Sebutkan model penulisan sejarah sosial menurut kuntowijoyo

Dalam bukunya Metodologi Sejarah , Kuntowijoyo membahas mengenai model penulisan sejarah sosial. Menurut Kuntowijoyo, karena banyaknya aspek yang ikut dibahas dalam sejarah sosial, maka perlu adanya sebuah model y ang dapat memberikan gambaran tentang penulisan sejarah sosial. Kuntowijoyo membagi penulisan sejarah sosial dalam dua model, yaitu sebagai berikut.

  • a. Model yang bersifat sinkronis, artinya penulisan sejarah sosial dengan sedikit saja dimensi waktu seperti sistem yang terdiri dari struktur dan bagiannya.
  • b. Model yang bersifat diakronis, artinya penulisan sejarah sosial lebih mengutamakan tulisan yang berdimensi waktu dengan sedikit saja luasan ruang.

Secara umum penulisan sejarah sosiologis dapat dibedakan dalam model yang bersifat sinkronis dan diakronis. Menurut Kuntowijoyo, dengan model sinkronis masyarakat digambarkan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari struktur dan bagiannya (substruktur), dan peristiwa-peristiwa dilihat dalam keadaan statis. Sedangkan model diakronis lebih mengutamakan pelukisan sosial berdimensi waktu. Pada gilirannya, model diakronis sebagai tujuan utama dari penulsian sejarah itu bukan saja memerhatikan struktur dan fungsinya pada masyarakat, melainkan sebagai suatu gerak dalam waktu dari kejadian-kejadian yang konkret. Dengan demikian, model diakronis dapat bermula dari sebuah situasi secara sinkronis pula, atau melalui situasi antara permulaan menuju ke situasi terakhir.

Selanjutnya Kuntowijoyo memperkenalkan enam model penulisan sejarah berdasarkan pendekatan sosiologis. Keenam model penulisan itu sekaligus berguna untuk meningkatkan ketermpilan sejarawan dalam menentukan strateginya. Yaitu model evolusi, yang melukiskan perkembangan sebuah masyarakat dan permulaan berdiri sampai dengan menjadi masyarakat yang kompleks; model lingkaran netral, yang menjelaskan penulisan sejarah bertolak dari titik peristiwa di tengah-tenah kehidupan masyarakat secara sinkronis, lalu secara diakronis ditunjukkan pertumbuhannya; model interval, yaitu berupa kumpulan lukisan sinkronis yang disusun secara kronologis, tetapi antara satu periode dengan periode lainnya tanpa adanya mata rantai dan tidak selalu menunjukkan hubungan sebab akibat; model tingkat perkembangan, yakni tahap-tahap perkembangan masyarkat dijelaskan dengan memaki model diferensi struktural; model jangka panjang-menengah-pendek, artinya sejarah ditetapkan dalam tiga macam keberlangsungan.

Dalam hal ini, sejarah jangka panjang merupakan perulangan yang konstan tetapi perubahanya lamban sehingga perkembangan waktunya tak dapat dilihat; sejarah jangka menengah perkembanganya lamban tetapi ritmenya dapat dirasakan; sedangkan sejarah jangka pendek adalah sejarah dari kejadian-kejadian yang berjalan dengan serba cepat; model sistematis, model terakhir ini biasa dipergunakan untuk menelusuri sejarah masyarakat dalam konteks perubahan sosial.

Sebutkan model penulisan sejarah sosial menurut kuntowijoyo 1

Tinggalkan Balasan