Apa itu Presisi Retoris?

Kalimat kedua dari retoris precis menjelaskan apa sebenarnya yang digunakan penulis untuk mendukung atau mengembangkan tema utama.

Precis retoris adalah jenis ringkasan spesifik dari sebuah tulisan, yang mengikuti format standar dan digunakan sebagai “abstrak” retoris. Empat kalimat yang berisi potongan informasi tertentu membentuk presisi. Kalimat pembuka harus menyertakan nama, judul, dan tanggal karya, serta kata kerja yang akurat dan pernyataan argumen umum. Kalimat berikutnya berisi informasi tentang bagaimana penulis mendukung atau memperdebatkan klaimnya, dan kalimat ketiga menjelaskan tujuan penulis. Kalimat terakhir dari retoris presisi menjelaskan audiens yang dituju dari karya tersebut.

Abstrak adalah bagian umum dari karya ilmiah di mana seluruh studi atau percobaan diringkas, termasuk tujuan, hipotesis, hasil utama, dan kesimpulan. Precis retoris adalah hal yang sama, kecuali bahwa itu adalah ringkasan dari sebuah argumen dan audiensnya. Ini mengikuti format yang sangat spesifik.

Kalimat pembuka retoris precis berisi informasi yang berkaitan dengan karya tertentu, termasuk penulis, judul, dan tanggal publikasi dalam tanda kurung. Kata kerja seperti “menegaskan”, “menolak”, “berargumen”, atau “menolak” ditambahkan ke presis untuk menjelaskan pendirian umum penulis tentang topik utama. Penulis kemudian menambahkan klausa “itu” yang menjelaskan klaim utama dari karya tersebut. Contohnya adalah ” God Delusion (2006) karya Richard Dawkins berpendapat bahwa gagasan tentang Tuhan dan agama-agama seperti Kristen tidak logis dan merusak secara keseluruhan.”

Kalimat kedua dari retoris precis menjelaskan apa sebenarnya yang digunakan penulis untuk mendukung atau mengembangkan tema utama. Tidak ada aturan khusus yang mengatur kalimat ini selain harus menunjukkan dasar argumen. Misalnya, “Dawkins membandingkan argumen logis untuk dan melawan keberadaan Tuhan dan memeriksa apakah Kekristenan adalah kekuatan positif atau negatif di dunia.” Kalimat ketiga menjelaskan tujuan penulis dan berisi klausa yang dimulai dengan “berurutan”. Misalnya, “Tujuan Dawkins adalah untuk mempertanyakan asumsi bahwa mempercayai sesuatu atas dasar iman saja adalah bajik untuk memungkinkan orang memutuskan apakah mereka benar-benar menganut agama tertentu atau percaya pada dewa.”

Kalimat terakhir dari precis retoris berhubungan dengan penonton. Tidak ada persyaratan linguistik yang mengatur kalimat ini. Ini membutuhkan penjelasan tentang audiens yang dituju dan hubungan yang dirumuskan penulis dengan mereka. Misalnya, “Dawkins menulis untuk orang awam yang memiliki alasan untuk mempertanyakan kepercayaan tradisional, seperti yang ditunjukkan oleh penjelasannya tentang istilah teknis atau ilmiah apa pun yang muncul melalui buku ini.”

Author: fungsi