Macam-Macam Hormon yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Layaknya manusia, hewan juga merupakan salah satu makhluk yang pastinya mempunyai hormon di dalamnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang macam hormon yang mempengaruhi pertumbuhan pada hewan.

Sebelum memasuki pembahasan terlebih dahulu kita ketahui, apa itu hormon? Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon.

Hormon Pada Hewan

Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar endoktrin vertebrata. Pada hewan hormon berfungsi sebagai pertumbuhan, perkembangan vegetatif, respirasi sel, metabolisme, produksi panas dan sebagainya.

Hormon bertindak sebagai sinyal ke sel-sel target mereka, tindakan ditentukan tidak hanya pada jumlah hormon yang dikeluarkan tetapi juga tergantung pada pola sekresi hormon dan mekanisme transduksi sinyal dari jaringan target.

Hormon Pada Hewan
Hormon Pada Hewan

Meskipun demikian hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Berikut adalah beberapa hormon pertumbuhan pada hewan :

1. Hormon Tiroksin

Hormon ini berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini berfungsi merangsang dimulainya proses terjadinya metamorfosis.

2. Hormon Somatomedin

Hormon Somatomedin ini memengaruhi pertumbuhan tulang.

3. Hormon Ekdison dan Juvenil

Hormon ini memengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan invertebrata.

Karakteristik Hormon Pada Hewan

Pada hewan hormon juga memiliki karakteristik, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Hormon yang langsung disekresikan ke dalam aliran darah
  • Kelenjar dari sistem endokrin mengeluarkan hormon dalam jumlah yang sangat kecil
  • Seringkali efek dari hormon berada pada situs yang berbeda dari situs sekresi mereka
  • Tindakan hormon adalah sebagai jaringan target atau organ.
  • Mereka dikenal sebagai pembawa pesan kimia, mereka memodifikasi dan mengatur aktivitas jaringan target atau organ.

Pada hakikatnya hormon memiliki peran yang sangat penting pada pertumbuhan hewan, tumbuhan, dan juga manusia. Dengan demikian penting kiranya kita mengetahui apa itu hormon dan apa saja macam hormon pada manusia, tumbuhan maupun hewan.

Demikian artikel tentang macam-macam hormon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan semoga dapat diterima dengan baik. Semoga bermanfaat.

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibedakan menjadi dua fase, yakni embrionik dan pasca embionik. Jelaskan perbedaannya!

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibedakan menjadi dua fase, yakni embrionik dan pasca embionik. Jelaskan perbedaannya!\(\;\)

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibagi menjadi dua fase utama, yaitu fase embrionik dan fase pasca-embrionik.

Fase embrionik merupakan fase yang dimulai dari terbentuknya zigot sampai berkembang menjadi embrio. zigot mengalami pertambahan jumlah sel akibat pembelahan secara mitosis. Tahapan yang dilalui zigot untuk menjadi embrio ialah morula, blastula, dan grastula. Setelah Mengalami pembelahan fase embrionik dilajutkan dengan tahap organogenesis yaitu proses pembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan gastrula.

Fase pasca-embrionik dimulai sejak hewan lahir atau menetas. Pada fase ini, kecepatan pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota tubuh tidak sama. Pertumbuhan ini juga tidak berlangsung terus-menerus, bisa berhenti setelah mencapai dewasa. Sementara itu, perkembangan dimulai ketika alat-alat kelamin sudah mampu mereproduksi sel-sel kelamin (gamet).

Perbedaan dari kedua fase ini ialah :

  1. Fase embrionik dimulai dari zigot hingga menjadi embrio sebelum lahir sedangkan fase pasca-embrionik dimulai setelah menetas atau lahir.
  2. Fase embrionik terjadi proses pembelahan, sedangkan fase pasca-embrionik terjadi proses pematangan organ-organ tubuh.
  3. Fase embrionik terjadi di dalam rahim/telur, sedangkan fase pasca-embrionik terjadi di luar telur/rahim.\(\;\) 

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa balita sangat pesat sehingga perlu dikontrol dengan baik. Pengontrolan pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat menggunakan KMS. Apa yang dimaksud KMS? Jelaskan beserta fungsinya!

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa balita sangat pesat sehingga perlu dikontrol dengan baik. Pengontrolan pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat menggunakan KMS. Apa yang dimaksud KMS? Jelaskan beserta fungsinya!

KMS merupakan kartu yang memuat kurva pertumbuhan anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin.

Secara umum, fungsi KMS dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, antara lain :

  1. Alat untuk memantau pertumbuhan. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa KMS memuat kurva pertumbuhan seorang anak berdasarkan jenis kelamin, umur dan berat badan anak. Normal tidaknya pertumbuhan seorang anak dapat di ketahu hanya melihat trend grafik/kurva yang terdapat pada KMS.
  2. Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak. Salah satu informasi tambahan yang bisa anda peroleh dari KMS adalah pelayanan kesehatan yang telah di peroleh si anak, misalnya catatan imunisasi, pemberian Kapsul Vitamin A serta pemberian ASI Eksklusif.
  3. Sebagai alat edukasi. Kader posyandu atau petugas kesehatan bisa langsung memberikan edukasi kepada ibu, dengan melihat kurva pertumbuhan si anak setelah dilakukan pengukuran berat badan.

undefined

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pubertas dapat ditunjang dengan melakukan olahraga secara …

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pubertas dapat ditunjang dengan melakukan olahraga secara …

Pubertas atau akil balig adalah proses perubahan fisik saat tubuh anak berubah menjadi tubuh dewasa yang mampu melakukan reproduksi seksual. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan dapat ditunjang dengan melakukan olahraga secara teratur agar kondisi tubuh tetap prima.

Pertumbuhan dan perkembangan tahap embrio pada hewan secara berurutan ….

Pertumbuhan dan perkembangan tahap embrio pada hewan secara berurutan ….\(\;\;\)

morulasi – blastulasi – gastrulasi – organogenesisundefined

Author: Angga Sopyana