Apa itu Percocet?

Percocet diresepkan untuk pasien yang menderita nyeri ringan hingga sedang. Artikel berikut memberikan informasi tentang obat ini.

Percocet termasuk golongan narkotika. Ini diklasifikasikan sebagai zat yang dikendalikan Jadwal II, yang berarti bahwa penggunaan obat ini diatur di bawah undang-undang dan peraturan yang ketat karena potensi penyalahgunaan yang tinggi. Ini adalah obat penghilang rasa sakit yang membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang. Penggunaannya dianjurkan untuk orang yang terkena migrain atau penyakit lain yang ditandai dengan rasa sakit. Juga, rasa sakit yang timbul karena pembedahan, cedera atau prosedur gigi, dapat dikelola dengan bantuan obat.

Konstituen utama obat ini adalah asetaminofen dan oksikodon hidroklorida. Yang pertama dikenal sebagai obat non-resep yang mengatasi rasa sakit dan membantu mengurangi demam. Yang terakhir ini juga membantu mengurangi rasa sakit dan batuk. Kedua obat ini digunakan dalam kombinasi untuk mengurangi potensi penyalahgunaan oksikodon, dan juga untuk meningkatkan efektivitasnya sebagai obat.

Efek samping

Tidak setiap pengguna cenderung mengalami efek samping dalam penggunaan obat ini. Selain itu, efek sampingnya umumnya ringan dan dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang umum termasuk:

  • Mual (yang mungkin disertai atau tidak disertai muntah)
  • Gatal
  • Mengantuk, pusing
  • Sembelit
  • Rasa gelisah

Tindakan pencegahan

Penyedia layanan kesehatan Anda harus mengetahui riwayat kesehatan Anda, sebelum ia meresepkan Anda dengan obat-obatan dan pengobatan. Beri tahu dokter, jika Anda sedang hamil atau menyusui. Beri tahu dokter Anda jika Anda terpengaruh oleh kondisi berikut:

  • Hipotensi
  • Hipotiroidisme
  • Asma
  • Sakit perut
  • penyakit Addison
  • Pembesaran prostat
  • Pernapasan dangkal
  • Mulut kering
  • tinitus
  • Pingsan
  • Gangguan paru-paru
  • Alergi
  • Setiap cedera pada kepala yang mungkin pernah terjadi di masa lalu
  • Penyakit pankreas
  • Penyakit kandung empedu
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan mental
  • Kecanduan alkohol atau narkoba
  • Tumor otak

Overdosis

Banyak kali mungkin terjadi bahwa seseorang melebihi dosis obat yang diperlukan. Tanda-tanda umum yang mungkin menunjukkan fakta ini, terlepas dari apakah dia toleran terhadap obat ini akan menunjukkan gejala-gejala ini:

  • Makan yang buruk
  • Diare
  • Muntah/mual
  • Urin kekuningan
  • Gejala penyakit kuning dapat terjadi
  • Kebingungan
  • Gula darah bisa turun
  • Penyakit hati yang menyebabkan kegagalan

Dalam kasus ekstrim, overdosis bisa berakibat fatal bagi pengguna. Jadi, pastikan obat yang diminum sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.