Apa itu Pola Retoris?

Pola retorika adalah bagaimana seorang penulis mengkomunikasikan ide-idenya.

Pola retorika adalah teknik yang digunakan oleh penulis, atau dalam beberapa kasus, pembicara, untuk mengkomunikasikan ide dengan cara tertentu. Pembaca atau pendengar menggunakan pemahaman pola retorika untuk mencoba mengembangkan analisis lebih dekat tentang apa yang penulis atau pembicara coba ungkapkan. Pola-pola ini paling sering diterapkan pada teks, atau transkripsi ucapan, di mana dimungkinkan untuk mengeksplorasi komunikasi melalui penggunaan berbagai sumber retoris.

Berbagai pola retorika membantu pembaca mengidentifikasi tujuan dan maksud penulis.

Salah satu jenis pola retorika adalah contohnya. Strategi retorika dasar ini adalah yang umum. Penulis menggunakan contoh untuk menguraikan ide yang telah diperkenalkan. Umumnya, contoh digunakan untuk memperjelas gagasan melalui representasi praktis dari gagasan tersebut. Para ahli menunjukkan bahwa penempatan contoh pola retorika lain penting dalam mengungkapkan lebih banyak tentang maksud penulis dan apa yang dia coba ungkapkan.

Membandingkan dan mengkontraskan adalah jenis pola retorika lain yang mungkin digunakan penulis. Sekali lagi, alat-alat ini menyediakan presentasi yang lebih maju, apakah itu esai atau jenis teks lainnya. Pembaca sering mengidentifikasi pernyataan yang membandingkan dan mengkontraskan dan menganalisisnya untuk mencari makna.

Penulis juga dapat menggunakan sebab dan akibat sebagai semacam pola retorika. Banyak pembaca mungkin memahami sebab dan akibat sebagai ide ilmiah, tetapi juga berguna dalam mengkaji retorika. Jenis pola lain, selain membandingkan dan mengkontraskan dan sebab dan akibat, termasuk kebalikan, atau pernyataan positif dan negatif yang disajikan berdekatan, di mana seorang penulis dapat menyajikan satu atau lebih argumen kepada pembaca dari sudut pandang unik penulis itu. .

Berbagai pola retorika lainnya juga membantu pembaca mengidentifikasi tujuan dan maksud penulis. Ini bisa sangat berguna dalam analisis akademis atau teknis dari sebuah teks. Pembaca sering menyorot, melingkari, atau menggarisbawahi pola-pola yang mereka temukan dalam sebuah teks untuk mempelajari teks tersebut lebih lanjut dan memberikan tanggapan yang cerdas.

Pakar akademis sering menjelaskan bahwa menggunakan pola retorika mengarah pada eksplorasi “meta-level” dari sebuah teks. Menemukan pola retorika memungkinkan pikiran untuk memahami konsep dalam teks dengan cara yang berbeda, dan seringkali lebih efektif. Itulah sebabnya analisis retorika semacam ini biasa terjadi di lembaga-lembaga akademis.

Author: fungsi