Diabetes Tipe 3

Diabetes tipe 3, juga dikenal sebagai diabetes otak, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan perubahan fungsi insulin di otak, dan dikelilingi oleh banyak spekulasi. Artikel berikut memberikan gambaran singkat tentang kondisi ini.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh memproduksi sedikit atau tidak ada insulin, yang diperlukan untuk pemanfaatan gula untuk menghasilkan energi, sedangkan diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengembangkan resistensi terhadap efek insulin. Gejala yang umum untuk kedua kondisi ini termasuk rasa haus yang meningkat, rasa lapar yang meningkat, sering buang air kecil, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kelelahan, dan penglihatan kabur.

Diabetes tipe 3, di sisi lain, adalah istilah yang tidak terdefinisi. Terkadang, kondisi ini juga dikenal sebagai ‘diabetes hibrida’, ‘diabetes ganda’, atau ‘diabetes otak’. Kondisi ini telah ditemukan baru-baru ini, dan ditemukan bahwa hormon insulin, juga diproduksi di otak.

Apa itu Diabetes Tipe 3?

Diabetes Ganda

Seperti disebutkan sebelumnya, diabetes tipe 3 dapat merujuk pada ‘diabetes ganda’ yang menandakan bahwa penderitanya mungkin mengalami gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2. Oleh karena itu nama ‘diabetes hibrida’. Misalnya, seseorang yang sudah menderita diabetes tipe 1, bertambah berat badannya, dan entah bagaimana mengembangkan diabetes tipe 2. Pada individu seperti itu, resistensi insulin berkembang di dalam tubuh. Akibatnya, insulin yang diberikan untuk mengobati diabetes tipe 1 menjadi tidak efektif.

Diabetes Tipe 3 Alzheimer

Untuk menjaga sel-sel otak tetap hidup dan berfungsi, otak memproduksi insulin. Namun, jika proses ini berhenti, maka sel-sel mulai memburuk. Dengan sel-sel otak mati, bahkan reseptor otak berhenti berfungsi. Inilah alasan para ilmuwan juga menciptakan istilah ‘diabetes tipe 3 Alzheimer’. Namun, teori ini belum sepenuhnya terbukti, tetapi mereka yang menggembar-gemborkannya mengklaim bahwa penderita diabetes lebih rentan terkena penyakit Alzheimer.

Gula Darah Tidak Stabil

Kadar gula darah yang tidak stabil dapat terjadi pada individu dengan diabetes tipe 3, sebagai akibat dari polusi listrik. Ini tidak lain adalah emisi energi elektromagnetik oleh perangkat yang dijalankan dengan listrik. Menurut para pendukung teori ini, polusi semacam itu menyebabkan lonjakan kadar gula darah, yang pada akhirnya menyebabkan kadar gula darah tidak stabil. Kondisi ini dapat mempengaruhi orang yang sudah menderita diabetes, dan bahkan mereka yang tidak.

Diabetes tipe 3 adalah penemuan baru, tidak seperti tipe 1 dan tipe 2. Karena masih diperdebatkan, tidak ada tanda-tanda khusus yang dapat dikaitkan secara khusus dengan kondisi ini, dan juga tidak ada tindakan diagnostik dan pengobatan khusus. Perawatan yang mungkin diikuti, tergantung pada kumpulan gejala yang dialami oleh individu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami sifat dari kondisi ini.

Penafian: Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis profesional.