Fungsi hormon sitokinin, asam absisat dan gas etilen

Remaja bukan satu-satunya makhluk dengan hormon yang berlimpah. Tanaman juga penuh dengan hormon, tapi beruntung bagi mereka karena tumbuhan tidak tumbuh jerawat seperti pada manusia remaja.  Pada tumbuhan, ada banyak hormon yang bertanggung jawab untuk segala macam hal, seperti membantu tanaman merasakan cahaya, membentuk akar lateral, dan memicu perkembangan bunga dan perkecambahan, adalah hanya untuk beberapa nama.

Tumbuhan bergantung pada hormon untuk menjadi utusan mereka. Hormon adalah sinyal molekul yang diproduksi dalam jumlah kecil dan dikirim ke bagian lain tubuh tanaman, seperti utusan kecil yang berlarian.

Mengapa orang harus peduli pada hormon tanaman? Hormon tanaman yang benar-benar penting dalam menciptakan dunia yang hijau di sekitar kita, dan memberikan buah-buahan yang kita makan dan produk tanaman lainnya yang kita nikmati setiap hari. Banyak hal tentang hormon tanaman masih belum diketahui, sehingga adalah bidang yang besar untuk seorang ahli biologi tanaman tunas.

Fungsi Hormon Sitokinin

Ada dua jenis hormon sitokinin, yaitu zeatin (merupakan sitokinin alami yang terdapat pada biji jagung) dan kinetin yang merupakan sitokinin buatan. Efek dari sitokinin berlawanan dengan auksin pada tumbuhan. Contoh jika sitokinin banyak diberikan pada tumbuhan maka akan banyak tumbuh tunas, tetapi jika sedikit diberikan pada tumbuhan maka akan terbentuk banyak akar. Hal ini terjadi karena sitokinin dapat menghentikan dominasi pertumbuhan kuncup atas (apikal) dan merangsang pertumbuhan kuncup samping (lateral).

Fungsi sitokinin antara lain:

  1. bersama dengan auksin dan giberelin merangsang pembelahan sel-sel tanaman
  2. merangsang morfogenesis ( inisiasi / pembentukan tunas) pada kultur jaringan.
  3. merangsang pertumbuhan pertumbuhan kuncup lateral.
  4. merangsang perluasan daun yang dihasilkan dari pembesaran sel atau merangsang pemanjangan titik tumbuh daun dan merangsang pembentukan akar cabang
  5. meningkatkan membuka stomata pada beberapa spesies.
  6. mendukung konversi etioplasts ke kloroplas melalui stimulasi sintesis klorofil.
  7. menghambat proses penuaan (senescence) daun
  8. mematahkan dormansi biji

Fungsi Asam Absisat

Asam absisat merupakan hormon yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman (inhibitor) yaitu bekerja berlawanan dengan hormon auksin dan giberelin dengan jalan mengurangi atau memperlambat kecepatan pembelahan dan pembesaran sel.  Asam absisat memiliki beberapa pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, di antaranya sebagai berikut.

1) Mengatur dormansi tunas dan biji

2) asam absisat memiliki pengaruh yang berlawanan dengan hormon tumbuhan lain. Misalnya, asam absisat menghambat produksi amilase pada biji yang diberi giberelin. asam absisat juga menghambat pemanjangan dan pertumbuhan sel yang dirangsang oleh IAA.

3) Menyebabkan penutupan stomata

4) Meskipun asam absisat menghambat pertumbuhan, tetapi tidak bersifat racun terhadap tumbuhan.

Fungsi Gas etilen

Etilen disebut juga ethene, Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen.Fungsi gas etilen secara khusus adalah:

  • Mengakhiri masa dormansi
  • Merangsang pertumbuhan akar dan batang
  • Pembentukan akar adventif
  • Merangsang absisi buah dan daun
  • Merangsang induksi bunga Bromiliad
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang pemekaran bunga

Biosintesis dan Metabolisme

Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses:

  • ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
  • Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
  • Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.

Dewasa ini dilakukan penelitian yang berfokus pada efek pematangan buah. ACC sintase pada tomat menjadi enzim yang dimanipulasi melalui bioteknologi untuk memperlambat pematangan buah sehingga rasa tetap terjaga.

Fungsi hormon sitokinin, asam absisat dan gas etilen 1

Tinggalkan Balasan