Asam Urat dalam Urine

Sebuah produk kristal dari metabolisme protein, asam urat ditemukan dalam darah, serta urin. Artikel berikut memberikan informasi tentang kadar asam urat normal dalam urin.

Asam urat adalah hasil pemecahan purin. Sebagian besar dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Namun, kadarnya dapat meningkat karena gangguan medis tertentu yang mendasarinya. Dalam keadaan seperti itu, mungkin ada peningkatan kadarnya dalam urin. Di sisi lain, konsentrasi asam ini dalam urin akan lebih sedikit, jika ginjal tidak dapat mengeluarkannya dari darah.

Tes dan Diagnosis

Sampel urin dikumpulkan selama 24 jam. Ini dianalisis untuk menentukan jumlah asam urat yang ada dalam urin. Persyaratan seperti tes muncul untuk mendiagnosis kondisi seperti batu ginjal. Pasien disarankan untuk minum banyak cairan 24 jam sebelum tes. Mereka juga disarankan untuk membatasi penggunaan alkohol sebelum tes. Pasien harus memberi tahu dokter mereka tentang obat yang mereka minum.

Nilai Normal

Tingkat normal dalam sampel urin 24 jam berada di kisaran 250 – 750 miligram (mg). Nilainya lebih tinggi pada pria daripada wanita.

Level tinggi

Kadar yang tinggi bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam kerja ginjal, leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. Gangguan medis seperti anemia sel sabit, penyakit jantung, dll., dan pengobatan kanker juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Penyebab lain mungkin termasuk:

  • Encok
  • keracunan timbal
  • Sindrom Lesch-Nyhan (jarang)
  • Gangguan hati
  • malnutrisi
  • Kegemukan
  • Preeklamsia
  • Psoriasis
  • Kelaparan
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif

Mengkonsumsi makanan yang kaya purin meningkatkan risiko. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti pil air, suplemen vitamin C, niasin, dan yang digunakan dalam pengobatan leukemia, limfoma, dll, juga dapat menyebabkan kadarnya meningkat.

Level rendah

Kadar asam urat yang rendah dapat menjadi indikator kerusakan atau penyakit ginjal, karena asam urat tidak dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Bahkan dapat diamati dalam kasus penyalahgunaan alkohol. Juga, diet yang rendah protein atau kekurangan asam folat, dapat menyebabkan kondisi yang sama. Penggunaan allopurinol, diuretik tertentu, atau insulin juga dapat mempengaruhi proses eliminasi melalui urin.

Karena kadar asam urat yang abnormal dalam urin merupakan indikasi kondisi medis, pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Terapi obat ditambah dengan perubahan gaya hidup yang diperlukan pasti akan terbukti bermanfaat.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.