Cara Mengobati Lepuh di Kaki

Lepuh di kaki terasa menyakitkan, terutama di telapak kaki, yang membuat Anda sangat sulit berjalan. Artikel ini memberikan informasi tentang cara mengobati lecet pada kaki.

Lepuh adalah sejenis mekanisme pertahanan tubuh manusia, dimana lapisan luar kulit terpisah membentuk lapisan dalam. Cairan bening yang juga disebut serum terkumpul di antara dua lapisan ini dan tetap demikian, sampai lapisan luar kulit berkembang dari dalam. Terkadang, alih-alih cairan bening, darah mungkin juga terkumpul. Lepuh biasanya terbentuk jika kulit Anda mengalami semacam cedera kimia atau fisik.

Penyebab

Berikut ini adalah penyebab terbentuknya lepuh pada kaki:

  • Salah satu penyebab utamanya adalah alergi. Orang mungkin alergi terhadap obat, bahan kimia, atau tanaman tertentu, dan ketika mereka bersentuhan dengan alergen tersebut, lepuh terbentuk.
  • Mengenakan sepatu ketat atau tidak pas yang memberikan terlalu banyak tekanan pada kulit kaki sering menyebabkan masalah ini.
  • Panas atau dingin yang ekstrem juga merupakan alasan lain untuk kondisi ini.
  • Beberapa jenis infeksi juga dapat menyebabkan lecet tidak hanya di kaki, tetapi juga di bagian tubuh mana pun.

Cara Mengobati Lepuh di Kaki

Lepuh Kecil Atau Tidak Begitu Menyakitkan

Biasanya lepuh ini tidak memerlukan pengobatan apapun. Kulit Anda berfungsi sebagai perban pelindung steril agar bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, lebih baik membiarkannya tidak tersentuh, dan menghindari aktivitas yang memicu kondisi ini. Anda juga dapat mengoleskan perban moleskin di sekitar area yang terkena untuk mencegah iritasi lebih lanjut.

Lepuh Besar Atau Menyakitkan

Lepuh seperti itu perlu dikeluarkan, dan cairannya dikeluarkan untuk menghilangkan rasa sakit secara instan. Langkah-langkah berikut perlu dilakukan untuk tujuan ini:

  • Pertama-tama, cuci tangan Anda dengan sabun antiseptik.
  • Cuci area sekitar lepuh dengan larutan betadine.
  • Celupkan jarum ke dalam alkohol selama beberapa menit untuk mensterilkannya.
  • Sekarang, gunakan jarum untuk menusuk lepuh dengan lembut di dasarnya.
  • Berikan tekanan lembut dengan jari Anda untuk mengalirkan serum secara perlahan. Berhati-hatilah agar Anda tidak melukai diri sendiri saat melakukan ini.
  • Oleskan perban moleskin berbentuk donat untuk melindungi lepuh dari iritasi lebih lanjut.
  • Periksa apakah ada gejala infeksi.

Jangan menusuk lepuh jika Anda terkena salah satu kondisi medis berikut karena takut tertular infeksi:

  • Diabetes
  • Kanker
  • Penyakit jantung
  • AIDS

Muncul Blister

  • Cuci area yang terkena menggunakan sabun antiseptik.
  • Buang kulit yang kendur dengan pisau yang disterilkan, hanya jika sudah kotor.
  • Oleskan salep antibiotik di atas lepuh yang terbuka, dan tutupi area tersebut dengan kain kasa.
  • Ganti kasa setiap hari atau setiap kali basah atau kotor; namun, lepaskan pada malam hari agar luka mengering.
  • Pantau luka apakah ada gejala infeksi.

Setelah luka sembuh, lapisan luar kulit akan mengering dan keluar dengan sendirinya. Karena itu, hindari menarik kulit kering. Namun, jika luka tidak kunjung sembuh dan menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kulit menjadi merah, keluarnya nanah, demam, atau bertambah nyeri atau bengkak, maka segera konsultasikan ke dokter.

Penafian : Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis ahli.