Meningitis virus pada Anak

Meningitis virus lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan kasus di mana peradangan meningen adalah akibat dari infeksi bakteri. Artikel berikut memberikan informasi tentang gejala dan pengobatan kondisi ini.

Istilah ‘meningitis’ mengacu pada peradangan meningen, yang merupakan tiga selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, jamur, dll. Infeksi dianggap lebih serius jika agen penyebabnya adalah bakteri. Meskipun meningitis virus biasanya sembuh dalam beberapa minggu tanpa pengobatan apa pun, selalu lebih baik untuk mencari bantuan medis.

Agen Penyebab

Studi menunjukkan bahwa sekitar 30% kasus di Amerika Serikat, di mana meningen meradang karena virus, disebabkan oleh Enterovirus . Patogen ini cenderung menyebar lebih banyak di akhir musim panas dan awal musim gugur. Selain itu, virus herpes simpleks dan virus West Nile juga telah ditemukan sebagai agen penyebab.

Gejala

Perhatikan bahwa gejala meningitis virus pada anak-anak, tidak berbeda dengan gejala yang dialami orang dewasa yang terkena. Namun, ada beberapa yang mungkin khusus untuk anak kecil. Gejala umum termasuk demam tinggi, sakit kepala berlebihan, sulit berkonsentrasi, kantuk berlebihan, mual, muntah, serangan kejang, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya terang. Mereka mungkin juga memiliki perasaan kaku di leher mereka. Mereka mungkin kehilangan minat untuk makan.

Anak-anak yang terkena mungkin tidak dapat mempertahankan kontak mata. Semua gejala ini juga dapat terjadi pada kasus peradangan yang disebabkan oleh bakteri. Namun, gejala seperti sakit tenggorokan, diare, nyeri sendi, dan sakit kepala diketahui mengindikasikan kasus radang meningen yang disebabkan oleh Enterovirus . Gejala-gejala ini mungkin tidak mempengaruhi bayi baru lahir. Yang terjadi mungkin termasuk demam tinggi, menangis terus-menerus, lesu, makan yang buruk, peningkatan iritabilitas, tonjolan di kepala bayi, kekakuan di leher atau tubuhnya, atau kejang.

Pilihan pengobatan

Seperti disebutkan sebelumnya, kondisi ini sembuh dengan sendirinya. Kebanyakan orang tidak memerlukan perawatan apa pun, kecuali istirahat, peningkatan asupan cairan termasuk air, dan penggunaan obat nyeri OTC untuk mengatasi nyeri dan nyeri tubuh. Namun, dalam beberapa kasus pasien dapat diresepkan dengan obat antivirus. Dalam kasus di mana penyebabnya belum didiagnosis, dokter dapat merekomendasikan pengobatan antibiotik atau antivirus, sebelum patogen penyebab diidentifikasi.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi, orang tua harus mendidik anak-anak mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, dan mengikuti diet seimbang yang mencakup buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, menutup mulut saat bersin akan mengurangi risiko penularan virus ke orang lain.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Author: fungsi