Penggunaan Formaldehida dalam Kehidupan

Formaldehida akhir-akhir ini sering diberitakan di berbagai media baik elektronik maupun cetak, karena keberadaannya yang digunakan secara berlebih dalam pengawetan sejumlah produk makanan. Formaldehida merupakan senyawa kimia yang akan menimbulkan dampak buruk untuk tubuh bila senantiasa serta berlebihan mengkonsumsinya.

Dan untuk lebih jelasnya berkaitan dengan formaldehida berikut ini paparan singkat tentang penggunaan formaldehida dalam kehidupan semoga bermanfaat!

Formaldehida yang juga dinamakan formalin atau metanal, adalah aldehida yang memiliki rumus kimia H2CO, yang berupa gas atau liquid yang disebut dengan formalin, atau padatan yang dinamakan sebagai paraformaldehyde (trioxane). Formaldehida mulanya dibuat oleh ahli kimia berkebangsaan Rusia yaitu Aleksandr Butlerov pada tahun 1895, namun diidentifikasi oleh Hoffman di tahun 1867.

Pada lazimnya, formaldehida terbentuk dari akibat reaksi oksidasi katalik dalam metanol. Maka dari itu, formaldehida dapat didapatkan dari pembakaran materi yang memiliki kandungan karbon serta terdapat didalam asap knalpot mobil, kebakaran hutan serta asap rokok. Di atmosfer bumi formaldehida didapatkan dari aksi sinar matahari dengan oksigen pada metana dan juga hidrokarbon lainnya yang tersedia dalam atmosfer. Formaldehida dalam takaran sangat kecil pun dihasilkan selaku metbolit sebagian besar organisme berikut manusia.

Kegunaan Formaldehida

Formaldehida bisa dipakai untuk menumpas sebagian besar bakteri, hingga acapkali dipakai untuk disinfektan serta sering dipakai untuk bahan pengawet. Selaku disinfektan, senyawa kimia ini disebut juga dengan sebutan formalin serta digunakan untuk pembersih lantai, gudang, pakaian serta kapal.

Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai.

Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida.

Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak).

Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.

Daftar kegunaan formalin

  • Pengawet mayat
  • Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
  • Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca
  • Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi.
  • Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
  • Bahan untuk pembuatan produk parfum.
  • Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
  • Pencegah korosi untuk sumur minyak

Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet.

Loading...

Incoming search terms:

  • Kegunaan forma