit. Penyakit ini disebabkan oleh ‘Virus Varicella-zoster’ (VZV), yang merupakan virus penyebab cacar air pada manusia.

Ketika seseorang menderita cacar air selama masa kanak-kanak, VZV tetap berada di dalam tubuh seumur hidup bahkan setelah orang tersebut sembuh total dari cacar air. Virus terletak dalam bentuk tidak aktif, sampai diaktifkan kembali. Ketika itu terjadi, seseorang terkena herpes zoster, dan bukan cacar air. Untuk alasan ini, herpes zoster juga disebut sebagai penyakit cacar air. Virus kemungkinan akan diaktifkan kembali jika orang tersebut berada di bawah tekanan konstan, atau memiliki sistem kekebalan yang terganggu. Sementara sebagian besar gejala kondisi ini mirip flu, ada beberapa gejala khas yang membantu dalam diagnosis kondisi ini.

Gejala

Gejala muncul ketika virus berjalan ke akar saraf yang memasok sensasi ke kulit di satu sisi tubuh, sehingga menyebabkan peradangan. Gejala utamanya adalah munculnya lepuh kecil yang menyakitkan pada kulit individu, berjajar seperti strip atau pita, di sepanjang jalur cabang saraf, atau area kulit yang disuplai oleh akar saraf tertentu. Gejala khas inilah yang biasanya membantu para dokter mendiagnosis kondisi ini. Lepuh ini pecah dan membentuk luka kecil, yang mulai mengering dan akhirnya membentuk kerak. Kemudian, keropeng menjadi kerak dalam 2 hingga 3 minggu.

Beberapa gejala lainnya antara lain:
â Sensasi kesemutanâ Demam dan kedinginanâ Sensitivitas
â Gatal-gatalâ Nyeri sendiâ Malaiseâ Sakit kepalaâ Pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening)

Komplikasi yang mungkin timbul jika pertolongan medis tertunda:

Perawatan melibatkan penggunaan obat antivirus untuk mengurangi gejala dan mempercepat proses pemulihan. Bantuan medis yang tepat waktu juga diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi yang disebut neuralgia, yang berkembang ketika herpes zoster mencapai stadium lanjut. Untuk menghindari hal ini, seseorang harus waspada dan berkonsultasi dengan dokter saat gejalanya dicurigai. Anda juga harus mencari bantuan dokter jika Anda terus mengalami rasa sakit bahkan setelah ruam hilang. Jika diabaikan, kondisi ini dapat semakin memburuk dan menyebabkan ‘neuralgia postherpetik’ – suatu kondisi yang ditandai dengan rasa sakit yang tak tertahankan.

Jika tidak ditangani tepat waktu, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah seperti:

↪ Kehilangan penglihatan
â Pneumoniaâ Gangguan fungsi beberapa organâ Masalah pendengaranâ Encephalitis (radang otak karena virus)

Apakah herpes zoster menular?

Virus VZV yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster dapat menyebar ketika orang yang sehat bersentuhan langsung dengan luka terbuka/ruam/lepuh seseorang yang menderita penyakit ini. Harus dicatat bahwa ketika virus menyebar ke orang yang belum pernah menderita cacar air seumur hidupnya, itu akan menyebabkan cacar air dan bukan herpes zoster. Herpes zoster hanya mempengaruhi mereka yang pernah menderita cacar air sebelumnya. Itu terjadi ketika virus yang tidak aktif diaktifkan kembali. Risiko penularan tinggi selama fase ketika pasien telah mengembangkan lepuh yang memiliki cairan bening, tetapi ruam yang menutupi lepuh belum berkembang menjadi krusta. Sederhananya, virus bisa menular hingga lepuh mengering dan membentuk kerak.

Risiko penularan lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, anak kecil, atau wanita hamil, jika dibandingkan dengan individu yang sehat. Namun, akan lebih baik untuk menghindari kontak dengan individu yang terkena penyakit ini.

Virus dapat diaktifkan kembali jika…

… seseorang dalam usia lanjut, di atas 50 tahun.

…seseorang menderita penyakit yang melemahkan sistem kekebalan (AIDS dan kanker).

… seseorang menggunakan obat imunosupresif.

Ambil catatan:

  • Risiko penularan tinggi selama fase ketika lepuh telah berkembang, tetapi kerak belum terbentuk. Karena itu, lebih baik untuk menutupi lepuh ini selama fase ini.
  • Anda harus benar-benar mengikuti panduan yang diberikan oleh dokter.
  • Anda harus menghindari paparan sinar matahari. Tinggal di ruangan yang sejuk dan kering.
  • Hindari menggaruk area yang terkena ruam.

Beberapa individu telah melaporkan rasa sakit tanpa ruam sebelumnya. Ini adalah kondisi yang sangat langka yang disebut zoster sine herpete (ZSH). Meskipun tidak adanya gejala yang jelas membuat diagnosis kondisi ini agak sulit, ini sangat menyakitkan, dengan rasa sakit yang menjalar di sepanjang saraf tulang belakang tunggal. Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu sangat penting untuk menurunkan risiko komplikasi.

Penafian: Artikel Ini ini murni untuk tujuan informatif, dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti saran medis profesional.