Infeksi Sinus pada Anak

Infeksi sinus adalah masalah yang cukup umum, terutama pada anak-anak yang masih sangat kecil. Dalam kasus yang lebih jarang, ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi.

Infeksi adalah bentuk paling umum dari penyakit yang diderita anak-anak. Lemahnya daya tahan tubuh anak seringkali membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai penyakit dan infeksi. Infeksi sinus adalah yang paling umum dari semua infeksi yang diderita anak-anak. Ada banyak gejala infeksi ini. Namun, karena anak kecil tidak dapat mengungkapkan apa yang membuat mereka sakit, diagnosis gejala ini menjadi sulit. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas orang tua untuk mewaspadai dan mewaspadai gejala infeksi sinus pada anak.

Gejala

Infeksi sinus sering diikuti oleh virus flu atau influenza. Pilek berlangsung selama sekitar 8-10 hari dan tidak menanggapi obat biasa pilek dan flu. Sekresi hidung kemudian berubah menjadi lebih kental dan berwarna hijau kekuningan. Ini mungkin merupakan awal dari sinusitis bakteri. Infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri yang sama juga sering terjadi pada anak kecil. Gejala lain yang harus diwaspadai adalah nyeri pada wajah, dada berdebar-debar, bau mulut, dll. Infeksi sinus pada anak-anak sering disertai batuk yang terjadi sepanjang hari, tetapi memburuk pada malam hari atau saat tidur siang. Hidung tersumbat bisa sangat traumatis bagi anak-anak.

Penyebab

Infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas sering menjadi penyebab umum infeksi sinus pada anak-anak. Namun, alergen tertentu seperti polutan, juga memicu infeksi sinus pada anak-anak. Polutan atau infeksi virus ini, mengiritasi lapisan sinus, yang menyebabkan peradangan. Hal ini menyebabkan penyumbatan lendir di saluran hidung. Bakteri mulai berkembang dan berkembang biak dalam lendir yang tersumbat ini, yang akhirnya menyebabkan infeksi sinus. Jika infeksi ini tidak diobati tepat waktu, dapat menyebabkan infeksi sinus kronis. Ini sering kali menjadi penyebab pertumbuhan abnormal pada hidung atau bahkan kelainan bentuk tulang seperti septum yang menyimpang.

Perlakuan

Pengobatan infeksi sinus pada anak kecil terutama ditujukan untuk mengurangi peradangan pada sinus. Lendir yang tersumbat kemudian dapat keluar, melalui sekresi hidung. Antibiotik untuk infeksi sinus pada anak tidak bekerja jika infeksi disebabkan oleh virus. Namun, dalam kasus infeksi bakteri atau infeksi alergi, antihistamin oral dan antibiotik spektrum sempit dapat digunakan. Untuk infeksi sinus ringan, amoksisilin bekerja paling baik. Pereda nyeri seperti aspirin dan ibuprofen harus benar-benar dihindari dalam kasus anak-anak. Semprotan hidung saline, kortikosteroid dan dekongestan biasanya digunakan untuk meredakan hidung tersumbat pada anak-anak. Perawatan di rumah untuk infeksi sinus pada anak-anak termasuk terapi uap atau alat penguap dengan tetes minyak kayu putih, rosemary atau peppermint.

Pencegahan adalah pengobatan terbaik, dalam kasus infeksi sinus pada anak-anak. Jauhkan anak Anda dari wabah flu dan wabah lainnya. Menerapkan praktik kebersihan yang tepat di rumah untuk menghindari infeksi karena alergen. Demikian pula, bantu anak Anda menjalani gaya hidup sehat dengan diet dan olahraga yang tepat untuk memperkuat sistem kekebalannya. Dalam kasus gejala yang parah, lebih baik berkonsultasi dengan dokter sedini mungkin. Terakhir, yang paling penting, jangan mencoba merawat anak Anda di rumah dengan bantuan obat bebas tanpa berkonsultasi dengan praktisi medis.