Gejala Racun Dalam Tubuh

Ke mana pun kita pergi, kita menemukan berbagai jenis racun. Pernahkah kita berpikir bahwa tubuh kita juga bisa menumpuk racun karena berbagai faktor? Artikel ini berisi informasi tentang racun dan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh, jika tertelan.

Toksin adalah bahan kimia yang dapat terjadi secara alami atau sintetis di lingkungan. Racun adalah jenis racun yang dapat membahayakan tubuh kita baik secara internal maupun eksternal. Ada dua jenis racun – endotoksin dan eksotoksin. Endotoksin atau racun internal diproduksi di dalam tubuh, ketika makanan dipecah di usus besar dan melalui proses metabolisme di dalam sel. Racun ini memiliki kesamaan dengan radikal bebas. Racun eksternal atau eksotoksin dapat berupa bahan kimia atau mikroba. Racun ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air, dan udara yang terkontaminasi. Racun juga dapat dibuat dengan adanya bakteri dan ragi berbahaya.

Tubuh secara alami dirancang untuk memproses dan menghilangkan racun. Organ yang digunakan untuk menghilangkan bahan kimia ini adalah ginjal, hati, usus besar, kulit dan paru-paru. Racun dari tubuh dikeluarkan melalui urin, feses, keringat, dan pernafasan. Hati memecah racun berbahaya menjadi produk sampingan yang tidak berbahaya yang dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk tinja atau melalui ginjal dalam bentuk urin. Terkadang tubuh terkena atau cenderung menumpuk racun, sehingga menjadi keharusan untuk menghilangkannya dari tubuh. Beberapa gejala umum racun dalam tubuh adalah sindrom kelelahan kronis, insomnia, menunjukkan kepekaan terhadap produk makanan atau bahan kimia tertentu dan bau badan.

Indikasi Racun Dalam Tubuh

Efek racun dapat bervariasi sesuai dengan tingkat bahan kimia berbahaya ini di dalam tubuh. Hasilnya mungkin juga berbeda pada individu, berdasarkan paparan senyawa kimia ini.

Masalah di Saluran Gastrointestinal

Saluran pencernaan adalah bagian penting untuk menghilangkan racun dari tubuh. Masalah tertentu pada saluran pencernaan dapat meningkatkan kadar racun dalam tubuh. Individu yang memiliki jumlah racun yang tinggi akan menunjukkan gejala seperti peradangan pada lapisan saluran, sembelit, wasir, sakit maag, nyeri di daerah perut, gangguan pencernaan dan divertikulitis.

Ketidakseimbangan dalam Tingkat Hormon

Zat sintetis yang disebut xenoestrogen, yang ketika masuk ke dalam tubuh cenderung bertindak seperti hormon wanita, estrogen. Racun ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada wanita, yang menyebabkan gejala endometriosis dan sindrom pramenstruasi (PMS). Pada pria, racun ini dapat menurunkan jumlah sperma dengan meningkatkan kadar estrogen.

Kondisi Peradangan

Racun, sebagai benda asing, dapat memicu serangkaian peradangan. Sel darah putih yang ada di dalam tubuh mencoba melawan faktor eksternal ini. Peradangan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan terkait seperti penyakit Alzheimer, asma, penyakit jantung dan radang sendi. Jika seseorang sudah menderita salah satu penyakit yang disebutkan di atas, maka racun yang ada di dalam tubuh dapat membuat kondisi ini menjadi parah.

Masalah Terkait Kulit

Kulit menghilangkan racun melalui proses keringat atau keringat. Terkadang, pori-pori di kulit tersumbat oleh racun, yang memicu banyak reaksi alergi. Reaksi-reaksi ini dapat menyebabkan berbagai masalah terkait kulit seperti ruam, psoriasis, jerawat dan eksim.

Masalah Kognitif

Kelebihan racun dapat menyebabkan banyak masalah kognitif seperti kehilangan ingatan, perubahan suasana hati dan pemikiran berkabut atau tidak dapat berpikir jernih. Kelebihan racun atau paparan racun yang berlebihan juga dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan demensia, bahkan pada orang muda.

Cara Menghilangkan Racun dari Tubuh

Adanya racun dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan saraf dan keracunan logam berat. Jadi untuk menangkal masalah ini, sangat penting untuk mendetoksifikasi tubuh dari bahan kimia. Diberikan di bawah ini adalah beberapa metode untuk detoksifikasi tubuh Anda, yang akan membantu membuang racun dari tubuh dan memulihkan kesehatan sistem organ;

  • Minum beberapa gelas air setiap hari adalah cara alami dan dasar untuk detoksifikasi tubuh. Air membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun melalui keringat atau urin. Air juga membuat Anda terhidrasi.
  • Sertakan banyak serat dalam diet Anda dalam bentuk bit, brokoli, rumput laut, dan artichoke. Serat membantu dalam pencernaan makanan dan juga mendetoksifikasi tubuh.
  • Tambahkan rempah-rempah seperti ketumbar, jinten, kunyit dan biji adas dalam makanan Anda karena rempah-rempah ini berfungsi sebagai agen detoksifikasi dan membersihkan tubuh.
  • Stres diketahui meningkatkan kadar racun, dan kemampuan hati untuk mendetoksifikasi berkurang. Jadi berlatihlah meditasi dan yoga untuk menghilangkan stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
  • Makan buah-buahan seperti buah delima dan jeruk merupakan cara alami untuk merangsang proses pencernaan dan detoksifikasi. Buah-buahan ini juga mempromosikan makan sehat dan secara alami mengurangi tingkat bahan kimia dalam tubuh.
  • Hindari konsumsi alkohol, rokok, dan minuman berkafein, karena tidak hanya meningkatkan kadar racun tetapi juga dapat membahayakan tubuh. Racun ini juga dapat menyebabkan plak di arteri. Sebagai gantinya Anda bisa mengonsumsi jus alami seperti jus sayur atau buah.

Racun dalam tubuh harus dihilangkan sebelum dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut, terkadang menyebabkan kerusakan organ tertentu. Dalam kasus yang jarang terjadi, akumulasi racun juga bisa berakibat fatal. Jadi disarankan untuk mengikuti aturan kesehatan yang tepat dan pergi untuk pemeriksaan rutin ke dokter, untuk mengekang penyakit apa pun yang mungkin terjadi. Tetap sehat!